CARA MUDAH MENDETEKSI GANGGUAN SOSIAL, EMOSIONAL, DAN PERILAKU YANG UMUM TERJADI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Gangguan sosial, emosional, dan perilaku dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu yang fokus di dalam diri anak (internalisasi) atau ditujukan terhadap orang lain (eksternalisasi). Ketika anak mengalami krisis dan disimpan dengan dalam (internalisasi), maka depresi, kecemasan, dan rendah diri dapat mengikuti. Gangguan eksternalisasi, seperti agresi, ADHD, dan perilaku yang mengganggu, lebih terlihat karena konsekuensi manajemen ruang kelas. Baik gangguan internalisasi dan eksternalisasi, membutuhkan rujukan untuk intervensi dan dukungan dari orang disekitar, karena kedua hal ini mencegah anak menjadi normal, layaknya teman-teman seusianya dan kegiatan yang umum dilakukan, serta secara signifikan dapat mengganggu belajar dan hubungan dengan orang lain (Gorman, 2001).

Berikut ini adalah tanda atau gejala gangguan emosional yang mungkin terjadi pada anak usia sekolah yang dapat dideteksi oleh guru.  Menurut Gorman (2001), jika siswa di sekolah menampilkan karakteristik dari cek list di bawah ini lebih dari satu dan di beberapa area, mungkin siswa bersangkutan mengalami gangguan emosional yang membutuhkan bantuan para ahli, misalnya psikolog.

GEJALA GANGGUAN EMOSIONAL (Gorman, 2001 hal. 34–35).

DEPRESI:

  • Merasa sedih
  • Apatis atau kurang minat dalam kegiatan yang sebelumnya menyenangkan
  • Secara sosial tertutup atau menarik diri
  • Pesimistis atau putus asa
  • Mudah tersinggung
  • Negatif pandangannya terhadap diri sendiri
  • Pasif
  • Kurangnya energi atau selalu tampak lelah
  • Mengeluh akan keadaan tubuhnya
  • Buruk atau berlebihan selera makannya
  • Enuretic atau encopretic
  • Penurunan prestasi sekolah
  • Enggan untuk pergi ke sekolah
  • Mengungkapkan pikiran bunuh diri atau menyukai dengan kematian

KECEMASAN

  • Berlebihan penderitaannya ketika dipisahkan dari pengasuh utama dia
  • Terus menerus khawatir
  • Enggan untuk hadir sekolah
  • Mengeluh keadaan fisiknya sendiri
  • Gelisah
  • Mudah tersinggung
  • Buruk konsentrasinya
  • Mudah lelah
  • Respon yang dibuat tampak lebih baik, besar, atau buruk yang mengagetkan bagi orang lain
  • Sangat waspada

GANGGUAN PERILAKU

  • Memulai sebuah perkelahian
  • Tidak patuh
  • Pemberontak
  • Merusak terhadap properti
  • Pelaku intimidasi terhadap anak-anak lain
  • Suka mendebat
  • Secara lisan mencela orang lain
  • Mengabaikan aturan
  • Konflik dengan otoritas
  • Melawan perintah atau petunjuk
  • Pemberontak
  • Terlibat dalam perilaku antisosial (misalnya pengaturan pertengakaran)
  • Sering membolos

Referensi

Gorman, J.C. (2001). Emotional disorder & learning disabilities in the elementary classroom: interactions and interventions. California: Corwin Press

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: