TAWURAN SEKOLAH: FAKTOR INDIVIVIDU VS FAKTOR LINGKUNGAN?

Melani Arnaldi sesaat setelah presentasi paper di Madrid, Spanyol

Melani Arnaldi sesaat setelah presentasi paper di Madrid, Spanyol

Tawuran sekolah di Jakarta adalah fenomena yang menyeramkan bagi dunia pendidikan. Banyak penelitian terkait tawuran telah dilakukan dan melihatnya dari sisi lingkungan. Sedikit sekali penelitian yang mencoba menggali pengaruh individu terkait fenomena tawuran. Penelitian yang dilakukan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi, dan Dr. dr. Suzy Yusna Dewi SpKJ(K) mencoba melihat bagaimana tawuran dikaitkan dengan faktor individu seperti karakteristik anak ADHD, kurangnya regulasi dari self-control, dan tingkatan depresi. Penelitian ini dipublikasikan dalam International Conference on Psychology and Psychological Science, Maret 2013 di Madrid, Spanyol. Penelitian ini juga sudah terbitkan dalam jurnal World Academy of Science, Engineering and Technology, 75, 2013.

Penelitian tentang tawuran ini dilakukan di lima sekolah menengah pertama di Jakarta dengan total populasi sample adalah 900 siswa siswa laki-laki berusia 11-15 tahun. Guru dari siswa yang didiagnosa dengan Conduct Disorder dan terlibat tawuran mengisi quesioner Behavior Model of Conduct Disorder and mini ICD-X. 105 siswa usia 15 tahun dari total populasi didiagnosa conduct disorder dan terindikasi tawuran. Siswa tersebut kemudian di ambil darahnya untuk diobservasi tingkat depresinya melalui kadar hormon kortisol. Selanjutnya peneliti mengobservasi 70 siswa pria untuk mengetahui karakteristik ADHD, self regulation control dengan form Barkley Deficit Executive Function-CA Long (BDEF-CA). Penelitian ini didasari dari penelitian terdahulu bahwa pengaruh lingkungan memiliki peranan penting membentuk karakter individu. Termasuk karakter dengan ADHD, yang memiliki sikap agresif, lemahnya  self regulation control dan depresi, yang dapat menimbulkan perilaku agresif (Arnaldi & Dewi, 2013).

Penelitian ini dilatar belakangi untuk melihat lebih lanjut bagaimana faktor individu, khususnya karakteristik anak dengan ADHD yang memiliki potensi untuk terlibat tawuran dan conduct disorder. Penelitian tentang karakteristik dari anak dengan ADHD memiliki kecenderungan resiko yang tinggi atas pola destruktif dari perilaku antisosial serta kriminal untuk jangka waktu yang panjang. Studi juga menunjukkan bahwa anak-anak ini menunjukkan pola karakteristik perilaku yang dibentuk oleh sikap impulsif, hiperaktif, dan inatensi yang bergabung dengan permasalahan conduct disorder seperti perkelahian, mencuri, membolos, memberontak, dan membantah (Hinsaw, 1987; Kazdin, 1987; Lynam, 1996, 1997 dalam Gresham, Lane, & Lambros, 2000).

 

Tawuran pelajar di Jakarta merupakan tanggungjawab bersama, orang tua, sekolah, dan pemerintah.  Solusi yang komprehensif diperlukan agar masalah ini tidak berulang

Tawuran pelajar di Jakarta merupakan tanggungjawab bersama, orang tua, sekolah, dan pemerintah. Solusi yang komprehensif diperlukan agar masalah ini tidak berulang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diindikasikan mengalami conduct disorder dan terlibat tawuran, sebagian besar dari mereka tidak dipengaruhi oleh faktor individual. Faktor individual tersebut adalah karakteristik ADHD, lemahnya self regulation control dan depresi. Dari data analisis ditemukan bahwa karakteristik ADHD di bawah dan berada pada level “moderate”, meskipun data kendali self regulation serta tingkat depresi menunjukkan ada kecenderungan menunjukkan anak tersebut mengalami depresi. Diasumsikan bahwa pengaruh kelompok yang mirip dengan penelitian tentang tawuran pada tahun 2000-2001 (Dwimadia, 2001; Mansoer, 2000 dalam Arnaldi & Dewi, 2013). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tawuran sekolah lebih dikarenakan pengaruh peer group sebagai identitas remaja dan disonansi kognitif yang mempengaruhi besar prejudis antar rival sekolah sehingga sekolah-sekolah tersebut terlibat tawuran (Dwimadia, 2001; Mansoer, 2000 dalam Arnaldi & Dewi, 20013).

Referensi

Arnaldi, M., & S.Y. Dewi. (2013). Effect of depression, self-regulation control and chracteristic of ADHD as the cause of school brawl in Jakarta, Indonesia. Engeneering & Technology, 75, 2013: 306-3011. http://www.waset.org/journals/waset/v75/v75-61.pdf

Gresham, F.M., Lane, K.L., & Lambros, K.M. (2000). Comorbidity of conduct and attentiondeficit hyperactivity problems: Issues of identification and intervention with “Fledgling Psychopaths.” Journal of Emotional and Behavioral Disorders, 8(2):. 83-93. 2000

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: