Intervensi Anak Slow Learner Dengan Parameter Melani Metacognitive Intervention

IMG_5516.JPG

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., bersama peserta Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 30 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke III, Sabtu, 30 Januari 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa program pasca sarjana atau profesi psikologi dari Universitas Persada Indonesia YAI, alumnus program studi psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, mahasiswa fakultas psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta Syarif Hidayatullah, orang tua siswa, dosen program studi psikologi Fakultas Ilmu Kependidikan Universitas Negeri Jakarta, dan mahasiswi program pascasarjana dan profesi psikologi Universitas Tarumanagara.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

IMG_5493.JPG

Sesi pengenalan teori dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 30 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dalam sesi penayangan video kasus, bedah kasus dan pengenalan intervensi, dijelaskan bagaimana tahapan proses kognitif berguna dalam mendeteksi dan intervensi anak slow learner.  Terdapat delapan tahapan kognitif yang dapat dijadikan parameter yaitu konsentrasi, memori, pemahaman (comprehension), application behavior, analisa, sintesa, evaluasi, dan kreativitas berpikir.  Melani Arnaldi, M.Psi., Psi, menjelaskan dengan menggunakan skala psikologis beserta item-item dari variabel yang ada untuk mendeteksi dan mengintervensi anak slow learner.  Skala ini dapat digunakan untuk melihat proses berpikir apakah ada masalah atau tidak, khususnya pada ana dengan slow learner.  Pada tingkatan TK- SD kelas 2 hingga pada tingkatan pemahaman.  Pada tingkatan sekolah dasar kelas empat dilihat hingga application behavior. Pada tingkatan hingga kelas enam sekolah dasar hingga analisa dan sintesa. Namun untuk tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) baru hingga tingkatan kreativitas berpikir.

Lebih lanjut untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dijelaskan tahapan dalam mengintervensinya.  Terdapat  lima tahapan proses dalam berbicara yaitu attachment and social interaction, attention and listening, understanding, talking, dan speech sound. Secara umum pada tahapan awal adalah bagaimana awareness anak dibangun terhadap lingkungan sekitarnya sehingga ia dapat memahami konteks.

IMG_5509.JPG

Sesi bedah kasus, penayangan video, pengenalan skala, serta intervensi untuk anak Slow Learner & Keterlambatan Bisara dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, 30 Januari 2016

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Selly, alumnus program studi psikologi Universitas Persada Indonesia YAI mengatakan pelatihan yang sangat informatif disertai dengan video kasus dan acuan untuk mengukur sejauh mana perilaku anak mengalami slow learner dan keterlambatan bicara.  Baskoro, mahasiswa program studi psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta mengatakan bahwa pelatihan yang cukup penting untuk mendiagnosa seorang anak itu slow learner atau tidak, dimana ternyataa banyak yang harus dilakukan. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Peran Psikolog Dalam Deteksi Dini Dan Intervensi Anak Keterlambatan Bicara Serta Slow Learner

2016123160431.jpg

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi bersama peserta Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke II, Sabtu, 23 Januari 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa program pasca sarjana atau profesi psikologi dari Universitas Tarumanagara, dosen Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kependidikan Universitas Negeri Jakarta, dan praktisi psikologi di sekolah serta klinik di Jakarta.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

2016123111549.jpg

Sesi Pengenalan Teori dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada presentasi kali ini, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., menekankan peran penting psikolog di masyarakat dan dunia pendidikan. Bagaimana psikolog harus dapat menjembatani antara anak, orang tua dan guru.  Psikolog perlu menjaga perasaan mereka, karena ketika orang tua datang ke psikolog sudah menyerah dengan permasalahan yang dihadapi, oleh karena itu sebaiknya para psikolog memberikan solusi atas permasalahan dibawa oleh orang tua ataupun siswa saat berkonsultasi.

Selain itu terkait dengan Slow Learner dan Keterlambatan Bicara, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi juga berbicara tentan kehati-hatian psikolog dalam memberikan vonis terkait IQ seperti border line atau lambat belajar pada usia dini.  Saat pengetesan tidak hanya kemampuan yang dilihat tapi juga perlu menekankan penilaian secara psikologis.  Misalnya dalam pengetesan tidak bersifat kaku dan terbatas time limit agar potensi anak dapat terlihat, dengan memancing dan memberikan kesempatan yang lebih kepada anak saat test sehingga terkuak sisi psikologisnya.

Pengembangan terapi keterlambatan bicara dan Slow Learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu menekankan kepada terapi metakognitif.  Terapi metakognitif ini efektif untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan ketiadaan cacat pada organ bicaranya atau otak, namun fungsi otaknya belum optimal.  Cirinya adalah anak sudah mampu mengucapkan kata dengan jelas namun belum mampu membuat kalimat.  Berbeda dengan anak autis yang menerapkan terapi ABA, terapi pada anak keterlambatan bicara dan lambat belajar menggunakan terapi metakognitif, yaitu bagaimana mengfungsikan otak untuk berpikir.  Selain itu juga dijelaskan bagaimana terapi metakognitif yang dikombinasi dengan fisioterapi listrik ataupun pemberian obat dapat membantu pemulihan fungsi bicara dan belajar pada anak.  Namun pemberian obat ini hanya sementara, yaitu maksimum 6 bulan yang kemudian dievaluasi atau dihentikan.

2016123143701.jpg

Sesi bedah kasus dan penayangan video kasus serta intervensi dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Fransiska Fenny, M.Psi., Psi., alumnus Program Profesi Psikologi Universitas Tarumanagara mengatakan pelatihan ini sucah cukup baik, apalagi ditambah dengan penayangan video.  Iriani Indri Hapsari, M.Psi., Psi., dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta mengatakan  pelatihannya seru dan banyak menambah wawasan. Dr. Lily Mayawati merespon bahwa pemateri tulus dan loyal dalam menyampaikan ilmu dan pengalamannya (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Bingung Pilih Program Studi Atau Jurusan Saat Kuliah Nanti? Tes Penjurusan Dulu Yuk!

WISNU ARTIKEL 3

Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, salah satu fakultas dengan berbagai program studi favorit di Indonesia (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pemilihan jurusan atau program studi saat kuliah adalah hal penting dan menentukan karir ke depan.  Amatlah elok jika jurusan yang dipilih atau ditekuni sesuai dengan minat dan bakat. Diharapkan hal ini tidak terjadi penolakan dalam belajar ataupun mengundurkan diri dari jurusan yang telah didaftarkan di universitas.

Akibat kurangnya informasi dan memahami minat, bakat, dan potensi akademik yang dimiliki siswa, sering kali saat pemilihan jurusan di universitas tidak sesuai dengan passion yang dimiliki. Hal ini sering terjadi dan amat disayangkan karena telah membuang waktu, biaya, ataupun kesempatan yang diperoleh.

Sebagi contoh di Universitas Gadjah Mada, banyak mahasiswa baru yang mengundurkan diri karena jurusan atau program studi yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Universitas Gadjah Mada (UGM) setiap tahunnya menerima pengunduran diri siswa yang telah lolos SNMPTN. Mereka mundur karena merasa salah mengambil program studi. Untuk itu panitia menghimbau agar sekolah memberikan pendampingan bagi siswa saat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) (Nugroho, 25 Januari 2016).

Direktur Akademik UGM, Sri Peni Wastutiningsih berharap kerjasama dari pihak sekolah untuk mengarahkan para siswanya memilih PTN bahkan program studi (prodi) yang benar-benar sesuai dengan peminatan masing-masing siswa. Hal ini untuk menghindari banyaknya pengunduran diri siswa setelah lolos SNMPTN (Nugroho, 25 Januari 2016).

Setiap tahun di UGM menerima 100 siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN namun memilih mundur. Hal ini tentu merugikan kami dan juga siswa yang seharusnya bisa menempati kursi-kursi kosong tersebut. Maka kami berharap sekolah menyampaikan pada siswanya agar tidak memilih PTN dan prodi yang kurang mereka minati,” kata Sri Peni Wastutiningsih. (Nugroho, 25 Januari 2016).

Sri menambahkan pada SNMPTN 2014 pernah terjadi hampir 50 calon mahasiswa di Fakultas Teknik UGM pergi dan memilih kuliah di tempat lain. Kenyataan ini sangat disayangkan karena banyak juga siswa lain yang ingin kuliah di FT UGM namun tidak lolos SNMPTN (Nugroho, 25 Januari 2016).

Ketika memilih jurusan pada saat masuk kuliah, tentu saja ada banyak poin yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai salah jurusan yang yang berakibat fatal pada dunia kerja (Harahap, 25 Februari 2014).

Menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan (Harahap, 25 Februari 2014).

“Salah jurusan bisa memicu pada pengangguran. Supaya tidak ada pengangguran lagi ya jangan sampai ketika kuliah salah jurusan,” (Harahap, 25 Februari 2014).

Untuk mencegah hal di atas, ada baiknya siswa yang akan memilih program studi atau jurusan di universitas melakukan tes prikologi, yaitu tes penjurusan.  Melalui tes ini, siswa dan orang tua akan mengetahui potensi akademik, minat, dan bakat  dan menentukan program studi yang disesuaikan dengan cita-cita serta potensi yang dimiliki.

Pengetesan Psikologi

Tes Penjurusan membantu orang tua dan siswa dalam memilih program studi di universitas

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu melakukan pelayan tes penjurusan untuk membantu siswa SMA dalam menentukan jurusan di perkuliahan nanti.  Melalui test penjurusan ini siswa dan orang tua dibantu dalam menentukan program studi atau jurusan yang akan diambil saat diperkuliahan nanti.

Melalui hasil tes penjurusan ini, psikolog di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu membantu mengarahkan jurusan disesuaikan dengan potensi akademik, minat, dan bakat siswa serta cita-cita dari siswa ataupun pengharapan dari orang tua.  Melalui sesi konseling hasil tes, siswa dan orang tua dengan dijembatani psikolog untuk menentukan program studi di perkuliahan dengan berlandaskan potensi akademik, minat, dan bakat. Sehingga siswa diharapkan mampu menyelesaikan studi di universitas dengan penuh semangat serta passion yang dimiliki.

Selanjutnya diharapkan setelah lulus universitas, siswa juga akan menekuni bidang pekerjaan yang tepat dan sesuai bakat, minat, dan jenjang pendidikannya.  Sehingga tidak muncul kesalahan penjurusan yang akan memicu pengangguran karena bekerja tidak sesuai dengan minat dan bakat.

Yuk tes penjurusan dulu, sebelum ambil keputusan pemilihan program studi atau jurusan di perkuliahan nanti!  (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

Daftar Pustaka

Nugroho, Joko.(Januari 25, 2016). SNMPTN 2016 : Salah ambil prodi, 100 siswa yang lolos di UGM mundur. HarianJogja.Com. Januari 26, 2016.http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/25/snmptn-2016-salah-ambil-prodi-100-siswa-yang-lolos-di-ugm-mundur-684187

Harahap, Rahmat Faisal. (Februari 25, 2014). Duh, 87% Mahasiswa Indonesia Salah Jurusan!.Okezine.com. Januari, 26, 2016. http://news.okezone.com/read/2014/02/24/373/945961/duh-87-mahasiswa-indonesia-salah-jurusan

 

Workshop Kupas Tuntas Anak Kesulitan Belajar

Dalam rangka memperluas wacana intervensi dan penanganan anak kesulitan belajar, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan “Workshop Kupas Tuntas Anak Kesulitan Belajar”.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang workshops intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain. Pelatihan tersebut diadakan dua kali dalam sebulan yaitu minggu kedua dan keempat dengan kapasitas peserta adalah sepuluh orang per pelatihan.

Untuk bulan November 2015, tema yang diangkat adalah kasus Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).  Sedangkan bulan Desember 2015 dan Januari 2016 bertema “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

Workshops satu hari tentang kesulitan belajar ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screening dan pengenalan intervensi dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Target peserta dari kegiatan ini adalah

  1. Mahasiswa sarjana (S1), pasca sarjana (S2), dan profesi dari Fakultas Psikologi dan Keguruan;
  2. Guru, konselor sekolah, dan praktisi pendidikan
  3. Psikolog dan terapis anak berkebutuhan khusus dan atau anak kesulitan belajar
  4. Orang tua dengan anak kesulitan belajar
  5. Dosen Fakultas Psikologi dan Keguruan atau Pendidikan
  6. Pemerhati pendidikan
  7. Umum

Peserta dalam acara ini akan memperoleh:

  1. Buku pelatihan
  2. Skala atau kuesioner untuk deteksi dini anak kesulitan belajar
  3. Snack dan Makan Siang
  4. Seminar kit
  5. Sertifikat
IMG_5098.JPG

Buku Workshop Kupas Tuntas Masalah Anak ADHD yang berisi pengenalan teori dan intervensi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

 

IMG_5096

Buku pelatihan Kupas Tuntas Masalah Anak Slow Learner yang berisi pengenalan teori, penjelasan dari sudut pandang neuropsikologi, dan cara intervensi. Dijelaskan dalam Workshops Kupas Tuntas Masalah Anak Slow Learner dan Keterlambatan Bicara, Desember 2015 dan Januari, 2016

 

IMG_5099.JPG

Skala Self-awareness untuk deteksi dini anak dengan ADHD diterangkan pengisiannya dalam Workshop Kupas Tuntas Masalah Anak ADHD, November 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG_5100.JPG

Skala Executive Function (BDEF-CA) yang dijelaskan pengisiannya dalam Workshop Kupas Tuntas Masalah Anak ADHD, November 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

 

IMG_5101

Skala Self-Regulation yang cara pengisiannya dijelaskan dalam Workshops Kupas Tuntas Masalah Anak ADHD, November 2015

 

IMG_5097

Skala Melani Metakognitif Intervention yang digunakan untuk anak slow learner. Dijelaskan cara pengisiannya dalam Workshops Kupas Tuntas Masalah Anak Slow Learner dan Keterlambatan Bicara, Desember 2015 dan Januari, 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Diantaranya, Mahmudah S.Pd, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 28 Cipulir mengatakan bahwa guru dan sekolah sangat membutuhkan pelatihan seperti ini dalam rangka meningkatakan kualitas dalam bertugas.  Tita Dewi Pursita, S.Pd, guru SD Al Azhar 01 Pusat mengatakan acara ini sangat baik dan dibutuhkan supaya guru bisa mengetahui serta menangani anak-anak yang ADHD dan hiperaktif dengan metode yang tepat.  Sebagai guru bimbingan konseling, Nurulfadillah, S.Psi mengatakan bahwa acara ini sangat baik dan bermanfaat untuk profesi beliau sebagai konselor di sekolah atau bimbingan konseling.  Ibu Titah, sebagai orang tua dari anak dengan kesulitan belajar menyambut baik acara ini karena bermanfaat dan bagus sekali untuk orang tua yang mempunyai anak dengan ADHD. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Workshops Kupas Tuntas Attention Deficit Disorder (ADD)

Poster ADD.jpg

Workshops ini ditujukan bagi:

  1. Mahasiswa S1/S2 dan profesi Psikologi dan Keguruan
  2. Psikolog dan Konselor Pendidikan
  3. Guru, Konselor Sekolah, dan Praktisi Pendidikan
  4. Orang tua dengan anak yang mengalami ADD
  5. Pemerhati pendidikan

Ayo bergabung dan kenali lebih dekat anak dengan ADD serta bagaimana menanganinya di sekolah dan di rumah agar mereka mampu berprestasi secara akademis (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

Slow Learner? Siapa takut!

 

20151219135125.jpg

Sesi foto bersama Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., dan peserta pelatihan “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Sabtu, 19 Desember 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke I, Sabtu, 19 Desember 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh orang tua anak dengan slow learner dan keterlambatan bicara yang melakukan terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan guru pendamping.

 

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

20151219102837.jpg

Sesi perkenalan dan testimoni “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” sebelum masuk sesi pengenalan teori (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Presentasi pengenalan teori berjalan dinamis dan juga mengangkat pengalaman orang tua dalam mengasuh serta mendidik anak mereka dengan slow learner.  Bahwa ditemukan fakta bahwa putra dan putri mereka mengalami keterlambatan bicara pada usia bawah tiga tahun (batita) serta mengalami masalah slow learner atau lambat belajar di usia sekolah.  Slow learner diketahui dengan skor IQ yang berkisar antara 70-90. Namun hal ini bukanlah vonis mati dalam kesuksesan di sekolah formal, khususnya ditingkatan sekolah dasar (SD).

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

20151219103924.jpg

Peserta pelatihan “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” menyimak saat bedah buku pelatihan dan pemaparan materi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

 

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Ibu Dwi Yulianti mengatakan bahwa dengan pelatihan atau workshops ini, beliau menjadi lebih tahu bagaimana menangani putranya yang mengalami slow learner. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Seminar Kupas Tuntas Slow Learner & Keterlambatan Bicara

Poster Keterlambatan Bicara.jpg

Ayo gabung. Kenali, deteksi, dan intervensi sejak dini slow learner & keterlambatan bicara.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.