WORKING MEMORY (I)

 

Melani Arnaldi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melani Arnaldi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Ingatlah suatu hari ketika seseorang menyebutkan tentang nomor teleponnya dan disaat yang bersamaan Anda hanya berharap-harap akan mengingat urutan digit nomer tersebut seperti yang Anda inginkan? Saat itu yang sedang bekerja adalah Working memory. Dengan munculnya ponsel, Anda tidak lagi menggunakan cara ini setiap saat ingin menelepon seseorang.  Informasi tersebut dapat disimpan dan dipanggil dengan cepat oleh ponsel Anda.  Namun working memory masih memainkan peran sentral dalam belajar dan kehidupan sehari-hari.

Jika working memory melemah, dapat terjadi pada setiap orang.  Tapi hal tersebut terjadi pada anak dengan anak dengan Kesulitan Belajar (Learning Disability / LD). Kita dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu anak dengan working memory kerja yang lemah, baik itu apakah anak tersebut mengalami gangguan kesulitan belajar ataupun tidak.  Mari kita mulai memahami apa itu working memory

Apa itu Working memory?

Working memory seperti kertas  Post-It  di otak kita, kata Tracy Alloway Packiam, PhD, asisten profesor psikologi di University of North Florida di Jacksonville, Florida. “Itu membuat semua perbedaan untuk keberhasilan pembelajaran,” katanya.

Kita dapat menganggap working memory sebagai bagian aktif dari sistem memori atau ingatan. Ini seperti juggling mental, kata H. Lee Swanson, PhD, profesor terkemuka pendidikan Graduate School of Education di University of California, Riverside. “Saat informasi masuk, Kita sedang memproses informasi itu pada saat yang sama seperti yang Kita menyimpannya,” katanya. Seorang anak menggunakan keterampilan ini ketika melakukan perhitungan matematika atau mendengarkan cerita, misalnya. Anak harus mengingat pada angka tersebut saat berinteraksi dengan angka tersebut. Atau, dia perlu mengingat urutan kejadian dan juga berpikir tentang cerita tersebut, kata Swanson.

Singkat cerita, working memory melibatkan penggunaan ingatan jangka pendek (short term memory) dan perhatian (attention), urai Matthew Cruger, PhD, neuropsikolog dari Learning and Diagnostics Center di Child Mind Institute, New York.”Ini adalah satu set keterampilan yang membantu kita menyimpan informasi dalam pikiran ketika menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan tugas atau mengeksekusi sebuah permasalahan,” katanya. Working memory adalah seperti fondasi otak dari Executive Function.  Ini adalah kelompok yang luas dan mendalam dari proses mental. Mereka memungkinkan Kita untuk melakukan hal-hal seperti berencana ke depan, memecahkan masalah, mengatur dan memperhatikan.  “Working memory membantu kita tetap terlibat dalam sesuatu yang lebih lama dan menyimpan lebih banyak hal dalam pikiran saat mengerjakan tugas,” kata Cruger. “Dan, bagaimana kita dapat merencanakan ke depan jika kita tidak menggunakan working memory untuk menjaga tujuan kita dalam pikiran, menolak gangguan dan menghambat pilihan impulsif?”

Tapi jika kita berjuang keras dengan working memory, misal saat mengingat suatu informasi, maka potongan informasi dapat sering menghindari genggaman ingatan kita seperti mimpi yang cepat menguap.  Akibatnya kita menemukan diri kita menjadi kehilangan hal yang paling sangat dibutuhkan untuk mengambil tindakan.

Tipe dari Working memory

“Anda tidak bisa terlalu menekankan seberapa sering memori kerja yang digunakan di dalam kelas,” kata Cruger. Anak-anak (dan orang dewasa) menggunakan dua subtipe utama memori kerja sepanjang hari. Keduanya berkembang pada tingkat yang sama selama masa kanak-kanak, dan sering mencapai tingkat tertinggi pada masa dewasa awal.

Verbal (auditory) working memory adalah melibatkan sistem suara (fonologi). Saat diam-diam atau menyebutkan dalam hati ketika mengulang nomor telepon, inilah panggilan yang menggunakan sistem verbal (auditory) working memory. “Dan kapan saja anak-anak diharapkan untuk mengikuti serangkaian tahapan yang banyak dari instruksi lisan, mereka menggunakan keterampilan working memory ini,” kata Cruger. Jika ada kelemahan, mereka mungkin tidak mampu mempertahankan informasi atau petunjuk dalam pikiran saat berpikir, katanya. Hal ini berlaku bahkan ketika mereka benar-benar memahami apa yang harus dilakukan. Tugas-tugas lain yang memerlukan penggunaan jenis working memory ini adalah pembelajaran bahasa (learning language) dan pemahaman tugas (comprehension taks).

Visual-spatial working memory adalah menggunakan semacam sketsa visual di otak. Hal ini memungkinkan Kita untuk membayangkan sesuatu, untuk tetap dalam “mata batin.” Siswa menggunakan keterampilan ini untuk melakukan matematika dan mengingat pola, gambar, serta urutan peristiwa.

Mereka mungkin menggunakannya untuk memvisualisasikan tata letak ruang kelas selama dua minggu pertama sekolah, kata Cruger. “Seorang guru mengatakan,” Setelah Anda selesai dengan ini, pergi ke daerah pusat, mengambil sesuatu yang harus dilakukan dan kemudian pergi ke meja ini dan bekerja disini,”katanya. “Itu melibatkan beberapa langkah di mana anak sedang melakukan negosiasi dirinya dengan dunia luar.” Jika tidak teridentifikasi, defisit atau gangguan jenis ini adalah terjadinya kesalahpahaman, katanya. Sebagai contoh, mungkin tampak seolah-olah anak hanya tidak memperhatikan penjelasan yang diberikan.

Referensi

National Center for Learning Disability. (2014). What is working memory and why does it matter? http://www.ncld.org/types-learning-disabilities/executive-function-disorders/what-is-working-memory-why-does-matter?start=2 diakses 2 April 2014

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: