Homeschooling Internasional Untuk Anak Kesulitan Belajar

Kaplan

Pernah punya keinginan untuk  kuliah di luar negri? Kalau Kamu berminat Kamu bisa mendaftarkan ke Homeschooling Metakognisi International (HSMI). Sekarang HSMI sudah buka program untuk siswa yang tamatan SMP untuk mengikuti program SMA di HMSI selama dua tahun dan dilanjutkan 1,5 tahun di luar negri.

Program tersebut dilakukan secara intensif sehingga materi yang Kamu dapatkan di SMA HSMI dipadatkan dalam dua tahun. Di SMA HSMI Kamu diwajibkan menyelesaikan materi regular 30 % dan 70% materi dari Kaplan Bussiness School. Sehingga saat Kamu lulus dari SMA HSMI Kamu tetap bisa mendaftarkan di SMPTN.

Jika Kamu gagal lulus ke SMPTN, Kamu bisa langsung melanjutkan ke Bussiness Scool Kaplan  di Australia. Singkatnya dalam waktu kurang dari 4 tahun setelah tamat SMP, kamu bisa mendapatkan gelar Bachelor of Business dari Australia. Mudah kan?

Kemudahan lainnya kamu  sekolah SMA  di HSMI adalah jadwal waktu yang fleksibel untuk mengambil jadwal tutoring. Kamu bisa mengatur jadwal sekolah sendiri selama bersekolah di Indonesia, hanya saja 1 tahun terakhir Kamu harus home stay di luar negri untuk mengikuti kuliah dan ujian di Australia. Pastinya, sepulang dari sana Kamu tidak hanya diwisuda tetapi Kamu juga cepat mendapatkan pekerjaan.

Kemudahan lainnya, Kamu tidak usah khawatir dengan DO (Drop Out). Setiap siswa akan diberi kesempatan mengulang materi kuliah yang dinyatakan tidak lulus. Kamu bisa mengulang kembali di tahun berikutnya hanya dengan membayar uang ujiannya saja, simple kan? Pada prinsipnya asalkan Kamu memiliki semangat dan kesungguhan, pasti Kamu bisa lulus deh!. So, semangat Guys!

VISI DAN MISI

  • Efektif didalam menentukan waktu mengikuti tutorial ( on line dan kelas)
  • Didukung oleh program akademik, staff ahli dengan metode pembelajaran metakognisi.
  • Materi pembelajaran yang dipadatkan sesuai dengan minat siswa terhadap ilmu bisnis.
  • Melatih siswa secara interaktif sejak duduk di bangku senior high school untuk mempelajari materi ilmu bisnis bertaraf international.
  • Menghemat waktu pembelajaran. Dalam empat tahun , anak telah mendapatkan gelar Bachelor of Business dan siap masuk ke dunia kerja atau bisnis.
  • Melindungi siswa agar terhindar dari kemungkinan DO (Drop Out
  • Menghemat biaya.

 

MATERI

Kaplan Business School(2 years) SMU Reguler (2 years)
1.    Management

2.    Information & Tech.

3.    Accounting

4.     Economics

5.     Math.of Business

6.    Human Resource

7.    Psyc. Consumnt

8.    Marketing

9.    Leadership

1.    Matematika

2.    Bahasa Indonesia

3.    Bahasa Inggris

4.    Ekonomi

5.    Geografi

6.    Sejarah

7.    Sosiologi

Catatan: Bagi Kamu lulusan SMA dan sederajat, Kamu tetap bisa mengikuti program ini dengan masa tutoring 2 tahun dan kuliah 1 tahun di Australia.

For further information and private presentation, contact us at 087770003827 (Fajar) & 08561785391 (Agus).

TERAPI PSIKOLOGIS UNTUK KELUARGA (CBT KELUARGA)

Terapi Keluarga dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi dan psikologi yang teradi dalam keluarga

Terapi Keluarga dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi dan psikologi yang terjadi dalam keluarga

Kemajuan ilmu dan tekhnology terkadang berdampak buruk bagi perkembangan anak remaja. Tidak jarang masalah komunikasi kita temukan, diantaranya adalah masalah  psikologis akibat buruknya komunikasi antara remaja dengan dengan orang tua. Dalam masa perkembangan anak sering merasa gelisah akibat penyesuaian diri terhadap perubahan perkembangan. Anak sering kita temui, menangis dan sedih berkepanjangan, tidak semangat  belajar, menentang dan melawan orang tua. Apabila hal ini didiamkan, biasanya akan berkembanga kemasalah hubungan antar saudara. Anak cendrung menarik diri dan terkadang mencari perhatian di luar lingkungan sosialisasinya.

Oleh karena itu, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memberikan pelayanan terapi keluarga sebagai alternatif penyelesaian masalah psikologis di atas yang dialami oleh individu dan keluarga. Anak akan dihadirkan bersama anggota keluarga lainnya untuk diajak berkomunikasi secara terbuka. Anak diharapkan dapat merealisasikan masalahnya secara terbuka. Pada saat ini orang tua diharapkan juga dapat membuka diri untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.

Hal utama dari terapi keluarga adalah pemahaman  family system theory bahwa permasalahan individu harus dipahami dalam keluarga besar dan sistem lingkungannya, dimana hal ini akan menghasilkan kunci sukses dari pengobatan.  Terapi keluarga menghasilkan cara berpikir yang sistematis, rasional, dan kelompok strategi untuk intervensi dengan individu, pasangan, keluarga, dan sistem lainnya.

Anak akhirnya menyadari, bahwa dirinya merupakan bagian dari  sebuah keluarga besar. Menyadari bahwa kesuksesan dirinya merupakan hasil dari dukungan orang tua. Terapi keluarga berfokus pada  hubungan interaksi  dengan mempertimbangkan pengaruh biologis, lingkungan, dan budaya terhadap subjek atau klien.  Dengan memperbaiki pola ber[ikir, diperoleh  cara berpikir yang sistematik dan siap menghadapi hubungan yang lebih komplek dengan dunia luar.

Kesahatan mental berkaitan erat dengan dukungan dan perhatian keluarga terhadap individu.

Kesahatan mental berkaitan erat dengan dukungan dan perhatian keluarga terhadap individu.

Terapi keluarga adalah didasarkan kepercayaan bahwa keluarga adalah sebuah sistem sosial yang unik dimana dengan struktur dan pola komunikasi yang unik.  Pola-pola ini ditentukan oleh lingkungan tempat tinggal anak dalam suatu keluarga besar (kakek, bibi, dan paman).  Setiap keluarga membangun kepribadian sendiri, dimana hal itu sangat kuat dan mempengaruhi anggotanya (www.webmd.com). Terapi keluarga di dasarkan pada beberapa konsep sebagaimana:

  1. Penyakit pada satu anggota keluarga mungkin dapat berupa simptom dari masalah keluarga yang lebih besar. Jika salah satu anggota keluarga yang mengalami penyakit tidak diobati, kemungkinan  akan berlanjut dan mem[egaruhi anggota keluarga lainnya.
  2. Segala perubahan dari satu anggota keluarga akan mempengaruhi baik struktur keluarga dan setiap anggota keluarga lainnya (www.webmd.com).

Terapi keluarga sukses untuk mengobati perbedaan situasi yang berbeda dari keluarga, termasuk di dalamnya:

  1. Orang tua yang memiliki konflik di dalam hubungan keluarga.
  2. Anak yang memiliki masalah perilaku baik di rumah dan sekolah
  3. Anak atau remaja yang memiliki masalah dalam beradaptasi dengan teman sebayanya.
  4. Salah satu anggota keluarga memiliki gangguan psikologis dalam waktu yang panjang sehingga menyakiti orang lain.

Permasalahan psikologis pada remaja dan dewasa seperti gangguan emosional, manic-depp, depresi, gangguan perilaku, dan gangguan psikologis lainnya akan membaik karena adanya dukungan keluarga dan pemahaman keluarga yang tercipta melalui terapi keluarga.  Dukungan dan pemahaman dari keluarga sangat penting agar mereka merasa diterima dan dihargai sehingga kecemasan yang timbul berkurang.  Melalui terapi yang berkelanjutan dan intensif, sangat dimungkinkan penderita gangguan psikologis dapat produktif dan beraktivitas kembali secara normal.

Pelayanan terapi keluarga di Klinik Psikoneruologi Hang Lekiu dilakukan pada hari Senin – Sabtu, pada jam kerja.  Untuk informasi lebih lanjuta,  dapat menghubungi sdr. Agus di 08561785391.

Referensi

Doherty, W.J. & S.H. McDaniel. 2010. Family therapy. APA. Washington DC, 20002

http://www.webmd.com/balance/family-therapy-6301

Aktivitas Otak dan Pemberian Obat pada Pasien ADHD

Penelitian Rubia et al (2005) yang berjudul Abnormal Brain Activation During Inhibition and Error Detection in Medication-Naive Adolescents With ADHDmenggambarkan dengan rinci bagaimana aktivasi otak terkait dengan kemampuan inhibisi pada anak dan dewasa dengan ADHD dengan pemberian obat.  Secara implisit, penelitian ini menyinggung bahwa permasalahan inhibisi atau kemampuan untuk menahan respon dapat diperbaiki dengan intervensi psikologis.

Rubia et al (2005) menggambarkan bahwa pasien dengan ADHD dalam sejarah medis menunjukkan aktifasi otak yang tidak normal dibagian prefontal dan striatal  selama proses kognitif berlangsung. Penelitian sebelumnya menunjukkan pemberian  obat dalam jangka panjang masih menunjukkan aktivasi yang tidak normal terutama didalam memberikan respon inhibition pada kelompok anak dengan ADHD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian obat secara signifikan hanya dapat menekan aktivasi otak dibagian kanan yaitu bagian  prefontal cortex yang berkaitan dengan proses inhibition pada motorik. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivasi yang tidak normal pada bagian otak saat proses inhibition terjadi hanya merupakan  gangguan, jadi sifatnya bukan kerusakan yang permanen. Hasil penelitian ini menunjukan, besar kemungkinan gangguan tersebut diperbaiki dengan memberikan intervensi tapi tidak menggunakan obat.

Keberhasilan inhibisi atau menahan perilaku yang tidak diinginkan dapat dilihat dari penemuan penelitian yang memfokuskan bahwa proses penurunan aktivasi di bagian prefontal mencapai bagian dalam insula (substansia nigra untuk gerakan motorik) dan membatasi kerja di bagian lobus temporalis (bagian wernicke pedengaran). Analisa bahwa adanya masalah keterbatasan dibagian temporalis ini menunjukan kelemahan dalam fungsi pendengaran pada anak dengan ADHD.

Diantara bagian inferior prefontal dan anterior temporal ditemukan dismorpik bilateral pada anak ADHD yang diberikan pengobatan dan tanpa pengobatan. Foto emission tomography menunjukkan adanya reduksi aliran darah di bagian cerebral yang menekan di bagian inferior prefontal dan lobus temporal. Study dengan petscan pada pasien ADHD dewasa menunjukkan penurunan aktivasi di bagian lobus temporalis hemister kiri dan insula substansia nigra selama dalam proses working memory dan pengambilan keputusan (hal. 1071).  Kondisi ini menunjukkan bahwa dibagian insula substansia nigra, inferior prefontal dan anterior lobus temporalis sebagai bagian struktur otak dan fungsi yang tidak normal pada anak ADHD.

Hal ini menarik ketika pengamatan pada bagian otak yang tidak normal dapat diamati sebagai bagian proses inhibition pada anak ADHD. Bagaimanapun anak dengan ADHD masih menunjukkan masalah pada konsentrasi hingga dewasa, terutama saat di berikan pengetesan stop signal reaction times. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi untuk menekan aktivasi (inhibisi) dibagian tersebut.

Penelitian lain yang bertentangan dengan penelitian ini adalah reaksi yang ditunjukan bahwa dibagian kecil dari sub kortikal otak seperti basal ganglia sulit untuk diamati dengan MRI. Penjelasan pertama yang sebenarnya dapat dilihat dalam test blok desain ini adalah pengukuran kecepatan yang secara hipotesis menggambarkan adanya proses reduksi atau kelemahan pada bagian putramen dan caudate activation pada pasien ADHD. Penjelasan kedua menunjukkan bahwa aktivasi di bagian caudate tidak langsung berhubungan dengan respon motorik tapi lebih kepada fungsi kognitif lain yang tidak terkontrol di dalam tugas melakukan tes blok desain. Ada kemungkinan bahwa bagian basal ganglia pada anak ADHD tidaklah normal sehingga dibutuhkan pengobatan walaupun efek simulasi pada gambar MRI tidak begitu dapat terlihat.

Kegagalan proses inhibisi dapat dilihat dari proses aktivasi di bagian medial prefontal kortek dan anterior gyrus cingulated menunjukkan hubungan gagalnya inhibition saat diberikan tugas tes in go/no-go pada orang dewasa. Pada anak ADHD masalah inhibition terlihat pada bagian  tengah dari sistem attention. Dimana bagian prosterior cingulate adalah bagian yang berhubungan secara dinamis di bagian attention visual spasial. Bagian cingulate cortex juga menunjukkan adanya hubungan dengan attention dan motivasi, yang berhubungan dengan kesalahan dalam pengerjaan tugas.

Pada alat elektro fisiological menunjukkan adanya reduksi positif kesalahan pada bagian parietal dan oksipitalis pada anak ADHD sesudah membuat kesalahan di dalam sebuah stop task yang menginterpretasikan defisiensi evaluasi kesalahan respon karena adanya ketidak normalan aktivasi di bagian posterior dari otak. Dapat disimpulkan bahwa bagian anterior dan posterior cingulate mengalami reduksi pada pasien ADHD selama proses keterlambatan Motorik Terjadi.

Ditemukan adanya hubungan yang bertentangan, dimana reaksi negative terjadi pada bagian APC  saat proses pengambilan keputusan dan sebaliknya reaksi positif terjadi dibagian prefontal dan posterior cingulate dalam hubungannya dengan usia. Kondisi ini menunjukkan adanya keterlambatan kematangan pada anak dengan ADHD. Walaupun keterlambatan kematangan tidak dapat dikonfirmasikan sebagai masalah dalam studi ini karena tidak adanya hubungan positif yang berhubungan dengan pengaruh usia.

Pada anak dengan ADHD terlihat hubungan negatif dengan perilaku inpulsif dan ketidaknormalan syaraf  pada proses inhibition saat diberikan tugas mendeteksi kesalahan. Ditunjukan bagian otak yang tidak normal dan membutuhkan pengobatan medik pada pasien ADHD. Dapat disimpulkan bahwa abnormalitas pada bagian otak dapat diidentifikasikan dengan melihat performance  saat anak melaksanakan tugas. Anak ADHD dapat dianggap menjadi suatu hal yang patologis dan membutuhkan obat di dalam proses inhibition.

 Referensi 

Rubia, K., A. B. Smith, M.J. Brammer, B. Toone, , E. Taylor. (2005). Abnormal Brain Activation During Inhibition and Error Detection in Medication-Naive Adolescents With ADHD. The American Journal of Psychiatry: Jun 2005; 162(6):1067-75

Terapi Musik Untuk Penyembuhan Psikologis

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Setiap orang pasti suka musik meski dengan genre berbeda-beda.  Jazz, clasic, pop, ataupun dangdut memiliki nuansa yang disukai setiap individu. Namun disisi lain, musik juga memiliki kekuatan penyembuhan secara psikologis, misalnya menurunkan stress, depresi, dan anxiety.  Oleh karena itu dikembangkanlah terapi musik untuk penyembuhan psikologis.

Terapi musik adalah pelayanan kesehatan yang didirikan di mana musik yang digunakan dalam hubungan terapi untuk mengatasi kebutuhan fisik, emosi, kognitif, dan sosial individu. Setelah menilai kekuatan dan kebutuhan masing-masing klien, terapis musik yang berkualitas memberikan perlakuan yang ditunjukkan termasuk membuat, menyanyi, pindah ke, dan / atau mendengarkan musik. Melalui keterlibatan musik dalam konteks terapi, kemampuan klien diperkuat dan ditransfer ke area lain dari kehidupan mereka. Terapi musik juga menyediakan jalan untuk komunikasi yang dapat membantu bagi mereka yang merasa sulit untuk mengekspresikan diri dengan kata-kata. Penelitian di terapi musik mendukung efektivitas dalam banyak bidang seperti: rehabilitasi fisik secara keseluruhan dan memfasilitasi gerakan, meningkatkan motivasi masyarakat untuk menjadi terlibat dalam pengobatan mereka, memberikan dukungan emosional bagi klien dan keluarga mereka, dan memberikan jalan keluar bagi ekspresi perasaan (American Music Therapy Association).

Musik memiliki kualitas nonverbal, kreatif, struktural, dan emosional. Ini digunakan dalam hubungan terapi untuk memfasilitasi kontak, interaksi, kesadaran diri, belajar, ekspresi diri, komunikasi, dan pengembangan pribadi (Music Therapy Association Ontario)

Penelitian Jaakko Erkkilä , Marko Punkanen , Jörg Fachner , Esa Ala-Ruona , Inga Pöntiö , Mari Tervaniemi, MaunoVanhalaChristian Gold menggambarkan bahwa  terapi musik individu dikombinasikan dengan perawatan standar menjadi  efektif untuk penanganan depresi di antara orang-orang usia kerja. Hasil penelitian ini bersama dengan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terapi musik dengan kualitas tertentu adalah perangkat tambahan yang berharga untuk praktik pengobatan yang ditetapkan. Dalam artikelnya yang berjudul “Individual music therapy for depression: randomised controlled trial” menunjukkan bahwa individu dengan perawatan standar disertai terapi musik memperlihatkan perbaikan yang lebih besar dibandingkan dengan individu yang hanya melakukan perawatan standar.  (Erkkilla et al, 2011).

Proses terapi musik dapat bekerja untuk memulihkan, mempertahankan, dan  atau mempromosikan mental, fisik, emosional, dan  atau kesehatan rohani dari semua orang di seluruh jangka hidup dan berfungsi secara berkelanjutan (termasuk mereka yang memiliki gangguan berat dan melemahkan kognitif, neurologis, perilaku dan / atau gangguan emosi seperti yang digariskan dalam DSM-IV-TR) (Music Therapy Association Ontario).

Selain itu seperti yang kita ketahui bahwa anak kebutuhan khusus secara potensial memiliki keterbatasan kecerdasan verbal. sehingga terapi musik juga akan mendorong anak agar dapat mengembangkan kecerdasan musik sebagai bekal kehidupan di masa depan (sebagai guru atau pemain musik dengan bakat profesional).

Oleh karena itu, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memberikan pelayanan terapi musik yang terbukti mampu memberikan pengaruh positif secara psikologis. Terapi musik berlangsung selama satu jam, dimulai dengan session meditasi memusatkan kosentrasi dengan hipnosis musik selama 15 menit. Setelah itu anak mulai berlatih musik selama 40 menit, latihan musik kemudian  diakhiri dengan mendengarkan dan menonton pertunjukan musik klasik selama 10 menit untuk memberikan inspirasi dan memotivasi bakat yang ada.

Dengan bantuan terapis dan ahli neuropsikologi, siswa terapi musik akan di tinjau perkembangan mentalnya melalui konseling CBT dan alat EEG. Harapan untuk memperdalam keterampilan bermusik dapat terwujud sekaligus sebagai pelepasan atau release emosi mereka.  Alat musik yang digunakan untuk terapi piano, key board atau gitar yang disediakan sebagai sarana terapi.

Tidak hanya sebagai sarana terapi, peserta  terapi musik yang berbakat akan dipersiapkan untuk ujian sekolah musik agar dapat  memperoleh bersertifikat dan melanjutkan ke jenjang sekolah musik yang lebih tinggi (Yamaha/YPM).

Terapi musik dilakukan dengan frekuensi seminggu dua kali dengan durasi satu jam dengan  biaya Rp.800.000,- per bulan atau frekuensi 1 kali seminggu dengan durasi satu jam dengan biaya Rp.500.000,- per bulan

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut info terapi musik dapat menghubungi:

Muhbikun 085813985500

Wisnu 087770003827

Agus 08561785391

Referensi

Music Therapy Association Ontario. http://www.musictherapyontario.com/page-1090464. Diakses 28 Februari 2015.

American Music Therapy Association. http://www.musictherapy.org/about/musictherapy/. Diakses 28 Februari 2015

Jaakko Erkkilä, Marko Punkanen, Jörg Fachner, Esa Ala-Ruona, Inga Pöntiö, Mari Tervaniemi, MaunoVanhalaChristian Gold. 2011. Individual music therapy for depression: randomised controlled trial. The British Journal of Psychiatri. 31 Juli 2011. DOI: 10.1192/bjp.bp.110.085431

FISIOTERAPI UNTUK KESULITAN BELAJAR

Penanganan kesulitan belajar juga dapat dilakukan dengan fisioterapi.  Fungsi fisiologi tubuh khususnya syaraf  pusat dan tepi  dapat dioptimalkan dengan bantuan fisioterapi.  Terlebih pada kasus hambatan kognitif, misalnya slow learner, learning disability, keterlambatan bicara, gangguan sensoris, gangguan motorik halus dan kasar, adhd, Pdd nos dan autisme. Fisioterapi dapat diberikan sejak bayi usia dua minggu sampai dengan usia dewasa.

Klinik psikoneurologi menyediakan fasilitas fisioterapi, seperti:

tens 6 chanel

tens 6 channel, untuk motorik halus dan kasar.  

Tens atau yang dikenal dengan transcutaneus electricanervestimulation (TENS) berfungsi untuk kasus adanya rasa nyeri, kelemahan otot, dan keterbatasan lingkup gerak sendi yang ternyata mempengaruhi motorik halus anak saat menulis.  Kondisi ini harus diperbaiki agar kemampuan motorik halus anak dapat segera terkondisi sedini mungkin sebelum anak memasuki usia sekolah yang menuntut aktivitas motorik halus yang lebih intensif.  Kekuatan otot tulang belakang untuk menyangga anak duduk saat belajar yang memakan waktu sekitar empat jam membutuhkan kekuatan otot yang baik.  Masalah pada kekuatan otot tulang belakang juga bisa berdampak pada kemampuan anak untuk bisa mempertahankan konsentrasinya saat belajar.  Biasanya gangguan ini dialami oleh anak ADHD/hiperaktif yang memang tidak melalui proses merangkak pada saat bayi.  Sehingga otot tulang belakangnya kurang kuat untuk mempertahankan duduk saat belajar lebih lama.

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

infra merah, untuk rangsangan syaraf di batang otak.  

Alat infra merah ini berguna untuk memperbaiki motorik karena adanya fungsi syaraf dan otot yang lemah, terutama gangguan pada syaraf tepi, radang selaput otak, sumbatan di selaput otak akibat virus maupun karena kelainan fungsi perkembangan yang menyebabkan gangguan pergerakan motorik anak.  Dengan cara memberikan panas dibagian kepala, leher, dan punggung.  Tujuan terapi ini agar anak memiliki kekuatan otot dan sendi-sendi tulang belakang dan tulang leher yang baik saat duduk berkonsentrasi belajar.

ultrasound

ultra sound untuk motorik halus dan jari.  

Ultrasound digunakan untuk penurunan nyeri tangkuk dan motorik halus seperti tangan dan jari-jari. Melepaskan perlengketan dan gumpalan di leher akibat adanya pembengkakkan otot yang tertarik. Semua fungsi ini berperan aktif saat seseorang melakukan konsentrasi atau mempertahankan duduk dalam waktu yang lama.  Pada kasus anak dengan kesulitan belajar, motorik halus seperti jari-jari ada yang memiliki hambatan di dalam aktivitas menulis sehingga tulisannya menjadi kurang rapi dan cenderung tidak dapat dibaca.  Fisioterapi ini dilakukan secara rutin tiga kali seminggu selama enam bulan, akan menunjukkan perbaikan yang signifikan pada motorik halusnya.

Microwave diathermy

Microwave Dia thermy

Microwavve  diat hermy juga dapat membantu memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jariangan lunak, dan mempercepat penyembuhan radang.  Pada kasus anak kesulitan belajar sering mengalami gangguan pada tulang belakang seperti rasa sakit, spasme otot, kekakuan jaringan lunak yang seharusnya diperbaiki dengan fisioterapi agar konsentrasi belajar dapat dicapai dengan baik.  Pada anak dengan kasus kesulitan belajar gangguan sensori motorik jadi masalah karena adanya gangguan pada batang otak atau tulang belakang yang menyimpan banyak syaraf. Oleh sebab itu perbaikan sedini mungkin pada kasus tersebut akan membantu proses perkembangan sensori integrasi motorik dengan lebih baik.

thermal untuk tulang belakang.  Alat ini  mampu memberikan kekuatan energi pada tulang belakang dengan memberikan radiasi gelombang panas pada frekuensi tertentu.  Pada sebagian orang khususnya anak yang mengalami cerebalpalsi mengalami gangguan tulang belakang.

Nebulizer, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Nebulizer, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

nebulizer utk terapi paernapasan yang mengalami gangguan kosentrasi dan memori kesulitan belajar.

Alat ini adalah alat untuk melancarkan pernapasan karena gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, ataupun asma bisa mengganggu paru-paru.  Kondisi ini mempengaruhi suplai oksigen ke otak, yang apabila berlngsung terus menerus akan mengganggu konsentrasi dan memori.  Oleh sebab itu, beberapa kasus gangguan pernapasan akibat alergi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan kesulitanbelajar apabila tidak segera ditangani.

20150227_134224

EEG

Alat eeg untuk latihan menstabilkan emosi.

Adalah jenis fisioterapi untuk orang yang mengalami manik depresif, depresi, dan obsesif kompulsif yang menyerang usia anak-anak. Kecenderungan anak yang sulit mengontrol  emosinya pada ssaat dewasa akan memberikan pengaruh pada kemampuan konsentrasi pada saat belajar.  Dengan menggunakan alat EEG, anak dapat mengntrol sendiri ambang batas emosi yang dimilikinya dan cara mengatasi perasaan emosi itu yang berupa mood untuk menjadi lebih baik dengan kekuatannya sendiri.

 

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

alat elektroakupuntur

Fisoterapi ini mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan kecerdasan.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun  tidak menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.  Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan kecerdasan.

Penelitian yang dilakukan oleh Tian YPQi RLi XLWang YLZhang YJi THou CYWang LJ. dalam artikel ilmiahnya yang berjudul “Acupuncture for promoting intelligence of children–an observation on 37 cases with mental retardation” memberikan gambaran bagaimana teknik akupuntur mampu meningkatkan kecerdasan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi selama empat minggu, anak yang dilakukan terapi akupuntur terjadi peningkatan IQ yang lebih baik dibandingkan kontrol.

mekanisme perjalanan elektromagnetik di dalam otak, dijelaskan sebagai bentuk perangsangan syaraf atau neuron di otak. Proses pembelajaran melibatkan penguatan pengkondisian neurons jika dilakukan secara terus menerus. Penguat neurons menyebabkan terbentuknya synapse yang menghubungkan sirkuit saraf (dendrite) dengan sirkuit saraf yang menghubungkan tanggapan (axon). Synapse ini kemudian akan meneruskan sinyal  ke bagian inti sel syaraf melalui sel piramida untuk melakukan depolarisasi (percabangan) menjadi sejumlah axon. Proses ini akan meransang pembenatukan sinapsis karenaa elektro akupuntur melalui dua bentuk ransangan long term depression (LTD) dan long term potensial (LTP). Keduanya merupakan sirkuit neuron yang memperkuat proses terbentuknya synapse melalui proses associative. LTP  akan merangsang reseptor AMPA dan NMDA didalam dendrite ( Carlson 2010, hal 454)

Sinapsis

Gambar 1. Long-term Potentiations  dalam Carlson, N.R. (2010). Physiology of Behavior. Boston : Allyn & Bacon hal 446)

Dalam setiap bagian dendrite dibutuhkan sejumlah neurotransmitter untuk memperkuat jalannya proses. Neurontransmitter yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah hormon dopamine. Badan sel dari sistem yang paling penting dari neuron dopaminergik terletak di bagian ventral tegmental. Bagian ini yang akan meransang akson untuk kemudian memproyeksikan  inti sel di bagian prefrontal cortex, dan amygdala (Carlson , 2010). Studi microdialysis menunjukkan bahwa pemberian penguat (reinforcement) secara  alami ataupun buatan dapat merangsang pelepasan di accumbers inti pada manusia untuk menghasilkan dompamine yang berguna dalam proses pembelajaran (Carlson, 2010 hal .446-449).

Dalam penelitian lainnya, peneliti menemukan bahwa akupunktur dapat “secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa dan kemampuan sosial adaptif.” Penelitian ini mendokumentasikan bahwa usia bukan faktor. 4 sampai 6 tahun kelompok usia ditingkatkan dan 2 sampai 3 tahun kelompok usia meningkat sama. Prinsip kulit kepala pengobatan akupunktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah “mendapatkan kembali kesadaran dan membuka lubang tersebut.” Sebuah studi yang sama menyimpulkan bahwa kulit kepala akupunktur dikombinasikan dengan terapi bahasa “memiliki efek signifikan positif pada perkembangan bahasa pada anak-anak dengan autisme.” Masih dalam studi lain , 12 kunjungan akupunktur menggunakan elektro-akupuntur meningkatkan fungsi pada anak dengan autisme. Elektro-akupunktur menyebabkan perbaikan dalam pemahaman bahasa dan kemampuan perawatan diri untuk anak-anak di double-blind,, percobaan ini acak, sham dikontrol klinis akupunktur untuk pengobatan gangguan spektrum.

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:

Muhbikun 085813985500

Diana 085693621369

Agus 08561785391

Referensi

Acupuncture enhances IQ-New discovery. http://www.healthcmi.com/Acupuncture-Continuing-Education-News/1196-acupuncture-enhances-iq-new-discovery#sthash.24pCjnuz.dpuf

Allam H, ElDine NG, Helmy G. Scalp acupuncture effect on language development in children with autism: a pilot study. J Altern Complement Med. 2008 Mar;14(2):109-14.

Huang, J. B., H. F. Cao, J. Hu, L. H. Liu, Z. Wang, and H. Lin. “Clinical research on children mental retardation treated with acupuncture.” Zhongguo zhen jiu= Chinese acupuncture & moxibustion 33, no. 8 (2013): 682.

Carlson, N.R. (2010). Physiology of Behavior. Boston : Allyn & Bacon.

Tian YP1Qi RLi XLWang YLZhang YJi THou CYWang LJ. Acupuncture for promoting intelligence of children–an observation on 37 cases with mental retardation. Journal  of Traditional  Chinese Medicene. 2010 Sep;30(3):176-9.

Wong VC, Chen WX. Randomized controlled trial of electro-acupuncture for autism spectrum disorder.  Altern Med Rev. 2010 Jul;15(2):136-46. Department of Paediatrics and Adolescent Medicine, Queen Mary Hospital, The University of Hong Kong, Hong Kong, China.

Zhongguo Zhen Jiu. 2011 Aug;31(8):692-6. Treatment of autism with scalp acupuncture. Li N, Jin BX, Li JL, Liu ZH. Neuro-Rehabilitation Department, Nanhai Women and Children Hospital Affiliated to Guangzhou University of CM, Guangdong, China.

TERAPI PSIKOLOGI UNTUK REMAJA: MENINGKATKAN SELF-AWARENESS, SELF-REGULATION, DAN MOTIVASI BELAJAR

Melani Arnaldi dan sessi konseling  (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melani Arnaldi dan sessi konseling serta CBT (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Masa  remaja merupakan masa  “kritis dan badai”, karena  adanya perubahan fisik  yang  tidak  diikuti dengan  perkembangan emosi. Hal tersebut menyebabkan remaja mudah terjeremus ke perilaku negatif (FKUI, 2000).  Secara biologis  perkembangan otak mereka belum berkembang sempurna, yang berakibat pada psikologis emosional remaja, yang kadang  bersikap seperti  anak-anak dan kadang  bersikap dewasa (Lewis, 2002). Remaja belum mempunyai kemampuan dalam  membaca dan memahami emosi dari dalam dirinya ataupun orang lain. Perubahan biologis  dan psikologis remaja  berpengaruh pada  kontrol diri, penilaian, emosi, dan pengaturan diri yang disebut dengan  fungsi eksekutif (American Bar Association, 2004). Dalam hal ini pengaruh biologis hormonal, yaitu  kortisol dikaitkan dengan sistem limbik khususnya  respon amygdala dapat merangsang impulsivitas yang menyebabkan perilaku agresivitas remaja laki-laki.

Hal ini sering kali menimbulkan masalah pada individu remaja dimana terjadi konflik antara orang tua, atau pun lingkungannya seperti sekolah.  Perilaku buruk dan pembangkangan dapat muncul sebagai akibat kurangnya kontrol diri dari remaja.  Perilaku ini muncul dapat berupa manifestasi seperti hilangnya motivasi belajar, tidak pedulii terhadap lingkungan di rumah atau sekolah, bahkan hingga tindakan kriminalitas.  Oleh karena itu pada remaja yang memiliki masalah di atas perlu dilakukan penanganan secara intensif.

Salah satu cara intervensi atau terapi psikologi untuk remaja yang sesuai untuk permasalahan ini adalah dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT).  CBT adalah pendekatan yang intensif, sesi yang pendek, dan berorientasi kepada masalah.  CBT dirancang untuk menjadi cepat, praktis, dan beorientasi kepada tujuan serta menghasilkan individu dengan keterampilan jangka panjang untuk membuat mereka tetap sehat. (Rector, 2007).   Fokus dari CBT adalah di  sini dan saat ini, dimana permasalahan terjadi pada individu dalam kehidupan sehari-hari.  CBT membantu individu untuk melihat bagaimana mereka menginterpretasikan dan mengevaluasi apa yang terjadi  disekitar mereka serta efek dari persepsi pada pengalaman emosional mereka.  (Rector, 2007).

Cognitive behavioral therapy atau CBT adalah tipe konseling umum (psychoterapy).  Melalui CBT, pasien akan berinteraksi dengan konselor (Psychotherapsit atau therapis) dalam sesi yang terstruktur, dimana menghadiri sejumlah sesi terapi yang terbatas.  CBT membantu dapat membantu remaja menjadi aware (peduli) terhadap pemikiran yang negatif atau tidak sesuai dengan diri dan lingkungan.  Hal ini membuat kita lebih berani dalam menghadapi situasi dan meresponnya dengan cara yang efisien.  CBT dapat menjadi alat yang sangat membantu dalam menangangi gangguan mental atau penyakit mental, seperti kecemasan dan depsresi.  CBT dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu setiap orang belajar bagaimana menangani situasi dari kehidupan yang membuat diri kita stress. (Mayoclinic.org).

Keadaan hipnosis untuk memperbaiki gangguan emosional, seperti trauma yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan juga strategy coping bagi individu

Sesi CBT dilakukan dalam keadaan relaks dan nyaman bagi remaja dan keluarga (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Remaja yang sehat secara mental adalah ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik.  Seiring pertumbuhan usia, maka pertumbuhan mental juga harus tumbuh kembang dengan baik.  Hal ini dapat dilihat dari adanya self-awareness,  dan self-regulation yang baik dari remaja.  Dimana mereka peduli terhadap diri dan tuntutan dari lingkungannya baik orang tua dan sekolah. Perwujudan ini nampak dari adanya motivasi belajar yang baik serta mampu mengendalikan diri dan mematuhi aturan yang ada di dalam keluarga ataupun masyarakat, misalnya sekolah.

Melalui sesi terapi CBT yang dilakukan di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mampu meningkatkan self-awareness, motivasi belajar, dan self-regulation pada remaja yang mengalami masalah psikologis.  Sesi CBT yang dilakukan oleh terapis dalam arahan Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., dilakukan dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan.  Remaja dan orang tua disatukan dalam sesi sehingga permasalahan dalam keluarga maupun anggota keluarga dapat dipecahkan dan hubungan menjadi harmonis kembali.  Komunikasi yang tadinya tertutup dan tersendat, dapat menjadi lancar di dalam keluarga.  Keharmonisan ini adalah sebagai fondasi bagi remaja karena sudah meningkatnya self-awareness, dan self-regulation dalam diri mereka sehingga motivasi belajarnya pun meningkat.

Informasi seputar CBT untuk remaja, dapat menghubungi Sdr. Agus (08561785391) atau Ibu Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., (0818788488).

Daftar Pustaka

American Bar Association. (2004). Adolescent Brain Development And Legal Culpability. Washington DC

Mayoclinic. http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/basics/definition/prc-20013594

Lewis, M. (2002). Child and Adolescent Psychiatry: A Comprehensive Textbook.  Lippincott Williams and Wilkins.

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Bagian Psikiatri FKUI / RSUPN-CM, “UP DATE” Psikiatri Anak.(2000). Universitas Indonesia: Jakarta

Rector, N.A., (2010).  Cognitive behavioral therapy: an information guide. Center of Addiction and Mental Health: Canada.

TEKNIK SCRIPTING SEBAGAI RUMINATION PADA ANAK DISKALKULIA DENGAN TIPE INHIBITION

Melani Arnaldi dan Supra Wimbarti

 

Melani Arnaldi

Melani Arnaldi

Masalah kesulitan belajar matematika sering menjadi masalah yang ditakuti orang tua sejak anak duduk di bangku sekolah dasar. Anak umunya melihat materi pelajaran matematika sulit, karena  menuntut  sejumlah tahapan proses kognitif, seperti kosentrasi, memori, pemahaman, analisa, sintesa, evaluasi dan kreativitas (Arnaldi, 2011). Dehaene (2011) dalam buku “The Number sense”  menjelaskan bagaimana masalah Diskalkulia pada akhirnya dimasukan kedalam masalah kesulitan belajar yang bersifat sementara, dalam arti  latihan secara prosedural dapat memperbaiki masalah Diskalkulia. Pada umumnya masalah “sulit” dan “perasaan cemas” di saat pertama kali seorang anak belajar matematika dapat berubah menjadi perasaan mudah saat anak mengikuti banyak latihan. Kondisi ini menjelaskan mengapa kemampuan latihan dapat memperbaiki masalah Diskalkulia, mekanisme apa yang terjadi dan bagaimana menjelaskannya dari sudut pandang neuropsikologi.

Dehaene (2011)  menjelaskan bahwa sense terhadap matematika telah dimiliki seorang anak sejak lahir atau dikenal dengan istilah “ Number sense”. Digambarkan bahwa bayi berusia 6 bulan sudah dapat mengenali bentuk,  mengenali penambahan dan pengurangan pada sekelompok benda. Pada saat balita  kemampuan tersebut berkembang menjadi lebih kompleks, seperti kemampuan mengenali banyak atau sedikitnya jumlah sekelompok benda  (magnitude), mengurutkan angka (numberline) dan melakukan penjumlahan angka secara berurutan berkisar dari angka 2 sampai 10. Kemampuan  ini menunjukan bahwa sense terhadap angka telah berfungsi secara kognitif dan akan berhubungan dengan fungsi kognitif lainnya. Sejumlah bagian yang terlibat dalam kemampuan angka seperti  wernick, cerebral korteks, prefrontal korteks, bangsal ganglia akan mempengaruhi kemampuan berhitung seorang anak (Dehaene, 2011).

Bedasarkan masalah tersebut, akhirnya Dehaene  (2011)  membagi masalah kesulitan belajar matematika  menjadi tiga tipe, tipe pertama berkaitan dengan kemampuan verbal, tipe kedua berkaitan dengan kemampuan visual persepsi, tipe ketiga berkaitan dengan masalah inhibition. Masalah pertama dan kedua berkaitan dengan masalah biologik yang  secara genetik telah ada sejak kelahiran  (Dehaene, 2011. Hal.274). Masalah ini bermula dari adanya lesi di bagian parietal yang sangat berkaitan dengan kemampuan berhitung. Kerusakan pada bagian ini menyebabkan anak tidak memiliki sense terhadap angka. Biasanya masalah pada bagian ini  tidak  berdiri sendiri, seringkali mengalami kormorbid dengan gangguan lainnya seperti, disleksia, disgraphia, dementia, dipraksia (Ardilla dan Roselli, 2002). Untuk itu masalah kesulitan belajar matematika tipe tersebut seringkali sulit di tangani dan menjadi masalah hambatan fungsi yang serius dikemudian hari.

Kondisi masalah berbeda dengan tipe ketiga, karena dikaitkan dengan masalah  inhibition dalam executive function. Masalah ini banyak kita temui sebagai masalah kesulitan belajar pada anak di sekolah umum dan menjadi tipe gangguan yang bersifat sementara. Masalah yang tampak jelas terjadi pada kasus anak dengan tipe hiperaktif (ADHD). Anak dengan ADHD di kenal memiliki masalah inhibition sehingga menjadi masalah attention dan cendrung impulsive. Menurut Douglas (2005) masalah inhibition pada executive function pada akhirnya ajan menggangu working memory, karena berhubungan dengan kemampuan  executive process . Kemampuan executive process  berperan dalam kemampuan seleksi, memelihara kosentrasi dan kemampuan switching dengan bagian otak lainnya. Kontrol inhibition di bagian prefrontal korteks berawal di bagian amigdala, sehingga erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang (Carter, 1009).  Dijelaskan dalam scan MRI  bagaimana Executive Function terlihat seperti sinyal (difuse order) yang sifatnya murni sebagai psychological sense dan berfungsi untuk mengholding informasi dalam mind (Stuss dan Aleksander, 2011). Oleh sebab itu kondisi psikologis seperti depresi terbukti dapat mempengaruhi  proses kontrol inhibition dalam working memory (Joorman & Gotlib 2010).

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.   Terapi Anak Kesulitan Belajar, salah satunya yang mengalami hambatan matematika (Diskalkulia)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.
Terapi Anak Kesulitan Belajar, salah satunya yang mengalami hambatan matematika (Diskalkulia)

Depresi dapat diterjemahkan sebagai  suatu kondisi yang terjadi akibat stress yang berlangsung secara terus menerus. Dapat dilihat bagaimana kondisi anak yang mengalami kesulitan belajar matematika akan mengalami depresi jika tidak segera ditangani. Keadaan depresi jelas akan mengganggu proses inhibition (Joorman & Gotlib, 2010). Masalah inhibition akan mempengaruhi  kemampuan attention dan comprehension (Anderson Damasio Dan Tranell dalam Stuss & Aleksander, 2000). Anak yang mengalami masalah inhibition akan menjadi lemah dalam fungsi consciousness awareness. Padahal fungsi consciousness awareness sangat penting didalam proses retrieval dalam memori (Baddeley,2000). Proses retrieval dalam memori  merupakan bagian explicit didalam membentuk  strategi procedural (Ashcraft dalam Price et al, 2013). Oleh sebab itu masalah kesulitan belajar matematika tipe inhibition dapat merujuk pada ketidakmatangan strategi procedural yang dimiliki anak sehingga kemampuan matematika terlihat buruk secara performance (Mazzocco etal, dalam price etal, 2013).

Sebenarnya banyak sekali strategi prosedural yang diperkenalkan pada anak  yang mengalami Diskalkulia, seperti program computer “Number world” yang diperkenalkan Griffins (2004) atau program “Big Math for Little Kids” yang diperkenalkan oleh Greenes, Ginsburg, Balfanz (2004). Program ini hadir dalam bentuk aktivitas bermain, cerita, bentuk, pola, logika reasoning, pengukuran, operasi angka, ruang. Masalahnya program tersebut kurang efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan numeriositiy pada anak yang mengalami kesulitan belajar matematika tipe inhibition.

Secara mekanisme kesulitan belajar matematika dengan tipe inhibition  menunjukan kelemahan dalam kemampuan attention. Dalam kenyataanya kemampuan attention diproses didalam dua bagian yang berbeda di dalam otak. Bagian pertama kemampuan attention yang berada di bagian lobus frontalis dan Bagian kedua kemampuan attention yang berada di bagian girus angularis. Kedua proses  bagian ini menghasilkan fungsi yang berbeda, kemampuan inhibition di bagian lobus frontalis berkaitan dengan proses inhibition pada executive function yang dikaitkan dengan kondisi psikologis, sedangkan bagian girus angularis berkaitan dengan kemampuan strategi asosiasi secara visual dan tidak berkaitan dengan kondisi psikologis. Dalam kenyataannya fungsi di dibagian girus angularis memiliki peran yang sama pentingnya dengan bagian lobus frontalis, seperti fungsi perkembangan bahasa, number processing, spatial cognition, memory retrieval, attention dan theory of mind (Ramachandran & Hubbard, 2003).

Proses kognitif yang terjadi di bagian girus angularis merupakan proses scripting (asosiasi visual) yang penting  digunakan untuk membantu proses retrieval dalam memori. Kemampuan ini  erat kaitannya dengan tugas consciousness awareness. Consciousness awareness merupakan  bentuk dari Self awareness yang digunakan untuk memilh strategi saat dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan Self awareness berperan penting dalam membentuk strategi rumination pada anak yang mengalami kesulitan belajar matematika. Rumination disebut juga sebagai “recycling thought” yaitu gaya dari proses berpikir yang digunakan untuk membantu inhibition bila dihadapkan pada  hal yang sulit (Nolen-Hoeksema dalam Joorman & Gotlib, 2010). Anak yang terbiasa di ajarkan strategi belajar secara otomatis akan memiliki self awareness dalam menghadapi berbagai soal. Hanya saja anak yang mengalami gangguan inhibition jelas akan menggunakan strategi yang berbeda. Masalah inhibition membuat anak lemah dalam kemampuan attention di bagian lobus frontalis sehingga fungsi attention di bagian penglihatan. Fungsi attention dibagian penglihatan dikenal dengan sebutan proses scripting.

Dijelaskan bahwa ketika anak kesulitan belajar matematika mengalami  depresi, secara otomatis dia akan melakukan proses rumintation. Pada saat ini anak akan menggunakan tehnik scripting sebagai tehnik procedural dalam berhitung. Anak yang sering dilatih kemampuan tehnik procedural akan memiliki self awareness yang baik jika dihadapkan pada soal matematika yang sulit. Self awareness dalam hal ini merupakan bagian intergal dari directive esecutive Function, yang memiliki peran kendali psikologis seperti passion yang menimbulkan perasaan senang (mood positif) saat berhasil menggunakan tehnik scripting tersebut secara berulang. Terdapat dua macam tehnik prosedural scripting (asosiasi visual) yang dapat dilatih pada anak kesulitan belajar matematika antara lain  adalah tehnik asosiasi visual (mnemonic) dan tehnik visual spasial (sketch-pad). Kedua tehnik ini terbukti dapat membantu kemampuan visual semantik dalam memori jangka panjang (Baddeley, 2012 hal 11).

 

Daftar Pustaka

Ardilla, A. Roselli. M (2002) Acalculia and Discalculia.Neuropsycholoogi review vol. 12 no.4

Arnaldi, Melani. (2011). Cognitive process to parameter assessment learning disability of children. Procedia Social and Behavioral Science. 29, 170-178.

Baddeley,A.(2000).The Episodic buffer: a new component of working memory. Trends in cognitive science vol.4,No.11, November 2000.

Carter, Rita (2009) Human Brain . Dorling Kindersley limited, China

Dehaene. S.(2011) The Number sense.Oxford University press

Douglas, V.I. (2005). Cognitive deficit in children with attention deficit hyperactivity disorder: a long term follow-up. Canadian Psychology/Psychologie cannadienne. 46:1, 23-31

Griffin S (2004). Building Number sense with number world: a Mathematics progam for young children. Early childhood research Quarterly 19 173-180

Joorman.J & Golib.I.H (2010). Emotion regulation in Depression:Relation to cognitive inhibition.Cognition and Emotion 281-298

Price G.R, Mazzoco M.M, Ansar D. (2013) Why Mental Arithmatic counts: Brain Activation during single digit Arithmatic Predicts High School Math Scores. DOI:10.1523/JNEUROSCI.2936-12.2013

Ramachandran, VS. Hubbard, EM,(2003) The phenomenology of synaesthesia, journal of consciousness studies, 10, No.8,.pp 49-57

Stuss,D. & M.P.Alexander (2000).Executive Functions & Frontal Lobus : a conceptual view. Psychological research.63,289-298

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.