CARA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI KELAS

Metode pembelajaran yang tepat akan meningkatkan minat belajar dari siswa sehingga situasi belajar di kelas menjadi baik

Metode pembelajaran yang tepat akan meningkatkan minat belajar dari siswa sehingga situasi belajar di kelas menjadi baik

Minat belajar siswa adalah penting dalam kesuksesan pembelajaran di kelas yang terlihat dari pencapaian nilai akademis.  Ini adalah tantangan terberat bagi guru untuk memunculkan minat belajar di kelas terlebih dengan berbagai keterbatasan.  Minimnya alat peraga dan fasilitas di kelas, buku referensi, pendanaan, dan faktor psikologis anak adalah kendala klasik yang dihadapi guru di Indonesia.  Kendala ini dapat diatasi jika guru mengetahui faktor psikologis dan metode pembelajaran yang tepat.

Terkait permasalahan ini, Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu telah melakukan penelitian tentang minat belajar. Penelitian ini diikutsertakan dalam International Conference on Educational and Educational Psychology  (ICEEPSY) 2013, 2-5 October 2013 di Antalya Turki.  Delagasi diwakili oleh Melani R. Arnaldi, M.Psi., Psi., kepala klinik dan peneliti utama dari Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, dengan artikel Four factor psychology as executive function to increase interest of learning (http://www.c-crcs.org/content.asp?Units_id=10). Makalah ini sudah diterbitkan pada Procedia – Social and Behavioral Science, volume 112, 7 February 2014, halaman 503–509 (http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042814012129).

Melani Arnaldi, sesaat setelah prensentasi di Tukey

Melani Arnaldi, sesaat setelah prensentasi di Tukey

Makalah tersebut seputar penelitian terkait dengan metode pembelajaran di kelas pada sekolah dasar di Jakarta.  Hal ini dilatarbelakangi dengan lamanya durasi belajar siswa di sekolah yaitu antara 6 hingga 8 jam per hari. Jika metode pembelajaran yang dilakukan guru di kelas tidak menarik bagi si anak, maka anak akan menjadi depresi bahkan terkena kasus kesulitan belajar.  Hal ini merupakan tantang terberat bagi guru.  Oleh karena itu perlu diteliti faktor psikologis apa saja yang membuat pembelajaran di kelas menjadi menarik dan menimbulkan minat belajar bagi siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat faktor psikologis yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam situasi belajar di kelas.  Keempat faktor psikologi tersebut adalah keterlibatan, kemudahan, kejelasan, dan spesifik.  Menurut La Sulo (dalam Rakhmat 1996) keterlibatan diperlukan siswa untuk merasakan terlibat dalam aktivitasnya di kelas hingga menghadiri karakteristik spesifik dari materi pelajaran.  Keterlibatan ini akan membuat siswa merasa terhubungkan dengan materi pelajaran dan berakibat kepada meningkatknya perasaan bahagia mereka karena terhubung dengan faktor objek pelajaran dan faktor personal.  Brunning (dalam Berliner, 1991) berpendapat bahwa kemudahan dalam metode pembelajaran memiliki peranan penting karena akan meningkatkan self efficacy dari siswa.  Oleh karena itu guru memberikan metode pembelajaran di kelas sesuai dengan potensi individu.  Kejelasan dalam proses penyampaian akan menimbulkan minat dari siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas (Andre & Windschilt, 2003 : Linnenbrink & Pintrich, 2003 dalam Schunk, et al 2008:102).  Sedangkan spesifik menurut La Sulo (dalam Rakhmat, 1996) adalah memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengikuti spesifikasi penyampaian materi pelajaran yang sesuai dengan spesifikasi diri mereka.  Salah satu metode spesifik adalah dengan memperkenalkan metode multiple intelligence yang sesuai dengan spesifikasi atau bakat individu siswa.

Metode pembelajaran dengan multiple intelligence lebih baik dibandingkan dengan metode tradisional.  Kekurangan metode tradisional antara lain metode dengan visual, verbal, dan logika matematik dapat membuat situasi menjadi membosankan; metode tersebut juga tidak melibatkan siswa serta guru untuk menggunakan ide kreatif dalm situasi pembelajaran.  Sedangkan metode multiple intelligence memiliki beberapa pengayaan sehingga siswa akan lebih berkonsentrasi dan mencapai informasi sangat optimal; spesifikasi pada metode multiple intelligence akan menciptakan situasi pembelajaran yang sangat kreatif dengan reward and punishment.

Kondisi metode pembelajaran multiple intelligence dengan empat faktor psikologis  ini menggambarkan kontrol efektif dari Executive FunctionExecutive Function adalah kontrol self regulation yang mempertahankan attention. Penjelasan keterkaitan empat faktor psikologis,  metode pembelajaran multiple intelligence dan Executive Function adalah kondisi pembelajaran tersebut dapat mengkontrol executive function  seperti self regulation di mana bertindak menciptakan kendali self regulation tiga aspek seperti kognitif, afektif, dan perilaku.

Full paper dapat dilihat pada link berikut

https://www.academia.edu/6475754/Four_Factor_Psychology_As_Executive_Function_To_Increase_Interest_Of_Learning

 

Referensi

Berliner, G. (1991), Educational Psychology, Boston: Houghton Mifflin.

Rakhmat, J (1996), Psikologi Komunikasi . Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Schunk, D.H, Pintrich, P & Meece, J.L (2008), Motivation in Education, New Jersey: Pearson Prentice Hall

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: