Kelulusan Paket A dan Paket B dari PKBM Metakognisi Tahun Ajaran 2016-2017 Mencapai 100%

Tahun ajaran 2016/2017 telah berakhir dan ditandai dengan kenaikan kelas serta kelulusan peserta didik PKBM atau Homeschooling  Metakognisi di Paket A, B, dan C.  PKBM atau Homeschooling Metakognisi adalah lembaga penyelenggara pendidikan alternatif bagi anak kesulitan belajar di bawah supervisi Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Setelah kelulusan Paket C atau setara dengan SMA di bulan Mei, maka di bulan Juni ini, PKBM Metakognisi juga meluluskan peserta didik di tingkat Paket A dan B.  Dimana Paket A atau setara dengan SD pada tahun ajaran ini meluluskan 3 peserta didik dan Paket B atau setara dengan SMP meluluskan 3 peserta didik.

P_20170401_090445.jpg

Suasana saat ujian sekolah dari PKBM Metakognisi di SDN Ragunan 07 Pagi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20170516-WA0042

Suasana ujian sekolah sebagai penentu kelulusan dengan peserta dari PKBM Metakognisi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pengumuman kelulusan Paket B atau setara SMP dilakukan pada 5 Juni 2017 dan kelulusan Paket A atau setara SD dilakukan pada  14 Juni 2017.  Pengumuman kelulusan dilakukan di PKBM Metakognisi atau Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dengan presentasi kelulusan peserta didik Paket A dan Paket B adalah 100%.

Kerja keras tutor dan peserta didik paket A dan B telah terbayarkan dengan kelulusan yang mencapai 100%.  Dimana syarat kelulusan peserta didik adalah tidak ada angka di bawah 60 untuk rata-rata semua mata pelajaran, tidak ada angka 55 atau kurang di setiap mata pelajaran, serta mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk Paket B dan USMBD untuk Paket A.

Selamat kepada peserta didik PKBM atau Homeschooling Metakognisi untuk tingkatan SMP dan SD.  Semoga sukses di tingkat yang selanjutnya! (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Gangguan Bicara dan Berbahasa pada Anak Keterlambatan Bicara

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu telah mengadakan seminar Speech Delay atau Keterlambatan Bicara dalam rangkaian “Seminar Introduction to Learning Disability and Neurpscyhology “ pada Sabtu, 12 Februari 2017.

 

Acara tersebut di hadiri oleh Guru PAUD, TK, SD, dan mahasiswa Fakultas Psikologi dari UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.   Acara ini cukup mendapat respon yang positif dari peserta.  Mereka cukup antusias mengikuti penjelasan dari Dr. (candt). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. sebagai pembicara utama di seminar tersebut.

WhatsApp Image 2017-05-28 at 08.37.19

Foto bersama Dr. (candt). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi bersama peserta seminar “Speech Delay (Keterlambatan Bicara) di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dalam acara ini dijelaskan bahwa keterlambatan bicara adalah salah satu deteksi dari gangguan tumbuh kembang pada anak dimana dapat bermuara kepada berbagai jenis gangguan pada anak.  Keterlambagan bicara pada anak usia dini dapat merujuk kepada gangguan ADHD, Slow learner, Autisme, Gangguan Pendengaran atau tuna rungu, dan lain-lain. Oleh karena itu deteksi dini anak yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay menjadi penting bagi guru PAUD, TK, ataupun orang tua agar dapat diantisipasi dengan merujuk kepada ahli sejak dini.

 

Dijelaskan oleh Dr. (candt). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., keterlambatan bicara adalah hambatan bicara yang terjadi akibat adanya gangguan pada kemampuan bicara. Kemampuan bicara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengeluarkan suara tetapi juga berkaitan dengan kemampuan dalam memahami isi pembicaraan.

WhatsApp Image 2017-05-28 at 08.37.19 (1)

Peserta seminar Speech Delay (Keterlambatan Bicara) antusia dalam sesi testimoni dan berbagi pengalaman menghadapi anak keterlambatan bicara (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Secara umum, keterlambatan bicara terdiri atas dua gangguan yaitu gangguan berbicara dan gangguan berbahasa.  Oleh karena itu guru PAUD, TK ataupun SD pada kelas bawah harus peka terhadap permasalahan ini.  Ciri dari gangguan tersebut dapat dijelaskan di bawah ini.

Neuropsikologi Berbahasa

Neuropsikologi dalam berbahasa dan aktivitas lobus di otak terkait dengan aktivitas bicara dan berbahasa (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada gangguan berbicara ditandai dengan:

  1. Pengucapan kata yang salah dan tidak sesuai dengan perkembangan usia
  2. Menunjukkan adanya ketidaklancaran dalam berbahasa
  3. Memiliki kualitas suara yang buruk
  4. Berbicara dengan suara keras atau pelan yang sangat berlebihan

 

Sedangkan pada kasus gangguan berbahasa dapat ditandai dengan:

  1. Adanya permasalahan dari berbahasa
    1. Phonology
    2. Morphology
    3. Syntax
  2. Adanya Permasalahan Isi dari Bahasa (semantik)
  3. Adanya masalah dalam penggunaan bahasa (pragmatik)
  4. Kosakata yang minim
  5. Menunjukkan pembentukan konsep yang lemah
  6. Tidak memahami nuansa, humor, dan bahasa non verbal
  7. Memiliki masalah dalam menyampaikan atau berbicara dengan orang lain

Dari gambar di atas terlihat bagaimana aktivitas dari otak terkait dengan kemampuan berbicara dan berbahasa anak.  Fungsi dari bagian-bagian inilah yang menjadi landasan dalam terapi terhadap anak keterlambatan bicara.

Kemampuan Psikologis dalam berbahasa

Fungsi psikologis yang terlibat dalam berbicara dan berbahasa dari seorang anak (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dari gambar di atas terlihat bagaimana fungsi psikologis juga berperan penting dalam keterampilan berbicara dan berbahasa dari seorang anak.  Self-concept dan theory of mind adalah salah satu fungsi psikologis yang penting dalam melatih kemampuan berbicara dan berbahasa dari seorang anak.  Kemampuan ini akan merujuk kepada kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dimana anak sudah memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi dengan orang sekitarnya.

Oleh karena itu salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru PAUD, TK, SD dan orang tua dalam melatih kemampuan berbicara dan berbahasa dari anak usia dini adalah dengan terapi mendongeng.  Dijelaskan bahwa mendongeng mengaktifkan area cortex, yaitu area frontal cortex, motor cortex,  sensory cortex dan broca, serta wrenick.  Mendongeng mengaktifkan motor, auditoy, somato sensory, dan indera visual dimana anak lebih mudah mengingat dibandingkan membaca buku.  Mendongeng menghasilkan motivasi untuk menggerakan tindakan pada anak dan hormon dompamine. Terjadinya Neural Coupling dimana pendengar menerjemahkan cerita ke dalam ide atau pengertiannya sendiri.  Intonasi dan percikan kata-kata saat medongeng memudahkan otak anak untuk membayangkan serta mengelaborasi cerita dan melatih berbahasa.  Mendongeng menggerakkan emosi, menghasilkan ikatan antara pembaca dan karakter. Mendongeng juga menciptakan karakter, dan otak anak dilatih untuk mengidentifikasi karakter pada cerita.

Selain itu, guru dan orang tua dalam melatih kemampuan berbahasa dari anak usia dini juga harus memperhatikan karakteristik anak.  Anak masih berkarakter egosentris atau masih mementingkan dirinya sendiri.  Pendidik termasuk orang tua harus mampu mengeluarkan anak dari kehidupan egosentris dengan pembatasan sikap dan perilaku yang tegas.  Pendidik harus mampu memainkan karakter otoriter, permisif, dan demokrasi dalam situasi yang berbeda sesuai dengan konteks yang ada.  Sehingga pendidik harus berperilaku lentur atau fleksibel dalam menghadapi anak.  Selain itu aktivitas pembelajaran bahasa dilakukan dengan mendongeng ataupun media komunikasi yang menarik (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

 

Promo Terapi Sensori Integrasi & Fisioterapi Di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

IMG_20170527_054225_737.jpg

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan promo untuk terapi sensori integrasi dan fisioterapi.  Promo harga per kedatangan atau per sesi hanya Rp. 175.000,- dengan frekuensi terapi 2x seminggu selama 6 bulan.  Promo ini diberikan kepada anak di bawah 6 tahun dengan diagnosa ADHD, Cerebal Palsy, PDD-NOS, Autisme, dan Disleksia.

Terapi sensori integrasi dan fisioterapi merupakan rangakaian terapi yang penting bagi anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang, khususnya sensory processing disorder (sensory inetrgation disfunction), ADHD, Cerebal Palsy, Autisme, PDD-NOS.  Kedua terapi ini sebaiknya berjalan paralel dan diberikan kepada anak dibawah 6 tahun agar tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal dalam mengkoping hambatan yang terjadi.

Secara garis besar, sensori integrasi adalah suatu proses neurologi yang berfungsi mengorganisasikan informasi dari tubuh dan dunia luar  dalam dunia sehari-hari.

Proses ini bekerja sebagai system di saraf pusat yang berisi jutaan neuron di sumsum tulang belakang dan otak.  Dalam kenyataannya, gangguan kemampuan sensori integrasi yang dialami anak sejak lahir akan mengganggu proses pengorganisasian, pikiran, dan perilaku.  Kondisi ini dapat dilihat, bagaimana regulasi diri anak dalam mengontrol  aktivitas perilakunya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Fisioterapi dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk merangsang syaraf perifer atau syaraf tepi.  Syaraf ini berada di seluruh bagian tubuh yang mempengaruhi susunan syaraf pusat. Fisioterapi memberikan  rangsangan sensori keseluruh bagian tubuh melalui batang otak dan  sumsum tulang belakang.  Bagian sumsum tulang belakang bertugas untuk menerima rangsansang sensori yang kemudian diintegrasikan dibagian syaraf pusat untuk dikoordinasikan dalam bentuk respon yang diharapkan.  Terapi sensori integrasi tanpa diiringi dengan fisioterapi, sudah tentu memakan  waktu yang lebih lama, sehingga perkembangan hasil terapinya lebih lama terlihat perubahannya.  Untuk itu dibutuhkan perpaduan antara kedua terapi, yaitu terapi sensori integrasi dan fisioterapi agar diperoleh hasil yang optimal.

Banyak sekali permasalahan anak kebutuhan khusus yang membutuhkan terapi sensori integrasi dan fisioterapi di tujuh tahun awal kehidupannya, seperti ADHD, Autisme, Disleksia, Cerebal Palsy,  PDD-NOS,

Untuk informasi tentang terapi sensori integrasi dan fisioterapi dapat menghubungi sdr. Agus (08561785391 wa/sms/telp).

Ujian Kesetaraan Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di Homeschooling Metakognisi

Siswa berkebutuhan khusus tetap memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan siswa formal.  Namun tetap mengedepankan kesesuaian dengan kemampuan anak di mana mereka memiliki keunikan dan keistimewaan dibandingkan dengan siswa normal.

Homeschooling atau PKBM Metakognisi telah mengakomodir siswa berkebutuhan khusus di tingkat SD dan SMP.  Di mana mereka tidak mampu bersekolah di sekolah formal karena keterbatasan fisik dan psikologisnya.  Siswa berkebutuhan khusus seperti Disleksia, Manic-Depressive, dan Cerebal Palsy dapat bersekolah dengan perlakuan khusus yaitu terapi sekaligus mendapat legalitas formal dari pembelajaran yang dilakukan.  Bahkan mereka mampu mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

IMG-20170516-WA0042

siswa ujian kesetaraan paket berkebutuhan khusus A dengan pendamping atau shadow teacher di SDN 01 Ragunan.  Siswa berkebutuhan khusus disediakan ruangan khusus agar tidak menganggu siswa lain. (klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20170505-WA0007

Siswa ujian kesetaraan paket A di ruangan untuk siswa yang tidak memiliki kebutuhan khusus di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan. (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Mereka tetap mendapatkan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan juga diterapi pada saat yang bersamaan.  Sehinga perbaikan yang terjadi beriringan dengan proses belajar dan mengajar yang berlangsung.  Siswa tidak hanya fokus kepada pelajaran, namun juga proses terapi yang dilakukan sehingga mereka dapat kembali ke sekolah formal di kemudian hari.

Ujian kesetaraan tingkat SD atau Paket A dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis daerah.  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta.  Pelaksaaan Ujian dilaksanakan di SDN 01 Ragunan pada 3,4,5,6 Mei 2017.  Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Muatan Lokal. Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Ujian sekolah Sedangkan ujian nasional berbasis daerah dilaksanakan pada 15,16, dan 17 Mei 2017 di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan.  Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional adalah Bahasa Indonesia, PKN, Matematika, IPS, dan IPA.

Sedangkan ujian kesetaraan tingkat SMP atau Paket B juga dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Muatan Lokal, Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Pelaksanaan ujian sekolahPelaksanaa UNBK dilaksanaka pada 13,14, dan 20 Mei 2017. Mata pelajaran UNBK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, dan PKN.

IMG-20170415-WA0052

Ujian Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK) bagi siswa tingkat SMP atau paket B di SMK 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Klinik Psikonerologi Hang Lekiu)

Nilai kelulusan adalah gabungan dari nilai raport dan nilai ujian sekolah dengan bobot nilai 60% untuk rata-rata nilai raport dan nilai ujian sekolah memiliki bobot nilai 40%.  Kelulusan adalah tidak ada nilai 5,5 di tiap mata pelajaran serta memiliki rata-rata semua mata pelajaran di atas 6,0. Untuk tingkatan SD atau paket A, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu dan dua dari kelas 4,5, dan 6. Untuk tingkatan SMP atau paket B, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu sampai lima dari kelas 1,2, dan 3.

Melalui sistem kelulusan ini, maka kemampuan siswa tidak dipotret dari ujian sekolah atau ujian nasional semata.  Melainkan dengan proses dan kemajuan yang dialami oleh siswa di setiap semesternya.  Oleh karena itu tingkat kelulusan dari siswa PKBM atau Homeschooling dapat mencapai 100%. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

KELULUSAN PAKET C HOMESCHOOLING METAKOGNISI

PKBM atau Homeschooling Metakognisi di bawah asuhan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu telah meluluskan 4 siswa Paket C atau setara dengan SMA.  Adapun siswa tersebut 3 orang dari program IPS dan 1 orang dari program IPA. 3  siswa yang lulus telah mengikuti program Kaplan Business School  Preparation & Bridging School.

Ujian Paket C diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu ujian sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II dan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Untuk Ujian Sekolah terdiri dari 12 mata pelajaran untuk tiap program studi. Ujian ini diadakan pada 4,5,10,11, dan 12 Maret 2017. Program studi IPA terdiri dari Komputer, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sejarah, Bahasa Indonesia, Fisika, Kimia, Biologi, PKN, English, Matematika, dan Agama.  Program studi IPS terdiri dari mata pelajaran Komputer, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sejarah, Bahasa Indonesia, Geografi, Sosiologi, Ekonomi, PKN, English, Matematika, dan Agama.  Ujian tersebut diadakan di SMKN 6 dan SMKN 29, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) diadakan pada 15,16,22, dan 23 April 2017 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kimia/Geografi, Matematika, Biologi/Sosiologi, English, Fisika/Kimia dan PKN.

IMG-20170416-WA0063

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Peserta dari Homeschooling Metakognisi di SMKN 15 Jakarta Selatan (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Siswa Homeschooling Metakognisi, selain belajar kurikulum nasional, mereka juga mengikuti program Kaplan Business School Bridging Preparation Collage.  Siswa Homeschooling Metakognisi dalam program Kaplan tersebut mempelajari subjek Geography of Business, Historical of Business, Management, Computer and Information Technology, Accounting, Economics, Mathematic of Business, Human Resources, Psychology of Consument, Business, dan Leaderships.  Mereka juga berlatih bahasa English dalam TOEFL Preparation setiap minggunya di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

P_20170117_135046.jpg

Siswa Homeschooling Metakognisi dalam Program Kaplan Business School Preparation & Bridging School bersama guru dan Dr. (Candt.) Melani Arnaldi, M.Psi.,Psi. (Klinik Psikoneruologi Hang Lekiu)

Selamat bagi lulusan Homeschooling Metakognisi dan semoga sukses! (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Terapi Sensori Integrasi dan Fisioterapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Sensori integrasi adalah suatu proses neurologi yang berfungsi mengorganisasikan informasi dari tubuh dan dunia luar  dalam dunia sehari-hari.

Proses ini bekerja sebagai system di saraf pusat yang berisi jutaan neuron di sumsum tulang belakang dan otak.  Dalam kenyataannya, gangguan kemampuan sensori integrasi yang dialami anak sejak lahir akan mengganggu proses pengorganisasian, pikiran, dan perilaku.  Kondisi ini dapat dilihat, bagaimana regulasi diri anak dalam mengontrol  aktivitas perilakunya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Fisioterapi dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk merangsang syaraf perifer atau syaraf tepi.  Syaraf ini berada di seluruh bagian tubuh yang mempengaruhi susunan syaraf pusat. Fisioterapi memberikan  rangsangan sensori keseluruh bagian tubuh melalui batang otak dan  sumsum tulang belakang.  Bagian sumsum tulang belakang bertugas untuk menerima rangsansang sensori yang kemudian diintegrasikan dibagian syaraf pusat untuk dikoordinasikan dalam bentuk respon yang diharapkan.  Terapi sensori integrasi tanpa diiringi dengan fisioterapi, sudah tentu memakan  waktu yang lebih lama, sehingga perkembangan hasil terapinya lebih lama terlihat perubahannya.  Untuk itu dibutuhkan perpaduan antara kedua terapi, yaitu terapi sensori integrasi dan fisioterapi agar diperoleh hasil yang optimal.

Banyak sekali permasalahan anak kebutuhan khusus yang membutuhkan terapi sensori integrasi dan fisioterapi di tujuh tahun awal kehidupannya, seperti ADHD, Autisme, Disleksia, Cerebal Palsy,  PDD-NOS,

Benang Merah Gangguan Perkembangan

TERAPI GANGGUAN PROBLEM
Terapi Sensori Integrasi (SI)

0—3 tahun

 

Masalah pada makan atau tidur · Vestibular

· Security feeling

· Expression love

· Language

Menolak untuk pergi kepada siapa pun kecuali diri saya
Irritable ketika sedang berpakaian; tidak nyaman dalam pakaian
Jarang bermain dengan mainan
Menolak atau melawan saat diminta berpelukan, lengkungan kaki saat dipegang
Tidak bisa menenangkan diri
Floppy atau badan kaku,  keterlambatan motorik
Terapi SI

Terapi

Wicara

 

Preschool &

Kindergarden

Over-sensitif terhadap sentuhan, suara, bau, orang lain · Tactil

· Propioceptip

· Theory of Mind

· Self concept

· Grammar      Language

Kesulitan dalam berteman
Kesulitan berganti pakaian, makan, tidur, dan / atau pelatihan toilet
Ceroboh; keterampilan motorik yang buruk; lemah
Dalam gerakan konstan; di wajah dan ruang orang lain
Sering marah atau marahnya berkepanjangan
Terapi          Metakognitif

6 – 12 thn

Over-sensitif terhadap sentuhan, suara, bau, orang lain · Konsentrasi

· Memori

· Comprehension

· Kontrol Perilaku

· Analisa

· Sintesa

· Evaluasi

· Kreativitas

Mudah terganggu, gelisah, haus

gerakan; agresif

Mudah kewalahan
Kesulitan dengan kegiatan tulisan tangan atau motorik
Kesulitan berteman
Tidak menyadari rasa sakit dirinya dan / atau orang lain
Terapi CBT Keluarga

12 – 21 thn

Over-sensitif terhadap sentuhan, suara, bau, dan orang lain · Clinical problem

· Self confidence

· Self esteem

Miskin harga diri; takut gagal di tugas baru
Lesu dan lambat
Selalu di perjalanan; impulsif;    teralihkan
Meninggalkan tugas yang belum selesai
Kikuk, lambat, miskin                      keterampilan motorik atau tulisan tangan
Kesulitan tetap fokus
Kesulitan tetap fokus di tempat kerja dan dalam pertemuan

Masalah Sistem Sensitivitas Tactil

Sistem tactil bermain di dalam kemampuan fisik, mental, dan emosional di dalam membentuk perilaku.  Setiap orang memiliki sensitivitas tactile ketika semua fungsi penginderaan nya dapat menghantarkan informasi di dalam fungsi persepsi visual, planning motoric, body awareness,  maupun terhadap kemampuan social skill.  Kondisi ini sangat mempengaruhi rasa aman secara emosional dan kemampuan belajar secara     akademik. Kondisi ini biasanya dialami oleh anak-anak yang mengalami hipersensitivitas atau hiposensitivitas.  Bahkan kesulitan membedakan rangsang penginderaan.

Masalah sensitivitas vestibular

Sistem vestibular adalah kemampuan memperoleh  keseimbangan antara gerak dan koordinasi pikiran. Salah satu cara yang digunakan adalah menghubungkan pesan sensoris ke bagian syaraf pusat melalui pengalaman yang dibuat sampai terbentuknya kerangka kerja dari syaraf pusat secara efektif.  Anak yang mengalami gangguan sensitivitas vestibular  memiliki ciri  sering terjatuh, menabrak barang-barang, sampai denngan kesulitan untuk duduk diam saat  membaca.  Emosinya sering terlihat naik turun, dengan attention yang tidak terpelihara dalam waktu yang diharapkan.

Masalah Sistem Propioseptik

Sistem propioseptik adalah kemampuan diri untuk mengontol posisi gerak tubuh.  Kondisi ini berkaitan dengan proses integrasi antara sensasi gerak dan sentuhan.  Proses penerimaan sensasi propioseptik berkaitan dengan otot, ligament, tendon, dan lapisan penguhung antar motoric gerak.  Kemampuan ini berkaitan dengan posisi anak menerima pesan tanpa dia sadari pada akhirnya, sehingga terjadi automatisasi gerak yang fleksibel, tidak terkesan kaku dan memiliki kemampuan control motoric yang  terencana.

Masalah Asosiatif

Masalah ini berkaitan dengan pemrosesan informasi bahasa   pada indera pendengaran, mengartikulasikan kata-kata saat berbicara, kemampuan terhadap persepsi penglihatan dan gerak mata, masalah koordinasi terhadap kemampuan fungsi pengecapan saat makan, masalah kontrol fungsi toilet training dan masalah tidur.  Kemampuan asosiatif adalah kemampuan pertama anak untuk dapat belajar, termasuk baca, tulis, dan   merasakan masalah social secara emosional.

Proses Tahapan Terapi SI Metakognisi

sensory-sistem

Gambar Pyramid of Learning yang dijadikan landasan dalam terapi sensori integrasi dan fisoterapi pada anak berkebutuhan khusus

Seperti yang kita ketahui bahwa mekanise kerja otak dapat terjadi dari berbagai macam bentuk proses.     Diantaranya proses lateralisasi yang dapat menutupi ketidakmampuan prosses bahasa disebagian belah otak.  Pada proses kemampuan sensori integrasi   memang memiliki proses yang runtut berbeda dengan fungsi kongitif bahasa.

Masalah keruntutan ini yang menyebabkan proses terapi harus dilakukan dengan sejumlah tahap secara berurutan.  Dimana dari gambar diatas dapat terlihat bahwasanya tahap paling mendasar harus terpenuhi keterampilannya sebelum naik ke tahap di atasnya.

Proses neurologi berfungsi untuk mengorganisasikan sensasi dari tubuh dan lingkungan, serta membuat tubuh lebih efektif di dalam merespon informasi dari lingkungan. Proses ini harus menjadi program yang secara otomatis berfungsi di saat input sensori masuk.  Proses automatisasi ini dapat diperoleh dari proses pelatihan secara motorik  dan melalui proses bealjar, melalui metode metakognisi.

Proses terapi akan melalui tahap, dimana anak akan dilatih secara motorik untuk merangsang sistem penginderaan, menerima sensitivitas dari lingkungan, baru kemudian masuk ke tahap sensori motorik dan perceptual motorik untuk melakukan sejumlah perintah yang diharapkan.

Setelah proses pelatihan dianggap telah mampu mencapai tahapan yang optimal, barulah seorang anak  memasuki tahap proses berpikir.  Proses berpikir ini termasuk kemampuan untuk membuat strategi, pengambilan keputusan, membuat planning, membuat cerita, hingga munculnya insight di dalam bentuk self-talk.  Proses berpikir yang telah di dasar dengan kemampuan sensori motorik yang optimal akan mewujudkan suatu koordinasi regulasi diri yang baik.  Kondisi ini yang diharapkan dapat terwujud melalui terapi yang dilakukan secara rutin dan disiplin.  Proses yang    dilakukan akan menghasilkan proses   neuroplastisitas di otak sehingga hasilnya prosesnya dapat merubah sturktur otak secara keselurahan.

Pencitraan Otak Sensori Integrasi

Keterangan gambar: Baris pertama (warna biru) menunjukkan area otak mana anak-anak dengan SPD (sensory processing disorder) memiliki masalah kurangnya area putih daripada anak-anak normal. Hal ini terutama jelas di belakang otak,  situs utama untuk transmisi informasi  sensorik. Baris dua dan tiga (oranye) menunjukkan bagian otak    mana anak-anak dengan SPD memiliki materi lebih putih – meskipun “integritas struktural” adalah gangguan—(sumber https://www.ucsf.edu/news/2016/01/401461/brains-wiring-connected-sensory-processing-disorder).

Pentingkah fisioterapi ?

Fisoterapi ini mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan  sensitivitas tactil.  Fisioterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan akupuntur listrik atau elektro akupuntur.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun tidak  menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

Fisioterapi dengan elktro-akupuntur dimana setara efeknya dengan 1.000 jarum akupuntur (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu  meningkatkan sensitivitas tactil, social initiation, receptive language, motor skills, coordination, dan rentang perhatian. Berdasarkan penelitian, alat ini dapat secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa, dan  kemampuan sosial adaptif.

Tes Analisa Skala dan EEG Otak

Jpeg

Pengetesan EEG untuk deteksi anak kebutuhan kebutuhan khusus (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

EEG Anak Normal vs ABK-2

Gambar hasil pemeriksaan neurotransmiter dengan EEG.  Tampak anak berkebutuhan khusus mengalami masalah dalam neurotransmiter dengan indikator warna merah, hijau, dan kuning.  Sedangkan anak normal neurotransmiternya berwarna biru.

Tes EEG ini ditujukan untuk mengetahui apakah anak memiliki gangguan belajar sebagai akibat gangguan biologis,  neurologis atau neuropsikologis. IQ bukan jaminan anak akan sukses secara akademik, akan tetapi gangguan fungsi dan hambatan fungsi-lah yang akan mengganggu anak secara akademis di sekolah.  Gangguan kosentrasi, memori, pemahaman, Slow Learner, Disleksia, Diskalkulia, Autis (Asperger), PDD-NOS, ADD, ADHD, manik-depresif dapat diketahui akar penyebabnya dari    pemeriksaan kesulitan belajar.        Melalui test ini akan diketahui  sumber penyebab gangguan agar intervensi dapat lebih efektif di jalankan.    Intervensi yang digunakan adalah metakognitif, sensori integrasi, fisioterapi, terapi wicara.

Serial “Seminar Introduction to Learning Disability & Neuropsychology”: Pengarusutamaan Wacana Kesulitan Belajar di Pendidikan Dasar Indonesia.

Wacana kesulitan balajar dan intervensinya di Indonesia khususnya di Jakarta masih belum menjadi wacana utama.  Masalah ini merupakan masalah real dan menjadi isu yang mendesak di pendidikan dasar karena banyak pemangku pendidikan seperti orang tua, guru, manajemen sekolah hanya mengetahui sedikit dan terpecah-pecah tentang informasi kesulitan belajar serta bagaimana menindaklanjutinya.  Kasus ADHD, ADD, Slow Learner, Dyscalculia, Dyslexia, Asperger, PDD-NOS adalah sekelumit diantara kasus anak dengan kesulitan belajar yang jika ditangani sejak dini akan terperbaiki dan mampu bersekolah di sekolah dasar umum.

Di sisi lain, pemahaman masyarakat tentang kesulitan belajar pun bukan menjadi isu utama dalam dunia pendidikan karena memang jumlah anak yang mengalami kesulitan belajar seperti ADHD, ADD, Slow Learner, Dyslexia, Dyscalculia, PDD-NOS dan Asperger memang tidak mencapai 20% dari populasi di kelas.  Di sisi lain anak kesulitan belajar dengan gangguan di atas bukanlah anak berkebutuhan khusus dan tidak selayaknya dimasukkan ke sekolah berkebutuhan khusus. Anak kesulitan belajar pun punya masa depan yang panjang dan tidak tertutup kemungkinan berprestasi dikemudian hari.  Kesulitan belajar adalah bukan vonis yang menutup masa depan seorang anak menjadi suram ataupun tidak berprestasi di masa depan. Leonardo Da Vinci, Einstein, Tom Cruise adalah beberapa tokoh berprestasi di bidangnya namun mengalami kesulitan belajar di usia sekolah.

Perkembangan kesulitan belajar di dunia pendidikan dan psikologi sudah bekembang sangat pesat.  Kesulitan belajar kini penanganannya sudah terintegrasi dalam bidang neurosains seperti neurologi dan neuropsychology.  Penelitian kesulitan belajar pun telah ditelaah antara lain dengan kekhususan kedokteran anak, neurologi, psikiatri, psikologi, pendidikan dan lain-lain.  Perkembangan Kasus kesulitan belajar seperti ADHD telah diteliti dengan mendalam oleh kedokteran anak, psikiatri, psikolog anak pendidikan, dan intervensinya oleh praktisi psikolog dan pendidikan.

Untuk memperluas wacana kesulitan belajar bagi pemangku kepentingan pendidikan di Jakarta, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan seri seminar “Introduction to Learning Disability & Neuropsychology” dengan pembicara tunggal Dr. (Candt). Melani Arnaldi, M.Psi.,Psi. sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan ahli neuropsikologi anak.  Dalam serial seminar ini membahas berbagai kasus kesulitan belajar  dan bagaimana menanganinya di sekolah dasar, serta perkembangan neuropsychology terbaru.

Jpeg

Seminar Dyscalculia, Maret dan April, 2017 (Klinik Psikoenurologi Hang Lekiu).

 

2016123143701

Penayangan Video Kasus dan Intervensi dalam Seminar Slow Learner  di pandu oleh Dr. (Candt.) Melani Arnaldi, M.Psi.,Psi. (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

20151219102837

Testimoni orang tua dalam menangani anak slow learner di acara Seminar Kupas Tuntas Slow Learner (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu telah mengadakan serial seminar “Introduction to Learning Disability dan Neuropsychology” sejak tahun 2014 dengan peserta antara lain  orang tua, guru SD, TK, PAUD dan kelompok bermain.  Dalam acara seminar ini membahas tema seputar kesulitan belajar dan neuropsychology dimana dijelaskan lebih detail dalam buku-buku karangan Dr. (Candt). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.

Beberapa tema yang telah diangkat dalam seminar adalah:

  • Kupas Tuntas Masalah Anak Attention Deficit / Hyperactivity Disorder
  • Kupas Tuntas Masalah Anak Attention Deficit Disorder
  • Kupas Tuntas Masalah Anak Slow Learner (Keterlambatan Fungsi Bicara dan Bahasa)
  • Dyscalculia
  • Speech Delay (Keterlambatan Fungsi Bicara dan Bahasa)
  • Kupas Tuntas Meningkatkan Motivasi Belajar di Sekolah Dasar

Beberapa tema yang akan datang:

  • Kupas Tuntas Proses Pembelajaran sebagai Proses Neuroplastisitas di Otak
  • Kupas Tuntas Sensori Integrasi (Sensory Processing Disorder)
  • Dyslexia
  • Manic-Deppressive

Diharapkan dengan kegiatan ini maka wacana kesulitan belajar akan semakin meluas dan menjadi isu utama dalam pendidikan Indonesia.  Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu berharap para pemangku kepentingan dari pendidikan dan pihak-pihak yang bersinggungan dengan anak kesulitan belajar yaitu orang tua, guru SD, SMP, SMA, manajemen sekolah, dan terapis anak kesulitan belajar baik psikolog maupun terapis mengetahui isu terbaru terkait kesulitan belajar dan neurpsikologi.

Untuk informasi terbaru acara seri “Seminar Introduction to Learning Disability & Neuropsychology” dapat menghubungi sdr. Agus (08561785391 wa/sms). Atau cek di web kami www.klinikanakkesulitanbelajar.wordpress.com, Facebook : Klinik Anak Kesulitan Belajar dan Instagram: @psikoneurologi_hang_lekiu.