METODE MELANI METAKOGNISI UNTUK INTERVENSI DAN TERAPI ANAK KESULITAN BELAJAR

Melani R. Arnaldi

Penyebab terjadinya Distorsi kognitif pada anak lebih dikarenakan tahapan perkembangan proses kognitif yang masih terbatas (Melani, 2006). Tahap konkret operasional (Piaget, 1954), pola pikir yang kaku, egosentris, dualisme (Barrow, 1990) menyebabkan anak mudah salah “false belief” dalam menginterprestasikan informasi dan pengalamannya (Vigotsky, 1962). Dari 17 distorsi kognitif (Freeman, 2005) ditemukan 11 distorsi kognitif pada anak kesulitan belajar (Melani, 2008). Anak yang mengalami distorsi kognitif pada umumnya sulit meregulasi energinya yang dibutuhkan untuk mempertahankan kosentrasi dalam mengolah informasi. Bedasarkan pengembangan Taksonomy Bloom (Krathwol, 2001) dibuatlah parameter proses kognitif untuk mengukur  perkembangan tahapan proses kognitif yang harus dicapai didalam intervensi, dimulai dari kosentrasi, daya ingaat, pemahaman, perilaku, analisa, sintesa, evaluasi sampai dengan tahap kreativitas berpikir. Intervensi ini meliputi tehnik pelatihan dimulai dari dialog, membaca, mendengarkan dan  menulis. Intervensi menggunakan  media  buku cerita bergambar karena terbukti lebih efektif menarik minat anak untuk dapat mempertahankan perhatiannya (Melani, 2008). Media adalah alat terpenting untuk mempermudah transformasi informasi sebagai upaya memberikan informasi dan pengalaman baru untuk memperbaiki distorsi kognitifnya. Seorang terapis harus cermat dalam memilih buku cerita yang disajikan dimulai dari pemilihan judul, tema, kata-kata dan bentuk penyajian gambar. Alasannya agar anak dapat melakukan metafora, dialog, refleksi, katarsis serta sugesti permasalahan psikologisnya.

Bedasarkan analisa test pada 150 anak kesulitan belajar (mix method) intervensi ini terbukti mampu mengatasi masalah kesulitan belajar secara tuntas. Intervensi Metakognisi mampu meningkatkan self awareness sebagai control diri anak terhadap diri dan lingkungannya yang berpengaruh pada fungsi kognitif (Barrow,1990 ; Matlin, 2000 ; Freeman, 2005). Kondisi ini penting dilatih sebagai upaya memperbaiki kondisi  psikologis anak sekaligus melatih fungsi kognitifnya. Intervensi berbasis  Metakognitif mudah diterapkan  karena mendekati proses pembelajaran yang biasa diterima anak disekolah. Intervensi ini dibagi tiga tahap, tahap pertama yaitu tahap terapi dengan menggunakan dialog, sugesti dan methapore. Tahap kedua yaitu tahap pelatihan dasar fungsi kognitif dan tahap ketiga yaitu tahap pelatihan strategi berpikir yang berupa pembekalan strategi belajar agar dapat mencapai tahapan proses pengolahan informasi yang optimal (William pierce, 2003). Tujuan pelatihan ini tidak lain adalah agar anak terbiasa melakukan proses berpikir dengan tahapan proses kognitif yang benar. Penelitian didasari pandangan psikologi kognitif bahwa manusia adalah mahluk yang aktif dan  fungsi kognitif (otak) merupakan  pusat kontrol emosi dan perilaku. Pelatihan yang dilakukan secara intensif selama delapan bulan terbukti  dapat mempengaruhi meningkatnya nilai prestasi anak  disekolah.

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

4 Responses to METODE MELANI METAKOGNISI UNTUK INTERVENSI DAN TERAPI ANAK KESULITAN BELAJAR

  1. Syarifudin Kaula mengatakan:

    Saya tertarik dengan tulisan Ibu mengenai anak kesulitan belajar. Saya adalah seorang pengajar di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Tak jarang saya harus berhadapan dengan anak yang memiliki nilai KKM yang rendah, padahal berbagai cara telah saya upayakan agar mereka mengerti & nilai KKM menjadi naik. Pertanyaan saya adalah apakah mereka termasuk ke dalam anak kesulitan belajar? Bagaimana mendeteksi anak kesulitan belajar?

    • melani arnaldi mengatakan:

      Anak kesulitan belajar pada umumnya saat datang sudah mengalami ggn ketiga fungsi kognitif, emosional dan perilaku, saat di test pertama kali ggn akan terlihat jelas. Biasanya kasus anak kesulitan belajar yg sgt bermslh di sekolah adlh anak dgn hiperaktif. Untuk kasus ini anak akan menjalani terapi minimal tiga kali seminggu selama tiga bulan. Dari pengalaman saya lbh dari 200 kasus anak 90% menunjukan hasil yg memuaskan, dari perubahan
      perilaku, nilai prestasi yang sgt memuaskan bisa menca
      pai nilai 8 dan 9

  2. Agustin Wijoyanto mengatakan:

    Wah artikel yg menarik, kebetulan saya sedang mencari solusi atas masalah yg saya hadapi. Saya memiliki anak kelas VIII SMP dan memiliki nilai yg jelek atau di bawah KKM di beberapa pelajaran. Bahkan dia terancam tidak naik kelas. Saya sudah bolak balik memasukkan dia ke tempat les bahkan mendatangkan guru privat dari kelas 5 SD, tapi nilai dia selalu pas-pasan, kurang memuaskan. Saya beserta suami bingung sekali..Jangan-jangan dia termasuk anak kesulitan belajar seperti tulisan Ibu Melani, karena saya juga telah berdiskusi dgn psikolog, dan dia mengatakan bisa jadi anak saya termasuk ke dalam anak kesulitan belajar….jadi pengen nanya nih..Sebenarnya ciri-ciri anak kesulitan belajar itu apa sih? Bagaimana orang tua dapat mendeteksi anaknya itu mengalami kesulitan belajar atau tidak?..Mohon di jawab ya Bu, saya tunggu banget loh..Kali aja pake terapi Ibu, nilai anak saya bisa jadi bagus-bagus..

    • melani arnaldi mengatakan:

      Saat pertama anak datang ke klinik, anak sudah bisa langsung menjalani test assesment psikologi selama satu jam. Hasil test akan menunjukan ggn pada ketiga fungsi kognitif, emosional dan perilaku. bila anak mengalami ggn kognitif dasar seperti kosentrasi, memori atau comprehension biasanya kenaikan nilai akan meningkat setelah terapi selama tiga bulan.tetapi bila anak mengalami ggn emosional kenaikan nilai kkm aki
      an tampak setelah dua bulan terapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: