CIRI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA (DISKALKULIA)

Math Day SD Al Azhar Pusat

Melani Arnaldi & Math Day SD Al Azhar Pusat (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Sering sekali kita menemukan siswa atau anak pada tingkatan sekolah dasar yang kesulitan dalam mengerjakan soal matematika.  Contohnya saja, kesulitan untuk menyebutkan angka, mengurutkan angka, berhitung (Operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana) dan keterampilan matematika yang lainnya.  Ada kemungkinan anak ini mengalami hambatan atau kesulitan belajar matematika.  Secara umum, kesulitan belajar matematika (Mathematic Disabilities) dapat dikelompokkan menjadi Diskalkulia dan Acalculia.  Diskalkulia mengalami hambatan dalam keterampilan matematika atau berhitung, sedangkan acalculia adalah ketidakmampuan untuk berhitung.

Diskalkulia diartikan sebagai kisaran luas dari kesulitan belajar yang dialami sepanjang hidup dengan menunjukkan lemahnya keterampilan matematika.  Diskalkuia dapat bervariasi dari satu orang ke orang yang lain.  Dan, itu dapat berdampak terhadap seseorang secara berbeda dari tahapan kehidupan yang berbeda pula (NCLD, 2014).

Dua area hambatan yang berkontribusi terhadap kesulitan belajar matematika atau diskalkulia, yaitu:

  1. Hambatan Visual-spatial, yang berakibat kepada permasalahan pemerosesan infomasi, khususnya apa yang dilihat oleh mata.
  2. Hambatan pemerosesan bahasa, yang berakibat kepada kesulitan seseorang dalam memproses dan membuat sensasi atas apa yang ia dengar. (NCLD, 2014).

Dehaene (2014) bercerita tentang diskalkulia lebih lanjut.  Diskalkulia adalah kesulitan belajar spesifik dalam matematika.  Hal ini terjadi dikarenakan adanya hambatan dalam beberapa bagian tertentu dan otak yang melibatkan pemikiran matematika (mathematical cognition), tapi tanpa hambatan kognisi secara umum.  Definisi ini telah digunakan oleh para peneliti cognitive neuroscience saat ini.  Secara umum psikiatris menggunakan terminologi “Mathematic Disorder” (tercantum dalam DSM IV) dan para ahli pendidikan di Amerika Utara lebih banyak menggunakan terminilogi “Mathematical Disabilities”

Lebih lanjut Dehaene (2014) menjelaskan bahwa secara umum definisi “Mathematical disorder” dan “Mathematical Disablibities” memiliki kesamaan yaitu: 1) hadirnya kesulitan dalam matematika, 2) memiliki beberapa tingkatan dari kekhususan (misal pencapaian akademis yang rendah atas beberapa subjek pelajaran), 3) adanya asumsi bahwa hal ini disebabkan oleh disfungsi dari beberapa bagian kerja otak.

Apa yang menjadi tanda atau gejala dari Diskalkulia?

Memiliki masalah dalam pembelajaran matematika bukanlah secara pasti seorang individu memiliki masalah kesulitan belajar.  Setiap siswa atau anak, belajar dengan kecepatan dan cara yang berbeda.  Bagi anak, dibutuhkan waktu dan pelatihan berulang-ulang untuk mempelajari prosedur matematika formal sehingga menjadi hal yang praktis dalam kehidupan sehari-hari mereka.  Jadi, bagaimana seseorang dapat dikatakan diskalkulia? Jika seseorang secara berkelanjutan menunjukkan permasalahan pada gejala yang timbul di bagan bawah ini, dapat dipertimbangkan bagi individu tersebut untuk di test dengan psikolog khususnya test diskalkulia (NCLD, 2014).

DISKALKULIA: GEJALA UMUM BERDASARKAN USIA

Anak Usia Dini Bermasalah dengan:

  • Kesulitan dalam berhitung
  • Memiliki masalah dalam mengidentifikasi angka tertulis
  • Kesulitan menghubungkan ide dari angka (4) dan bagaimana angka tersebut hadir di dunia nyata (4 kuda, 4 mobil, 4 anak)
  • Lemah dalam mengingat angka.
  • Memiliki masalah mengelompokkan benda-benda secara logika, misal meletakkan objek yang bundar di tempat persegi dan objek persegi di tempat yang lainnya.

 

Anak Usia Sekolah Bermasalah dengan:  

  • Memiliki masalah dalam pembelajaran fakta matematika (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian)
  • Memiliki masalah dalam perkembangan keterampilan problem-solving matematika
  • Lemah dalam memory jangka panjang khususnya fungsi matematika
  • Tidak awam dengan kosa kata matematika
  • Kesulitan mengukur benda Menghindari permaina yang membutuhkan strategi
Remaja dan Dewasa Bermasalah dengan:

  • Kesulitan memperkirakan/estimasi biaya seperti barang belanjaan.
  • Kesulitan belajar konsep matematika diantara fakta-fakta matematika dasar
  • Lemah kemampuannya untuk membuat anggaran atau biaya dari catatan keuangan
  • Bermasalah dengan konsep waktu, misal menepati jadwal atau memperkirakan waktu
  • Bermasalah dalam hal mental matematika
  • Kesulitan menemukan pendekatan-pendekatan atas satu permasalahan

(NCLD, 2014)

Referensi

NCLD. (2014). Dyscalculia. http://www.ncld.org/types-learning-disabilities/dyscalculia/what-is-dyscalculia diakses 26 Maret 2014, 7.33

Dehaene, S. (2014). What is dyscalculia. http://www.aboutdyscalculia.org/dyscalculiamain.html diakses 26 Maret 2014, 7.33

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

2 Responses to CIRI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA (DISKALKULIA)

  1. kostarina mengatakan:

    Mohon informasi, bagaimana penanganan anak dengan masalah diskalkulia? Mahalkah terapinya? Berapa kira-kira biayanya dan bisakah teraphys datang ke rumah? teriamkasih.

    • Terima kasih telah mengunjungi web Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

      Menjawab pertanyaan Mbak Kostarina, bahwa anak diskalkulia pada prinsipnya bisa diterapi jika usianya masih di bawah 12 tahun, atau masih pada tingkatan SD. Akan lebih baik jika pada usia dini sehingga proses intervensi dan perbaikannya lebih cepat. Jika sudah mencapai usia 12 tahun ke atas gangguan tersebut akan menjadi karakter sehingga hanya bisa mengenalkan strategi belajar untuk menutupi kekurangan tersebut.

      Untuk anak diskalkulia dapat dilakukan teknik scripting, atau teknik menyalin. Dimana anak diskalkulia diberi latihan soal dan jawaban serta dia menyalinnya tipe soal dan jawaban yang sama hingga berulang-ulang kali sampai dia lancar menyalinnya. Jika sudah lancar dalam menjawab soal pada tipe soal yang pertama, baru bisa diganti dengan tipe soal yang baru. Hal ini cukup efektif membantu anak diskalkulia khususnya dengan tipe inhibition.

      Untuk biaya terapi, mahal atau tidaknya relatif. Informasi biaya terapi dapat Mbak peroleh di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu. Saat ini kami belum melayani terapis ke rumah. Jadi masih pelayanan di klinik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: