Seminar Dyscalulia Batch 3, 25 Maret 2017

Poster Diskalkulia batch 3 & 4

Ketahui lebih dalam bagaimana deteksi dini bagi orang tua dan guru, jenis-jenis dyscalculia (kesulitan belajar Matematika), sumber penyebab secara neurobiologis, dan bagaimana intervensinya dari sudut pandang neuropsikologis untuk orang tua di rumah dan guru di kelas.

Kontak person: Agus (08561785391 wa/sms/telp)

Deteksi Dini Anak Kebutuhan Khusus dan Kesulitan Belajar

Kasus kesulitan belajar di sekolah formal dapat mencapai 10% dari populasi siswa di sekolah formal.  Kasus tersebut belum termasuk anak kebutuhan khusus yang tidak tertangani dan masuk ke dalam sekolah inklusi ataupun sekolah luar biasa.

Anak kesulitan belajar seperti slow learner, ADHD, ADD, Dyslexia, Dyscalculia, PDD-NOS, dan Asperger sering kali tidak terdeksi sejak dini, khususnya di usia dini (di bawah lima tahun).  Hal tersebut berdampak pada terlambatnya penanganan atau intervensinya. Sering kali anak kesulitan belajar baru diketahui serta diterapi pada usia sekolah dasar.  Jika diketahui sejak usia dini maka perbaikan yang terjadi akan dibantu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara alamiah yang pesat pada usia dini.

Oleh sebab itu deteksi dini anak kebutuhan khusus dan kesulitan belajar sangat penting.  Hal ini juga seharusnya menjadi prioritas bagi orang tua, guru PAUD, dan TK sebelum anak memasuki usia sekolah dasar. Jika guru dan orang tua merasa bahwa si anak memiliki perbedaan dalam fungsi kognitif, afektif, dan perilaku yang berbeda dibandingkan dengan teman sebaya pada umumnya, maka patut diduga adanya permasalahan kesulitan belajar ataupun kebutuhan khusus.

Ciri-ciri yang menjadi pertanda perlu atau tidaknya diperiksakan dapat terlihat antara lain:

  • Adanya permasalahan pada makan atau tidur anak
  • Menolak untuk pergi kepada siapa pun kecuali orang tua atau pengasuhnya
  • Tidak merasa nyaman saat berpakaian
  • Jarang bermain dengan mainan
  • Menolak atau melawan saat diminta berpelukan
  • Tidak bisa menenangkan diri
  • Badannya lemah, mudah sakit, alergi, kaku, atau ada keterlambatan motorik
  • Tidak ada kontak mata
  • Tidak mengucapkan kalimat dengan benar
  • Tidak mampu berkomunikasi dua arah
  • Hanya memiliki kosa kata di bawah 50 kata

Jika anak dirasakan memiliki hambatan seperti di atas, maka seharusnya orang tua, guru PAUD dan TK, atau pun pihak seleksi penerimaan siswa baru sekolah dasar segera merujuk anak terkait kepada ahli yaitu psikolog anak dan psikolog pendidikan yang menangani anak kesulitan belajar ataupun anak berkebutuhan khusus.

Di sisi lain, seleksi masuk sekolah dasar adalah hal yang genting atau krusial dalam menentukan masa depan anak.  Hal ini menjadi penting karena anak yang diduga mengalami kesulitan belajar ataupun berkebutuhan khusus tersebut jika telah dideteksi sejak dini kepada ahli, maka dapat segera diintervensi atau ditindaklanjuti.  Tentu hal ini akan sangat membantu tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal dan pencapaian akademisnya pun menjadi lebih baik.

Terkait permasalahan di atas, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memberikan pelayanan “Deteksi Dini Anak Kesulitan Belajar dan Anak Berkebutuhan Khusus.”  Pelayanan ini ditujukan sebaiknya pada anak usia dini dan anak usia sekolah dasar.  Pelayanan yang diberikan berupa pengukuran fungsi psikologis melalui test kesulitan belajar dan fungsi neurobiologis dengan electroencephalography (EEG).

IMG_20170313_160727_908.jpg

Gambar di atas menunjukkan test fungsi psikologis (kognitif) atau test kesulitan belajar pada anak usia dini.  Test ini akan menunjukkan bagaimana fungsi psikologis anak terkait dengan proses belajar dan mengajar.  Pada test fungsi kognitif akan melihat potensi kecerdasan, kemampuan attention, konsentrasi, memory jangka panjang dan jangka pendek, analisa, sintesa, evaluasi, fleksibilitas berpikir, kreativitas berpikir, fleksibilitas berpikir, kreativitas berpikir, Verbal Fluency, Self Awareness, Self Concept, Self Regulation, dan lain-lain. Anak kesulitan belajar ataupun anak berkebutuhan khusus, biasanya terdeksi mengalami masalah dari fungsi-fungsi tersebut.

 

P_20170223_171320.jpg

Tes fungsi kognitif ini kemudian di konfirmasi dengan hasil EEG untuk melihat fungsi neurobiologis dari otak, misalnya kadar neurotransmiter dan aktivitas dari lobus-lobus di otak saat proses belajar dan mengajar dilakukan.  Gambar di atas adalah bagaimana proses pengukuran EEG dilakukan pada anak.

EEG Anak Normal vs Anak Kesubel Gambar di atas adalah hasil pengukuran EEG perbandingan antara anak kesulitan belajar dengan anak normal.  Terlihat anak kesulitan belajar mengalami masalah di neurokimia dan neurobiologisnya.  Warna aktivitas otak kearah biru menandakan fungsinya semakin baik, jika warnanya merah menandakan adanya masalah dari fungsi neurobiologisnya.

hasil eeg emotive Gambar di atas adalah hasil pengukuran EEG untuk mengetahui keseimbangan antara perasaan dan pikiran anak saat belajar.  Pengukuran ini dapat melihat sejauh mana kemampuan inhibition pada executive function pada anak.  Anak kesulitan belajar dan anak berkebutuhan khusus terbukti mengalami masalah di executive function, khususnya masalah inhibition.

Diharapkan dengan pengukuran dari fungsi kognitif dan dikonfirmasi dari fungsi neurobiologis akan mampu memberikan diaognosa yang kuat terhadap gangguan yang dialami.  Hal ini menjadi penting terhadap penentuan jenis dan frekuensi intervensi yang akan dilakukan seperti terapi wicara, sensori integrasi, atau metakognitif.  Selain itu, hal tersebut dapat memberikan informasi kepada orang tua bagaimana pola asuh, dukungan keluarga atau lingkungan kepada anak, ataupun strategi belajar yang dapat diterapkan di rumah.

*****

Informasi dan pendaftaran “Deteksi Dini Anak Kesulitan Belajar dan Kebutuhan Khusus” dapat menghubungi sdr. Agus (08561785391).

Buku Kupas Tuntas Masalah Anak Slow Learner

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu menerbitkan buku bertemakan anak slow learner dengan penulis kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.

Publikasi ini adalah rangkuman hasil penelitian di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

P_20170316_123254.jpg

 

Sitasi buku:

A. Melani. (2016). “Kupas tuntas masalah anak: slow learner (keterlambatan perkembangan fungsi bahasa dan bicara). Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Jakarta: 45 hlm.

Softcover spiral kawat. Harga Rp. 100.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Buku ini membahas masalah anak lambat belajar (slow learner) dan bagaimana intervensinya. Di buku ini dijelaskan secara gamblang bagaimana pendekatan neuropsikologi, neurosains, dan psikologi untuk menangani anak slow learner di rumah atau pun di sekolah.

Buku ini dapat menjadi pegangan bagi orang tua, guru, psikolog, mahasiswa pendidikan atau psikologi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, dan terapis anak kesulitan belajar atau anak berkebutuhan khusus yang menanganii anak slow learner (lamabat belajar).

Miliki buku ini dan ketahui lebih dalam bagaimana penanganan anak slow learner di rumah dan sekolah agar pencapaian akademisnya menjadi lebih baik.

Bab dalam buku:

  • Apa Yang Dimaksud Dengan Anak Yang Mengalami Slow Learner?
  • Mengapa Anak Slow Learner Memiliki IQ Yang Rendah?
  • Apa Saja Tahapan Proses Kognitif Yang Dapat Menghambat Fungsi Kognitif Pada Anak Slow Learner?
  • Apakah Masalah Slow Learner Bersumber Dari Masalah Neurotransmiter?
  • Apakah Masalah Neurontransmiter Pada Anak Slow Learner Membuat Anak Menjadi Sangat Sensitif?
  • Lemahnya Syaraf Vestibulocochlear (CN VIII) Sebagai Penyebab Lambatnya Proses Retrieval Pada Anak Slow Learner
  • Bagaimana Proses Pembelajaran Dapat Mendorong Terjadinya Proses Neuroplastisitas Di Otak Anak Yang Mengalami Slow Learner?
  • Apakah Obat Dan Fisioterapi Penting Di Berikan Pada Anak Yang Mengalami Slow Learner?
  • Apakah Anak Slow Learner Membutuhkan Remedial Di Sekolah?
  • Mengapa Terapi Metakognitif Pada Anak Slow Learner Dibutuhkan Setelah Anak Berhasil Melewati Terapi Wicara?
  • Terapi Metakognitif
  • Apakah Ada Komorbiditas Yang Dialami Anak Dengan Slow Learner?
  • Apa Saja Kualifikasi Observer Dalam Pengisian Skala Deteksi Masalah Anak Slow Learner.

 

Pemesanan dapat dilakukan ke Agus 08561785391 (wa/sms/telp)

HIPNOTERAPI PSYCHEDELIC UNTUK REMAJA DAN DEWASA

PSYCHOTHERAPY, HYPNOTHERAPY, PSYCHEDELIC THERAPY

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku.

Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.

Manfaat dari psikoterapi meliputi:

  • Membantu memahami diri sendiri termasuk nilai dan tujuan hidup
  • Mengajari untuk memiliki keterampilan dalam hidup yang sangat penting agar dapat meningkatkan hubungan pribadi mereka
  • Menolong untuk menemukan solusi yang dapat menangani masalah mereka
  • Menolong untuk mengerti masalah dan memahaminya dari sudut pandang yang berbeda

 

Hipnoterapi adalah jenis terapi mental, pikiran dan emosi serta perilaku yang dilakukan dalam keadaan hipnotis. Artinya, terapi ini mutlak menggunakan keadaan trance, yaitu keadaan gelombang otak  tetha di saat orang berada dalam alam bawah sadarnya. Kondisi ini kemudian diinduksikan agar kondisi alam bawah sadarnya dapat berubah sesuai dengan maksud dan tujuan dari terapi tersebut.   Hipnoterapi dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri adalah bagian dari Psikoterapi. Hipnoterapi adalah salah satu psikoterapi selain dengan terapi kognitif dan perilaku, terapi interpersonal, psikoanalisis, terapi kelompok dan macam-macam lainnya.

 Psikedelik (Psychedelic) adalah berasal dari bahasa yunani, yaitu “Psyche” (=mind) dan “Delos” (=manifest). Makna harfiah dari psikedelik adalah sebuah kondisi  manifestasi jiwa. Psychedelic therapy (terapi psikedelik)adalah terapi yang dilakukan dengan memvisualisasikan manifestasi jiwa dalam keadaan TRANCE atau hypnosis dengan penggunaan zat psikedelik.

psychedelic brain improvement

Gambar di atas mengilustrasikan perubahan otak dengan terapi pyschedelik. Bagian otak teraktifkan dan menjadi lebih baik.

MASALAH YANG DAPAT DIATASI

Terapi ini membantu mengatasi masalah :

Depresi dan Mood Swing;

Kegelisahan/Anxiety,;

Phobia (takut akan sesuatu);    

Alkoholisme/Adiksi/Kecanduan;

Krisis percaya diri/emosional;

Keharmonisan     pernikahan;

Obsessive Compulsive Disorder (OCD);

Post-traumatic Stress Disorder (gangguan kejiwaan setelah suatu kejadian);

Schizophrenia; 

Personality Disorder/Masalah Perilaku;

Bipolar;

Attentional Deficit Disorder

 

PENDAPAT AHLI TENTANG MANFAAT zat psikedelik

Meningkatkan IQ

Oscar Janiger, seorang psikiatris menyatakan    bahwa LSD dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas, sehingga meningkatkan IQ karena peningkatan imajinasi dan kreativitas erat kaitannya dengan kegiatan otak melakukan problem-solving.

 

Mengatasi Kecanduan

Minogue (1948) menyatakan bahwa LSD dapat mengobati kecanduan pada alkohol dengan kesuksesan mencapai 50%, yakni lima kali lebih besar dibandingkan terapi konvensional. Oleh karena itu, LSD digunakan untuk merawat pecandu alkohol, sedatif, opium, dan heroin.

 

Pasien Kanker

Pada tahun 2008-2011, dilaksanakan penelitian di Swiss mengenai penggunaan LSD untuk pasien kanker. Brown (2011) bahwa penelitian ini berhasil mengurangi tingkat stres pada pasien yang khawatir akan hidupnya yang tidak lama lagi. Bila dikaitkan dengan guncangan jiwa atau tingkat stres pada pasien kaker, maka LSD dapat membantu dalam menenangkan jiwa pasien kanker yang tertekan hingga menjadi stres yang dapat memicu kanker itu menjadi lebih ganas.

Penghilang Rasa Sakit

LSD sebagai analgesik ampuh menghilangkan rasa sakit dengan dosis rendah dan bertahan lama, seperti yang dikatakan oleh Karst (1967).

 

TAHAPAN TERAPI

  1. Konseling untuk mengetahui masalah/keluhan yang dialami.
  2. Melakukan pemeriksaan skala psikologi, skala depresi, dan tes eeg gelombang otak.
  3. Menentukan kebutuhan hipnoterapi.
  4. Melakukan hipnoterapi, setidaknya 3 jam.

Proses EEG

Gambar di atas adalah proses pengukuran gelombang otak untuk EEG sebagai acuan dalam diagnosa dan penerapan terapi hipnoterapi psychedelic.  Proses pengukuran EEG ini untuk melihat gelombang otak dan aktivitas lobus-lobus otak.

Alat EEG

Gambar di atas adalah alat-alat EEG yang digunakan untuk deteksi gelombang otak alpha, betha, tetha, dan delta.  Pengukuran dilakukan sekitar 40 menit dalam aktivitas berpikir seperti membaca, berhitung, dan melihat makna dari gambar.

hasil eeg neurotransmiter

Hasil pemeriksaan EEG untuk melihat neurobiologi, neurokimia , dan aktivitas lobus-lobus otak  yang dijadikan landasan terapi hipnoterapi psychedelic.

hasil eeg emotive

Hasil pemeriksaan emotive untuk melihat keseimbangan antara emosi dan pikiran yang dijadikan acuan dalam hipnoterapi psychedelic. 

 

JADWAL

Terapi dilakukan dengan perjanjian terlebih dahulu.

 

Catatan:

Peserta disarankan    untuk berpuasa/tidak makan setidaknya 3 jam sebelum sesi terapi.

 

BIAYA

Hanya 600.000  rupiah per sesi.

 

Untuk informasi dan perjanjian, silahkan hubungi WISNU (087786836624)

TERAPI KETERLAMBATAN BICARA, MEMBACA DAN MENULIS PADA ANAK BALITA

LATAR BELAKANG KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY)?
Orang tua seringkali mengabaikan keterlambatan bicara pada perkembangan awal usianya. Keterlambatan bicara atau yang biasa disebut speech delay mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami sesuatu, menulis, dan membaca. Pendapat ahli Gierut (Kumara, 2014) mengemukakan bahwa setidaknya 10% anak usia prasekolah mengalami masalah fonologi ketika berkomunikasi.

Keterlambatan bicara 1

Dari gambar di atas terlihat bahwa kemampuan bicara dan berkomunikasi mengawali kemampuan switching memory anak di dalam membaca dan menulis. Dari diagram di atas dapat terlihat apabila anak mengalami hambatan dalam kemampuan bicara, maka otomatis akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis pada saat anak memasuki usia sekolah.

Keterlambatan bicara 2

Seperti yang kita ketahui kemampuan bicara berbahasa dan komunikasi merupakan dasar terbentuknya hubungan social dengan dunia luar. Seorang anak akan dianggap siap memasuki dunia apabila dia dapat berkomunikasi dengan baik. Proses perkembangan kecerdasan anak hanya berkembang 80% hingga usia 8 tahun oleh sebab itu 8 kemampuan dasar seperti: bermain, bersosialisasi, emosional, berpikir, problem solving, perilaku, belajar, menulis, dan membaca harus dicapai anak pada usia 8 tahun. Keterlambatan intervensi yang dilakukan akan menyebabkan keterlambatan perkembangan otak pada tahap selanjutnya.

PENDAPAT AHLI TENTANG FUNGSI PERKEMBANGAN OTAK BAHASA

Piaget (1964) menjelaskan:
Tahapan perkeembangan otak bahasa pada anak balita.  Setiap batasan usia memiliki tugas tertentu yang akan mencapai fungsinya secara optimal. Ketika anak punya kemampuan bahasa, anak juga memiliki kemampuan bermetafora. Kemampuan bermetafora sejalan dengan berkembangnya kemampuan kognitif.

Berbahasa memiliki struktur yang kompleks dan dipelajari dari lingkungan
Kemampuan berbahasa tidak muncul secara alamiah, melainkan MELALUI PROSES INTERAKSI yang terus menerus.

Level perkembangan kognitif
Terbagi menjadi 2: Usia 0-2 tahun (masa sensori motorik) dan 2-6 tahun (masa pra-operasional).

Keterlambatan bicara 3.jpg

Pada masa sensori motorik, anak dapat merasakan sensitivitas pada anggota gerak dan panca indera. Pada masa pra-operasional, anak dapat membuat persepsi dan membuat perspektif secara simbolik pada dunia sekitarnya.

TEKNIK TERAPI WICARA DAN MEMBACA

TERAPI WICARA
Terapi wicara dilakukan dengan metode metakognitif yang ditujukan tidak hanya untuk membantu anak mengatasi masalah kemampuan motorik bicara, tetepi juga meningkatkan kemampuan self awreness anak, phonological, phonem awareness.

Kemampuan tersebut akan mempermudah proses pemanggilan memory secara otomatis sehingga anak akhirnya dapat berbicara dengan baik dalam waktu kurang lebih 6 bulan.

TERAPI MEMBACA
Terapi membaca dengan menggunakan metode metakognitif akan melatih tidak hanya kemampuan anak mengenali huruf dan kelancara membaca, tetapi juga kemampuan pemahaman. Seperti yang Kita ketahui, banyak sekali masalah anak dalam proses belajar diantaranya adalah ketidakmampuan anak memahami soal sehingga jawaban yang diberikan tidak tepat.

Masalah kemampuan membaca pada anak akan menjadi fokus utama apabila anak memasuki dunia sekolah. Di sekolah dasasr anak diharapkan dalam waktu 3 bulan sudah bias membaca buku bacaan dan dalam waktu 6 bulan anak sudah mampu memahami bacaan untuk kemudian dievaluasi dalam ujian sekolah.

Kemampuan membaca anak, sampai dengan kemampuan pemahaman membutuhkan waktu 6 bulan. Sehingga, anak akan menglami kesulitan belajar di sekolah dasar apabila saat masuk sekolah belum dapat membaca.

TERAPI MENULIS
Terapi menulis berkaitan dengan motorik halus untuk dapat mengkoordinasikan fungsi attentionnya dengan fungsi memory. Anak yang tidak dapat mempertahankan attention-nya pada umumnya sulit menulis dengan baik. Hal ini akan menjadi masalah pada saat anak memasuki dunia sekolah. Masalah kemampuan menulis akan menjadi indikator sejauh mana anak akan dapat mempertahankan attention-nya saat anak belajar

CIRI-CIRI ANAK DENGAN KETERLAMBATAN BICARA
Berikut tanda-tanda hambatan komunikasi pada anak:
• Tidak melakukan kontak mata
• Tidak mengucapkan kalimat dengan benar
• Tidak komunikasi dua arah
• Hanya memiliki kosakata di bawah 50 kosakata.

FREKUENSI & JADWAL
Terapi dilakukan seminggu 4 kali. Idealnya, Terapi berlangsung selama 12 minggu (setidaknya 3 bulan) dan dilakukan secara konsisten. Keputusan dan penjelasan berapa lama terapi dilakukan dapat dijelaskan saat konsultasi.

BIAYA
Hanya Seminggu 4 kali 800.000 rupiah per bulan*

Kontak Person
Agus (08561785391)
Muhbikun (082213386726)

Seminar Dyscalculia (Kesulitan Belajar Matematika)

poster-diskalkulia-batch-2

Ayo ikutan dan ketahui lebih dalam tentang Dyscalculia (Kesulitan Belajar Matematika). Bagaimana sumber penyebab dan telaah neurosains, yaitu neuropsikologi tentang kesulitan belajar Matematika hingga intervensinya…

Dyscalculia Facts

Public Campaiagn Dyscalucia5.jpg

“Number Sense” pada dasarnya mengacu kepada “fluiditas dan fleksibilitas dengan angka,” dari seorang siswa (Gersten & Chard, 2001). Dia  memiliki cita rasa apa artinya angka-angka, memahami hubungan antara angka yang satu dengan yang lain, mampu melakukan mental matematika, memahami representasi simbolik, dan dapat menggunakan angka-angka dalam berbagai situasi.  Ketahui lebih dalam kaitan “Number Sense” dengan Dyscalculia dalam seminar  Seminar “Introduction to Learning Disabilities & Neuropsychology

.

.

Seminar “Introduction to Learning Disabilities & Neuropsychology” ||Dyscalculia ||Sabtu, 25 Februari 2017|| Pembicara: Melani Arnaldi, M.Psi., Psi (Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Ahli Neuropsikologi Anak dan Pendidikan) || Cp. Agus (08561785391)

.

.

.

#dyscalculia #kesulitanbelajarmatematika #kesulitanbelajar #learningdisabilities #psikologi #psychology #childpsychology #psikologianak #neuropsychology #neurology #neurobiology #seminar #orangtua #parent #mahasiswa #KlinikPsikoneurologiHangLekiu