Pelayanan Pendidikan Inklusi Terlengkap di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Anak Berkebutuhan Khusus dan Pelayanan Inklusi

inklusi

Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di pendidikan inklusi perlu pendampingan dalam bentuk terapi yang berkelanjutan. Keterbatasan yang dimiliki anak bukan menjadi penghalang dalam memperoleh pendidikan, namun perlu penyesuaian terhadap hambatan yang dimiliki. Pendampingan ini tidak hanya disekolah namun juga dalam bentuk terapi. Melalui terapi yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, diharapkan mereka mampu meningkatkan keterampilan dalam pendidikan formal inklusi yang diambil.

Anak berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.

Salah satu pelayana inklusi yang diberikan adalah kepada anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang.  Anak berkebutuhan khusus tersebut adalah anak dengan autisme, cerebral palsy, dyslexia, ADHD, down syndrome, borderline intellectual.

Pendidikan inklusi adalah bentuk pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar. Pengertian pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidik an bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah regular ( SD, SMP, SMU, dan SMK) yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar maupun berkesulitan belajar lainnya.

Oleh karena itu pelayanan pendidikan inklusi diharapkan tidak hanya memberikan materi akademis saja, namun juga memberikan pelayanan terapi. Pelayanan yang terintegrasi antara pendidikan akademis dan terapi diharapkan akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak lebih baik.

Pelayanan Sekolah Inklusi Di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

20161102_122540

Pelayanan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu bekerjasama dengan PKBM Metakognisi menyelenggarakan pendidikan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus seperti borderline intellectual, down syndrome, dyslexia, dan autism. Pendidikan inklusi ini terintegrasi dengan pelayanan terapi yang diberikan kepada anak sesuai dengan jenis gangguan yang dialami.

Melalui pendidikan dan pelayanan terapi yang terintegrasi ini, anak berkebutuhan khusus akan mendapatkan dokumen akademis seperti raport dan ijasah . Mereka akan diikutsertakan dalam ujian kesetaraan yaitu Paket A (setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Pelayanan pendidikan ini akan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan individu.

Pemeriksaan dan Terapi

IMG_20170313_160727_908

Pemeriksaan fungsi psikologi dari anak berkebutuhan khusus (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Disisi lain, anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan pemeriksaan yang lengkap untuk mengetahui sumber gangguan. Diagnosa yang tepat berdasarkan pemeriksaan yang akurat akan sangat mendukung keberhasilan dan efektivitas terapi yang dilakukan.

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya meliputi faktor psikologis semata. Namun juga faktor fisik atau fisiologi tubuh anak perlu diperhatikan juga. Pemeriksaan yang dilakukan di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu adalah pemeriksaan fungsi psikologi dengan test kesulitan belajar dan fungsi neurobiologi melalui EEG (elektroensefalografi). Jika dirasakan perlu adanya pemeriksaan lanjut, maka akan dirujuk untuk pemeriksaan MRI atau pencitraan otak yang lebih lengkap. Hasil pemeriksaan lengkap ini akan menentukan jenis terapi apa saja yang perlu dilakukan. Adapun terapi yang dilakukan antara lain adalah terapi neurofeedback, terapi metakognitif, fisioterapi, sensori integrasi, dan computer interaktif.

Pemeriksaan lengkap ini penting untuk melihat fungsi luhur atau system syaraf pusat atau otak yang terpengaruh akibat masalah berkebutuhan khusus ini. Dari pemeriksaan tersebut akan dilihat sejauh mana fungsi otak yang dapat dioptimalkan melalui terapi yang dilakukan. Oleh karena itu pemeriksaan dan terapi sejak dini atau dibawah 5 tahun dari anak berkebutuhan khusus akan memperbaiki fungsi otak lebih optimal.

Pemeriksaan dan terapi medis untuk anak berkebutuhan khusus di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dilakukan dengan bekerjasama dengan RSPAD Gatot Subroto dan Klinik Biosel Belmont. Pemeriksaan berupa MRI dan juga intervensi medis seperti akupuntur laser dan terapi sel punca (stem cell) dilakukan di kedua instansi tersebut. Intervensi medis dilakukan untuk memperbaiki struktur sel yang rusak atau terpengaruhi akibat masalah berkebutuhan khusus sehingga fungsi fisiologi dan psikologi nya akan terperbaiki.

Terapi Neurofeedback

Proses EEG

Terapi neurofeedback untuk melatih keseimbangan antara pikiran dan perasaan (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Terapi neurofeedback diberikan untuk melatih keseimbangan antara pikiran dan perasaan anak. Anak yang mengalami gangguan emosi kurang mampu mengendalikan pikiran dan perasaannya, sehingga perlu dilatih dengan neurofeedback dengan alat bantu EEG (elektroensefalografi). Neurofeedback adalah sejenis biofeedback yang mengukur gelombang otak untuk menghasilkan sinyal yang bisa dijadikan umpan balik untuk mengajarkan pengaturan fungsi otak sendiri.

Neurofeedback biasanya diberikan dengan menggunakan video atau suara, dengan umpan balik positif untuk aktivitas otak yang diinginkan dan umpan balik negatif untuk aktivitas otak yang tidak diinginkan. Pada pelatihan neurofeedback di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, individu akan dihubungkan dengan perangkat EEG melalui Bluetooth dengan beberapa aplikasi untuk melatih fokus atau meditasi. Contohnya adalah pelatihan dimana individu harus “fokus” atau “bermeditasi” untuk mencapai suatu tujuan.  Pelatihan ini akan mengukur dan melatih mental individu dari gelombang otak yang diolah oleh aplikasi neurofeedback. Pelatihan ini melatih kemampuan individu dalam mempertahankan keseimbangan antara emosi dan pikirannya dalam keadaan sadar.  Hal ini terlihat bagaimana menyeimbangkan antara meditasi dan fokus pada saat yang bersamaan.

Terapi metakognitif.

Jpeg

Terapi metakognitif untuk melatih keterampilan metakognitif anak (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Intervensi atau terapi metakognitif adalah latihan untuk melibatkan kemampuan belajar, menyimpan, dan memanggil informasi dan melibatkan kemampuan belajar, ketrampilan organisasi dan manajemen waktu, ketrampilan test tasking, ketrampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Solanto et al., 2010). Dalam praktek penerapan metode metakognisi adalah sebagai berikut.  Anak akan diberikan pengetahuan tentang tujuan penggunaan metode tersebut, yaitu bagaimana mengendalikan proses kognitif dan aplikasinya dalam situasi belajar nyata (Smith & Strick, 1999).  Intervensi metakognitif dapat diberikan kepada anak dengan pemberian makna bahwa kapasitas kognitif anak sama seperti orang dewasa. Terapi metakoognitif yang dilakukan dengan metode MMI.

Tahapan Melani’s Metacognition Intervention (MMI) Untuk Terapi Anak Kesulitan Belajar yaitu dengan tida teknik terapi psikologi. Intervensi Metakognitif bekerja dengan pendekatan tiga teknik terapi psikologi (Client-centered Therapy, Behaviouristic Therapy, dan Metacognitive Therapy).   Metode Metakognitif menggunakan pendekatan belajar seperti pada sekolah umum yaitu membaca, menulis dan menceritakan kembali. Untuk mencapai target dari intervensi (perubahan dalam kognitif, emosional, dan perilaku), dibutuhkan media buku cerita dengan tema sosial intelegensi yang didalamnya menceritakan mengenai tentang cara berempati, bersimpati, ketulusan, pengorbanan, kekeceawaan, kesedihan, keceriaan dan lain-lain.

Fisioterapi

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

Fisioterapi elektroakupuntur (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Fisoterapi ini mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan  sensitivitas tactil.  Fisioterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan akupuntur listrik atau elektro akupuntur.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun tidak  menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.

Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu  meningkatkan sensitivitas tactil, social initiation, receptive language, motor skills, coordination, dan rentang perhatian. Berdasarkan penelitian, alat ini dapat secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa, dan  kemampuan sosial adaptif.

 

Terapi Sensori Integrasi

Jpeg

Terapi sensori integrasi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Bagi anak berkebutuhan khusus yang masih mengalami gangguan perilaku dapat diperbaiki dengan terapi sensori integrasi. Hal dikarenakan anak berkebutuhan khusus seperti autis, mengalami masalah sensory processing disorder atau sensory integration dysfunction. Sensori integrasi adalah proses saraf yang melibatkan penerimaan, pengelompokkan, dan evaluasi dari informasi indrawi melalui modalitas seperti penglihatan dan pendengaran, serta memproduksi respon adaptif melalui impuls saraf yang disalurkan kepada saraf motorik. Oleh karena itu anak yang mengalami masalah sensori integration dysfunction atau sensori processing disorder memiliki masalah dalam penerimaan, pemerosesan, dan merespon informasi dari lingkungan.

Semua informasi yang kita terima tentang dunia, datang melalui sistem indera atau sensori. Karena banyak proses sensorik terjadi di dalam sistem saraf pada tingkat tidak sadar, kita biasanya tidak menyadarinya. Meskipun kita semua terbiasa dengan indra yang terlibat dalam rasa, bau, penglihatan, dan suara, namun kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa sistem saraf kita juga merasakan sentuhan, gerakan, gaya gravitasi, dan posisi tubuh.

Sama seperti mata yang mendeteksi informasi visual dan menyampaikannya ke otak untuk interpretasi, semua sistem sensorik memiliki reseptor yang mengambil informasi untuk dirasakan oleh otak. Sel di dalam kulit mengirimkan informasi tentang cahaya, sentuhan, rasa sakit, suhu, dan tekanan. Struktur dalam tubuh mendeteksi gerakan dan perubahan posisi kepala. Komponen otot, sendi, dan tendon memberi dan kesadaran akan posisi tubuh.

Anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan perilaku mengalami masalah penginderaan tersebut. Hal ini berakibat kepada perilakunya yang sering tidak sesuai dengan tuntutan dari lingkungan. Melalui terapi sensori integrasi ini, penerimaan, pemerosesan, dan respon tubuh dari anak dilatih agar sesuai dengan konteks yang ada.

Interaktif Komputer.

CD interaktif

Pelatihan interaktif komputer (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melalui pelatihan interaktif computer, anak berkebutuhan khusus dilatih pemahaman konsep pelajaran dengan mudah. Proses pelatihan ini menggunakan media audio visual yang melatih konsep dan pemahaman materi pelajaran secara konkret dari gambar dan animasi yang ditampilkan. Proses belajar bagi anak menjadi mudah dan sesuai dengan keunikan individu sehingga memunculkan motivasi dalam belajar.  Pelatihan yang diberikan dengan meningkatkan kemampuan visual perception anak  dari media audio visual.

Untuk informasi dan pendaftaran pelayanan inklusi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dapat menghubungi sdr. Agus (08561785391 wa/sms/telp). (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

 

 

Iklan

DETEKSI DINI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DILIHAT DARI KARAKTER PSIKOLOGI ANAK

BNN 1

Seminar BNN “Generasi Milenial vs Narkoba, Langkah Cerdas untuk Membesarkan Anak yang Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba”. Acara ini diselenggarakan di Pomelotel, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 April 2018. (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Penyalahgunaan narkoba adalah permasalahan yang perlu menjadi perhatian bagi orang tua. Anak perlu diawasi dan dibimbing dengan baik agar mereka tidak terkena dampak pengaruh penyalahgunaan narkoba dari lingkungan. Pengaruh narkoba perlu diwaspadai dan datang dari lingkungan seperti pergaulan, sekolah atau pendidikan, lingkungan rumah, dan lainnya.

Anak yang bermasalah cenderung mudah untuk terjerumus penyalahgunaan narkoba. Dalam menghadapi anak yang bermasalah, orang tua perlu waspadanya dengan menjalin komunikasi yang baik. Oleh karena itu masalah komunikasi dengan anak akan berdampak pada hubungan orang tua dan anak. Akibat dari hal ini adalah kurangnya mengetahui karakter anak; kurangnya menyampaikan nasehat dalam saat yang tepat; kurangnya strategi berkomunikasi; kurangnya perhatian; kurang tegas terhadap anak; kurang dapat memberikan aspirasi harapan menuju cita cita.

Hal ini dijelaskan oleh Dr. (candt). Melani Arnaldi, S.Psi., M.Psi., Psi. Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu saat diseminasi atau seminar yang diadakan oleh Badan Narkoba Nasional (BNN). Acara tersebut berupa Bedah Modul dengan tema “Generasi Milenial vs Narkoba, Langkah Cerdas untuk Membesarkan Anak yang Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba”. Acara ini diselenggarakan di Pomelotel, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 April 2018.

BNN 2

Seminar BNN yang dihadiri anggota organisasi wanita dan lembaga swadaya masyarakat yang aktif dalam pemberdayaan perempuan (seperti: Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra, Bhayangkari, Tim PKK, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau, dll, Rabu, 10 April 2018 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Lebih lanjut Melani Arnaldi menjelaskan jika anak sudah mengalami masalah penyalahgunaan narkoba, maka anak akan mudah kembuh atau relaps. Hal ini terjadi karena 1) Perubahan pada struktur otak; 2) Adanya karakter melankolins 3) Kurangnya wawasan, self-awareness pada lingkungan; 4) Kurangnya pendidikan strategi memecahkan masalah; 5) Kurangnya pendampingan orang tua; 6) Perasaan sepi dan hampa; 7) Adanya Delusi dan Halusinasi; 6) Adanya Waham.

Namun di sisi lain perlu juga diwaspadai karakter anak yang berpotensi menyalahgunakan narkoba. Sifat karakter yang berpotensi mengalami penyalahgunaan narkoba yaitu karakter melankolins. Karakter tersebut jika tidak didampingi pengasuhan orang tua yang baik saat mengalami konflik dalam diri serta di lingkungan akan berpotensi mengalami masalah. Masalah tersebut dapat berujung kepada penyalahgunaan narkoba.

Di lain hal, ada karakter bawaan yang berpotensi dalam penyalahgunaan narkoba. Karakter tersebut memang mengalami gangguan perkembangan secara psikologis, antara lain ADHD, Conduct Disoder (CD), Manic-depressive (Bipolar Disorder), dan Oppositional Defiant Disorder (ODD). Ketika potensi karakter bermasalah ini bertemu dengan konflik yang terjadi pada individu, maka dapat berakibat kepada distorsi kognitif. Cara berpikir yang negatif atau bermasalah ini cenderung berpotensi dalam membuat kondisi yang ada menjadi lebih komplek. Oleh karena itu, jika orang tua sudah mengetahui anak mengalami masalah karakter bawaan ini sejak dini harus segera berkonsultasi kepada ahli seperti psikolog agar mengetahui bagaimana menghadapi anak tersebut dalam proses tumbuh kembangnya. Informasi ini penting karena anak yang bermasalah ini juga perlu penanganan yang serius dengan terapi psikologis. Jika tidak ditangani sejak dini dengan terapi dan pola asuh yang terstruktur terkait gangguan yang dialami, maka besar kemungkinan anak akan mengalami masalah penyalahgunaan narkoba.

CBT.JPG

Proses Terapi CBT dapat memperbaiki pola pikir, perasaan negatif, dan perilaku yang buruk  (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Untuk menangani masalah penyalahgunanaan narkoba harus dilakukan secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan intervensi medis serta psikologis pada individu. Salah satu intervensi psikologi yang dapat dilakukan adalah dengan terapi CBT. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki pola pikir individu agar dapat menurunkan tingkat depresi dan perilaku yang bermasalah. CBT adalah mencari hingga memodifikasi atau merubah pola-pola dari berpikir seseorang dimana dipercaya untuk berkontribusi kepada masalah-masalah yang dihadapi oleh individu. Terapi CBT berpusat pada diri sendiri yang sifatnya nondirectif, tetapi karena teknik ini diadaptasi sesuai dengan budaya di Indonesia teknik ini kemudian dikombinasikan dengan teknik metakognitif agar proses konseling lebih terarah.   Terapi medis yang dapat dilakukan untuk memperbaiki fisiologi dan sturktur neurobiologis yang rusak akibat narkoba antara lain adalah dengan cara memperbaiki hormonal, detoksifikasi, memperbaiki inflamasi di otak, memperbaiki sel yang rusak dengan terapi sel punca (stem sel), dan akupuntur laser.

Pendidikan Inklusi di PKBM Metakognisi dan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

inklusi.JPG

Setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk mendapatkan akses kepada pendidikan (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan ruang pendidikan bagi anak berkeutuhan khusus dalam bentuk sekolah inklusi. Hal ini penting untuk memberikan pelayanan atas hak asasi invidu dalam memperoleh akses pendidikan, terlepas mereka mengalami kekurangan. Di sisi lain anak yang mengalami gangguan perkembangan, seperti autisme, cerebral palsy, mental retardation, borderline intellectual functioning juga harus diakomodir kebutuhan pendidikannya melalui sekolah inklusi.

Hal ini penting, karena pendidikan merupakan pintu gerbang untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Anak berkebutuhan khusus juga perlu mendapatkan keterampilan dasar yang diperoleh di institusi pendidikan seperti membaca, berhitung, dan pengetahuan lainnya agar mereka dapat survive di kehidupannya. Keterampilan tersebut diperoleh di pendidikan dasar dan menengah, yaitu tingkatan SD, SMP, dan SMA. Dimana pada tingkatan ini juga diajarkan anak untuk melatih kemampuan berpikir seperti logika, pemahaman, analisa, sintesa, kreativitas berpikir, dan komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pendidikan sekolah dalam bentuk pelayanan inklusi. Pelayanan yang diberikan nantinya materi belajar akan disesuaikan dengan kemampuan anak. Namun dengan pelayanan inklusi ini, anak akan memperoleh ijasah dimana dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal ini juga penting bagi anak untuk memperoleh kecapakan hidup serta administrasi kependudukan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

20161102_122602[1]

Pembelajaran di PKBM Metakognisi dibawah supervisi Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu pada tingkatan SMP (Paket B) dan tingkatan SMA (Paket C) (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu bekerjasama dengan PKBM Metakognisi memberikan pelayanan pendidikan inklusi kepada anak kebutuhan khusus dan kesulitan belajar. Anak dengan autisme, mental retardation, borderline intellectual functioning, cerebral palsy dan masalah perkembangan lainnya dapat memperoleh pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Pelayanan pendidikan ini berupa sekolah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

Pelayanan pendidikan inklusi ini terintegrasi dengan terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan di bawah naungan PKBM Metakognisi dan pelayanan intervensi atau terapi dari Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu terjadi secara parallel serta terintegrasi. Sehingga diharapkan anak akan terpenuhi hak pendidikannya serta tetap menjalani terapi dalam satu atap.   Hal ini mempermudah dalam koordinasi antara terapis dengan guru, serta pengawasan terhadap perkembangan anak.

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan PKBM Metakognisi membuka pendaftaran siswa baru bagi anak berkebutuhan khusus. Siswa dengan autisme, mental retardation, borderline intellectual functioning,   cerebral palsy, dan masalah perkembangannya lainnya dapat mendaftarkan diri untuk belajar dan sekaligus menjalani proses terapi di PKBM Metakognisi dan Klinik Psikoneurologi Hang lekiu. Pendaftaran dibuka dari 1 April – 1 Agustus 2018. Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi sdr. Agus (08567185391 WA/SMS/Telp).

Launching Biosel Belmont Clinic & Klinik Tumbuh Kembang Bayi, Balita, serta Daycare Cabang Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

Perkembangan masalah atau gangguan psikologis tidak hanya dilakukan terapi secara psikologis. Pada beberapa gangguan dapat juga dilakukan treatment secara medis. Di latar belakangi dengan perkembangan terkini tersebut, maka pada tanggal 18 Februari 2018 diadakan launcing pembukaan Biosel Belmont Clinic, di Apartment Belmont Residence, Tower Athena, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

IMG-20180218-WA0005

Launching Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180218-WA0010

Foto bersama staf Biosel Belmont Clinic beserta tamu, Prof. Dr. Mutia Hatta (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Biosel Belmont Clinic memberikan beberapa pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus seperti anak dengan autism dan anak dengan cerebral palsy. Pelayanan yang diberikan berupa terapi imun serta terapi sel punca (stem cell). Pelayanan ini berada dalam supervise dari Prof. Dr. Med. Fred Frandrich dari Jerman.  Beberapa paten yang dimiliki oleh beliau dan terdaftar di United States Patent and Trademark Office (USPTO) adalah dalam terapi sel punca.

IMG-20180218-WA0011.jpg

Foto bersama staf dan pemilik Klinik Psikoneurologi dan Biosel Belmont Clinic dengan Prof Dr. Med. Fred Fandrich (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada acara pembukaan ini juga sekaligus pembukaan cabang Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dengan pelayanan day care serta klinik tumbuh kembang anak serta balita di Tower Athena, Apartment Belmont Resideng. Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu memiliki fasilitas yang sama antara lain ruang terapi metakognitif, ruang sensori integrasi, ruang terapi bermain, dan ruang assessment.

IMG-20180220-WA0020

Ruang Terapi Metakognitif (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180217-WA0003

Ruang Terapi Bermain (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180217-WA0004

Ruang Terapi Sensori Integrasi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180217-WA0006

Ruang Terapi Bayi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180217-WA0007

Ruang Play Ground (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180217-WA0009

Ruang Terapi Belajar (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada acara tersebut dilakukan juga demo alat serta fasilitas yang ada di Biosel Belmont Clinic dan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu. Beberapa demo yang dilakukan antara lain pelayanan terapi sensori integrasi, terapi metakognitif, terapi neurofeedback, terapi bermain, dan treatment medis. Para tamu dan undangan selain melakukan demo uji treatment, juga melakukan tinjauan terhadap fasilitas yang tersedia di klinik.

IMG-20180220-WA0002

Ruang treatment Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0003

Ruang treatment Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

IMG-20180220-WA0004

Ruang Test Psikologi Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0005

Ruang Konseling dan Rapat Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0007

Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0008

Ruang Konsultasi Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0009

Lobi  Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0010

Lobi Biosel Belmont Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0012

Lobi  Biosel Belmont Clinic(Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

IMG-20180220-WA0013

Ruang Treatment Biosel Belmont  Clinic (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

(Agus/Klinik Psikoneurologi Hang lekiu)

TERAPI METAKOGNITIF UNTUK SISWA TINGKATAN SMA

Kasus kesulitan belajar di tingkatan SMA memiliki tantangan yang besar. Hal ini dikarenakan tidak hanya masalah intelegensi yang menjadi tantangan, namun juga materi pelajaran di sekolah formal Indonesia yang cukup berat dan banyak. Tercatat di sekolah formal berkurikulum nasional, siswa tingkat SMA minimal memiliki 12 mata pelajaran. Oleh karena itu, tantangan yang dihadapi ini membutuhkan pendekatan yang dapat mengatasi permasalahan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa serta tantangan kurikulum.

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengembangkan terapi metakognitif untuk anak kesulitan belajar yang dirancang oleh Melani Arnaldi dan dipublikasikan pada International Conference on Educational and Educational Psychology (ICEEPSY) pada tahun 2011 di Turki. Melani Arnaldi menjabarkan parameter proses kognitif yang dapat digunakan untuk mengukur dan intervensi anak kesulitan belajar. Paramater ini diterapkan di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dalam proses terapi dan pelatihan bagi siswa kesulitan belajar.

Cognitive Process

Parameter Proses Kognitif Melani dalam mengukur dan intervensi untuk anak kesulitan belajar (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada tingkatan SMA, siswa sudah harus mampu melakukan evaluasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Tahapan ini adalah tahapan pada tingkatan mahir dimana siswa di tingkatan SMA akan dipersiapkan ke perguruan tinggi ataupun dunia kerja

Pada tahapan evaluasi, siswa dilatih dalam kemampuan melakukan penilaian dari sejumlah pemahaman yang telah diperoleh. Penilaian tidak hanya berkaitan dengan pengujian sejauh mana seseorang telah menguasai informasi agar lebih tepat memecahkan masalah. Dalam tahapan ini seseorang harus memiliki tidak hanya kemampuan dasar dalam berpikir tetapi juga strtagei dalam berpikir. Karena strategi berpikir akan membantu kecepatan seseorang di dalam melakukan evaluasi. Dalam hal ini pelatihan ditujukan untuk menghilangkan unsur subyektifitas sehingga memiliki obyektivitas dalam berpikir, karena kemampuan evaluasi merupakan proses pengujian kemampuan diri yang dapat dinilai juga oleh orang lain (Reynold, miller & weiner, 2009).

Bloom (Krathwol, 2001) membagi evaluasi dalam dua tahap, yaitu: Checking dan critique. Checking adalah kemampuan mendeteksi ketidakonsistenan atau fallacies di dalam proses atau produk, menentukan apa saja process atau product memiliki konsistensi internal. Mendeteksi keefektifan prosedur yan dapat diimplementasikan. Dengan mengkoordinasikan, mendeteksi, memonitoring dan testing. Critiquing berguna untuk mendeteksi ketidak konsistenan antara produk dan criteria eksternal, menentukan prosedur untuk memberikan sebuah problem.

Pada tahapan creativity atau kreativitas kreatifitas tidak hanya membutuhkan suatu kemampuan kognitif tetapi juga afektif. Kemampuan kognitif yang tinggi meliputi memori, berpikir kritis, berpikir deduktif, analogi dan inferensi. Kemampuan afektif yang tinggi meliputi perasaan nyaman untuk mengembangkan rasio, perasaan, intuisi dan sensing yang membutuhkan hubungan intimitas yang kondusif bersama orang disekelilingnya. Kemampuan afektif antara lain adalah Rasio, Perasaan, Intuisi dan Sensing. Kombinasi kognitif dan afektif sangat penting karena sifat dari kreatifitas itu sendiri, yaitu original, psikodelik dan iluminatif.

 

Merangkum SMA

Proses Pelatihan dan Intervensi Metakognitif pada Siswa Tingkat SMA (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Taksonomi Bloom (Anderson & Krathwol, 2006) menggambarkan dengan jelas proses kreatifitas berpikir, yaitu Generating, Planning dan Producing. Generating adalah kemampuan untuk mengumpulkan sejumlah hipothesis, pengalaman dan pengetahuan yang relevan. Dengan mengumpulkan fakta, teori dan fakta nyata. Planning adalah kemampuan membuat perencanaan dan kerangka kombinasi dari sejumlah hipothesis diatas menjadi suatu rangkaian hubungan atau kombinasi atau alternatif baru. Producing adalah kemampuan membuat suatu keputusan dari sejumlah alternatif di atas yang telah diuji untuk menghasilkan suatu produk baru yang sesuai dengan kebutuhan situasional.

Merangkum SMA-2

Pelatihan dan Intervensi Metakognitif pada Siswa Tingkatan SMA (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Berdasarkan uraian di atas, siswa tingkat SMA harus mampu melakukan evaluasi dan kreatifitas berpikir terhadap materi pelajaran yang diberikan. Mereka harus mampu melakukan checking dan critique materi pelajaran di tahapan evaluasi. Pada tahapan kreativitas berpikir mereka juga harus mampu melakukan generating, planning, dan producing dari materi pelajaran. Proses ini dilakukan siswa dengan merangkum materi pelajaran dan mempresentasikan di depan audiens. Hal ini selain melatih evaluasi dan kreativitas berpikir, juga melatih kepercayaan diri, verbal fluency, dan keterampilan berkomunikasi.

Presentasi SMA-1

Presentasi Siswa Tingkatan SMA pada Pelatihan dan Intervensi Metakognitif (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pada akhirnya dengan menerapkan pelatihan metakognitif pada tahapan evaluasi dan kreativitas berpikir, siswa tingkatan SMA tidak hanya menuntaskan materi pelajaran atau bacaan dari buku teks. Namun mereka juga mampu mengaplikasikan materi pelajaran di kehidupan sehari-hari (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

PELATIHAN OTAK TENGAH DENGAN NEUROFEEDBACK

Pelatihan otak tengah adalah terapi yang digunakan untuk membantu mengenali emosi individu dan bagaimana cara untuk mengekspresikan emosinya dengan baik.  Hal ini dilakukan melalui proses pelatihan keseimbangan antara perasaan dan pikiran dengan melatih konsentrasi individu. Individu yang mengalami masalah perkembangan otak tengah akan berdampak kepada perkembangan emosi. Pelatihan ini salah satunya dengan menggunakan alat neurofeedback.

Proses EEG

Pelatihan Neurofeedback untuk keseimbangan emosi dan pikiran atau pelatihan otak tengah (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Neurofeedback adalah sejenis biofeedback yang mengukur gelombang otak untuk menghasilkan sinyal yang bisa dijadikan umpan balik untuk mengajarkan pengaturan fungsi otak sendiri.

Biofeedback didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan kesadaran yang lebih besar terhadap banyak fungsi fisiologis terutama dengan menggunakan instrumen yang memberikan informasi tentang aktivitas sistem yang sama, dengan tujuan untuk dapat memanipulasinya sesuka hati. Beberapa proses yang bisa dikendalikan meliputi gelombang otak, nada otot, kelarutan kulit, denyut jantung dan persepsi nyeri. Pada pelatihan neurofeedback, informasi yang digunakan sebagai pelatihan adalah gelombang otak.

Neurofeedback biasanya diberikan dengan menggunakan video atau suara, dengan umpan balik positif untuk aktivitas otak yang diinginkan dan umpan balik negatif untuk aktivitas otak yang tidak diinginkan.

Salah satu alat yang digunakan dalam melakukan pelatihan neurofeedback adalah EEG (elektroensephalografi). EEG membaca aktivitas listrik otak, khususnya pikiran. Manusia memiliki sekitar 86 miliar neuron di otak yang mengendalikan seluruh tubuh Anda dan membangkitkan pikiran di kepala. Neuron ini menyala dengan frekuensi tertentu. Perangkat EEG membaca frekuensi ini dengan membaca aktivitas listrik yang diproduksi oleh neuron. Para ilmuwan telah sepakat untuk membagi frekuensi ini di pita frekuensi yang berbeda. Semua pita frekuensi telah dipelajari secara intensif dan dikaitkan dengan beberapa keadaan pikiran:

Gelombang Delta (1-3 Hz): Meditasi terdalam dan tidur nyenyak

Gelombang Theta (4-7 Hz): Tidur normal dan meditasi normal

Gelombang Alpha (8-12 Hz): Relaksasi / refleksi

Gelombang Beta (13-30 Hz): Pemikiran aktif, fokus, waspada tinggi, cemas

Gelombang Gamma (31-50 Hz): Sadar persepsi

Gelombang Otak

Gelombang otak yang digunakan dalam pengukuran EEG dan Neurofeedback (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada pelatihan neurofeedback di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, individu akan dihubungkan dengan perangkat EEG melalui Bluetooth dengan beberapa aplikasi untuk melatih fokus atau meditasi. Contohnya adalah pelatihan dimana individu harus “fokus” atau “bermeditasi” untuk mencapai suatu tujuan.  Pelatihan ini akan mengukur dan melatih mental individu dari gelombang otak yang diolah oleh aplikasi neurofeedback.

keseimbangan meditasi dan fokus

Pelatihan keseimbangan antara emosi dan pikiran dengan pengukuran pada gelombang otak (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Bagaimana mengatur pikiran dan kondisi mental sehingga mampu berkonsentrasi tinggi secepat mungkin dan membuat diri menjadi relaks selama mungkin dalam keadaan sadar. Pelatihan yang diberikan seperti permainan memindahkan bola, atau mengangkat balon. Seperti yang dapat dilihat dari uraian di atas, meditasi dan fokus adalah gelombang otak yang berlawanan. Pelatihan ini melatih kemampuan individu dalam mempertahankan keseimbangan antara emosi dan pikirannya dalam keadaan sadar.  Hal ini terlihat bagaimana menyeimbangkan antara meditasi dan fokus pada saat yang bersamaan.

Oleh karena itu harus relatif tidak mudah bagi pengguna perangkat untuk menyimpang dari pelatihan yang diberikan dengan neurofeedback.  Hal ini juga akan melatih regulasi emosi dari pelatihan-pelatihan konsentrasi yang diberikan kepada individu sehingga regulasi perilakunya menjadi baik (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Assessment Anak Dengan Autisme di Pusat Layanan Autis Pemerintah Daerah Provinsi Riau

WhatsApp Image 2018-01-10 at 13.06.10

Pengukuran neuropsikologi dengan EEG dari anak dengan autisme di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pemeriksaan anak dengan autis, khususnya pada usia dini adalah penting.  Hal ini sebagai potret kondisi anak untuk menentukan jenis terapi apa saja yang akan diberikan.  Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara menyeluruh atau full assessment untuk mengetahui sumber gangguan dan masalah yang dihadapi anak.   Hal ini karena berkaitan dengan terapi yang sedang dan akan dilakukan seperti terapi behavioral, medis, nutrisi, dan pharmakologi.

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu bekerjasama dengan Pusat Layanan Autis, Suku Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah Provinsi Riau menyelenggarakan assessment anak dengan autisme dalam perspektif neuropsikologi.  Pemeriksaan ini dilakukan pada 10 – 14 Januari 2018 di Pusat Layanan Autis (PLA) Riau, yang beralamat di Jl. Bakti I, Tengkerang Baru, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.   Pengetesan ini dilakukan kepada 40 siswa PLA Riau.

WhatsApp Image 2018-01-15 at 20.13.14 (1)

Pengukuran fungsi psikologi anak dengan autisme di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pengetesan dilakukan untuk melihat fungsi neuropsikologi, yaitu fungsi psikologis dan fungsi neurobiology.  Pengukuran fungsi psikologis dilakukan untuk melihat kemampuan anak dalam hal  kecerdasan, self-awareness, theory of mind, pemahaman, fleksibilitas berpikir dan lain-lain.  Pengukuran fungsi psikologis ini dilakukan dengan alat ukur psikologi serta skala perilaku yang diisi oleh orang tua, terapis, dan psikolog.  Fungsi neuobiologi diukur melalui alat elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas gelombang otak betha, tetha, delta, dan alpha terhadap fungsi dan aktvitas berpikir.  Pengukuran dengan EEG ini dapat melihat sejauh mana kecukupan neurotransmiter dalam aktivitas belajar.

WhatsApp Image 2018-01-15 at 20.13.14 (2)

Foto bersama staf PLA Riau dan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu setelah pengukuran anak autis di PLA Provinsi Riau (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

Hasil pengukuran yang dilakukan ini akan memberikan informasi sejauh mana efektivitas terapi yang dilakukan atau evaluasi terhadap terapi.  Terapi bagi anak autis yang dilakukan di PLA Riau antara lain terapi okupasi, terapi wicara, terapi sensori integrasi, dan terapi belajar.  Informasi ini penting bagi terapis dan orang tua untuk melakukan strategi terhadap terapi yang diberikan.  Tidak hanya terapi namun treatment lain yang diberikan kepada anak autis seperti diet makanan, obat-obatan bahkan tidak menutup kemungkinan terapi sel punca atau stem cell.

 

Orang tua siswa PLA Riau antusias terhadap assessment yang dilakukan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Banyak orang tua dari PLA Riau yang tidak mengetahui bahwa anak autis mengalami masalah atau gangguan di otaknya.  Melalui assessment yang dilakukan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dengan menggunakan EEG, dapat mengetahui kondisi otak dari buah hati mereka.  Hal ini dapat memberikan pencerahan kepada orang tua terhadap pola asuh dan pendidikan yang mereka lakukan di rumah (Ags/Klinik Psikonerologi Hang Lekiu)