MMI (Melani’s Metacognitive Intervention) Efektif Meningkatkan Kontrol Pada Awareness Anak Dengan ADHD (6 – 10 tahun).

Deficit cognitive pada anak dengan dengan ADHD merupakan kendala yang terjadi di dalam proses pengolahan informasi.  Deficit cognitive dapat diakibatkan adanya cognitive impairment dan inhibition di dalam executive function.  Menurut Barkley (2001), executive function adalah bagian dari working memory yang mengendalikan proses dari visual spatial dan phonological loop.

Executive function adalah proses neuropsikologi yang tidak dapat dilihat, yaitu merupakan suatu proses kognitif atau proses mental di dalam prefrontal cortex dan diubah menjadi self-regulation.  Oleh karena itu, di dalam executive function, hal ini merupakan fungsi dari awareness yang didefinisikan sebagai sebuah psychological sense (Stuss & Alexander, 2000).

Berdasarkan penelitian Nigg (2011), ditemukan bawa anak dengan ADHD memiliki masalah dalam recall comprehension.  Permasalahan dalam recall comprehension menyebabkan anak memiliki positive bias self-perception dan komorbiditas (McQuade et al, 2010).  Hingga saat ini penyebab dari masalah ini masih menjadi perdebatan. Hal ini dibuktikan bahwa pemberian insentif efektif sebagai kontrol perilaku pada anak dengan ADHD (Kuntsi,  Wood,  & Van Der Meere, 2009).  Hal itu juga ditemukan bahwa permasalahan tidak terjadi pada patofisiologi, tetapi lebih kepada fronto-subcortical pathway dysfunction, dimana berkontribusi kepada attention dan hiperaktivitas (Saputro, 2009).

Oleh karena itu hasil test WISC dan skala WARTEG menunjukkan self-awareness pada anak dengan ADHD berkembang lebih lambat pada usia 6 – 10 tahun dibandingkan dengan anak pada umumnya.  Meskipun permasalahan kontrol dalam anak dengan ADHD dapat mengarah kepada kurangnya perkembangan self-awareness pada usia 4 – 6 tahun dibandingkan anak normal (Rochart, 2003).  Terbukti, anak dengan kurangnya self awareness, baik yang tidak memiliki self regulation seperti guidance, planning, dan regulating atas pikiran dan perilaku mereka (Vygotsky, 1987).

Melalui proses pembelajaran, kemampuan dari self-awareness dan comprehension dapat dibentuk menjadi kontrol pada awareness.  Kontrol pada awareness akan menentukan tingkatan dari proses kognitif di dalam pemerosesan informasi (Kunde, Reuss, & Kiesel, 2012).  Level proses kognitif akan menjadi inhibition control di dalam executive function dan kontrol atas munculnya kesalahan persepsi sebagai akibat cognitive impairment.  Oleh karena itu dengan metode terapi metakognitif, Melani’s Metacognitive Intervention (MMI) (Arnaldi, 2011), terbukti dapat memperbaiki kontrol pada awareness anak dengan ADHD.

Referensi

Arnaldi, Melani. (2011).Effectivity method intervenes Melani’s metacognitive for learning disability of children in Indonesia. Procedia Social and Behavioural Sciences, 29,164-169.

Barkley, R. A. (2001). The Executive function and self regulation: an Evoluntary neuropsychological prespective. Neuropsychology Review. 11 (1): 1-30

Kunde, W., Reuss, H., & Kiesel, A. (2012). Consciousness and cognitive control. Advance in cognitive psychology, 8 (1), 23-32

Kuntsi, J., Wood, A.C. , & Van Der Meere, J.. (2009). Why cognitive performance in ADHD may not reveal true potential: finding from a large population. Journal of the International Neuropsychological Society, 15, 570-579

McQuade, J.D., Tomb, M., Hoza, B., Waschbusch,  D.A., Hurt, E.A., & Vaughn, A.J. (2011). Cognitive defectif and positive bias self-perceptions in children with ADHD. Journal of  Abnormal Child Psychology, 39, 307-319

Nigg, J.T. (2011). Cognitive impairments found with Attention-deficit/Hyperactivity disorder: what clinicians need to know. PSYCHIATRIC TIMES. Juni, 2011: 56-64.

Rochat, P. (2003). Five levels of self-awareness at the unfold early in life.  Consciousness and Cognition. Vol. 12. p 717-731

Saputro, D. (2009). ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder). Jakarta : Sagung Seto

Stuss, D. & M.P. Alexander. (2000). Executive functions and frontal lobus: a conceptual view. Psychological Research. 63, 289-298

Vygotsky,L.S. (1978). The Development of higher mental process. Boston: Harvard University.

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: