TEKNIK SCRIPTING SEBAGAI RUMINATION PADA ANAK DISKALKULIA DENGAN TIPE INHIBITION

Melani Arnaldi dan Supra Wimbarti

 

Melani Arnaldi

Melani Arnaldi

Masalah kesulitan belajar matematika sering menjadi masalah yang ditakuti orang tua sejak anak duduk di bangku sekolah dasar. Anak umunya melihat materi pelajaran matematika sulit, karena  menuntut  sejumlah tahapan proses kognitif, seperti kosentrasi, memori, pemahaman, analisa, sintesa, evaluasi dan kreativitas (Arnaldi, 2011). Dehaene (2011) dalam buku “The Number sense”  menjelaskan bagaimana masalah Diskalkulia pada akhirnya dimasukan kedalam masalah kesulitan belajar yang bersifat sementara, dalam arti  latihan secara prosedural dapat memperbaiki masalah Diskalkulia. Pada umumnya masalah “sulit” dan “perasaan cemas” di saat pertama kali seorang anak belajar matematika dapat berubah menjadi perasaan mudah saat anak mengikuti banyak latihan. Kondisi ini menjelaskan mengapa kemampuan latihan dapat memperbaiki masalah Diskalkulia, mekanisme apa yang terjadi dan bagaimana menjelaskannya dari sudut pandang neuropsikologi.

Dehaene (2011)  menjelaskan bahwa sense terhadap matematika telah dimiliki seorang anak sejak lahir atau dikenal dengan istilah “ Number sense”. Digambarkan bahwa bayi berusia 6 bulan sudah dapat mengenali bentuk,  mengenali penambahan dan pengurangan pada sekelompok benda. Pada saat balita  kemampuan tersebut berkembang menjadi lebih kompleks, seperti kemampuan mengenali banyak atau sedikitnya jumlah sekelompok benda  (magnitude), mengurutkan angka (numberline) dan melakukan penjumlahan angka secara berurutan berkisar dari angka 2 sampai 10. Kemampuan  ini menunjukan bahwa sense terhadap angka telah berfungsi secara kognitif dan akan berhubungan dengan fungsi kognitif lainnya. Sejumlah bagian yang terlibat dalam kemampuan angka seperti  wernick, cerebral korteks, prefrontal korteks, bangsal ganglia akan mempengaruhi kemampuan berhitung seorang anak (Dehaene, 2011).

Bedasarkan masalah tersebut, akhirnya Dehaene  (2011)  membagi masalah kesulitan belajar matematika  menjadi tiga tipe, tipe pertama berkaitan dengan kemampuan verbal, tipe kedua berkaitan dengan kemampuan visual persepsi, tipe ketiga berkaitan dengan masalah inhibition. Masalah pertama dan kedua berkaitan dengan masalah biologik yang  secara genetik telah ada sejak kelahiran  (Dehaene, 2011. Hal.274). Masalah ini bermula dari adanya lesi di bagian parietal yang sangat berkaitan dengan kemampuan berhitung. Kerusakan pada bagian ini menyebabkan anak tidak memiliki sense terhadap angka. Biasanya masalah pada bagian ini  tidak  berdiri sendiri, seringkali mengalami kormorbid dengan gangguan lainnya seperti, disleksia, disgraphia, dementia, dipraksia (Ardilla dan Roselli, 2002). Untuk itu masalah kesulitan belajar matematika tipe tersebut seringkali sulit di tangani dan menjadi masalah hambatan fungsi yang serius dikemudian hari.

Kondisi masalah berbeda dengan tipe ketiga, karena dikaitkan dengan masalah  inhibition dalam executive function. Masalah ini banyak kita temui sebagai masalah kesulitan belajar pada anak di sekolah umum dan menjadi tipe gangguan yang bersifat sementara. Masalah yang tampak jelas terjadi pada kasus anak dengan tipe hiperaktif (ADHD). Anak dengan ADHD di kenal memiliki masalah inhibition sehingga menjadi masalah attention dan cendrung impulsive. Menurut Douglas (2005) masalah inhibition pada executive function pada akhirnya ajan menggangu working memory, karena berhubungan dengan kemampuan  executive process . Kemampuan executive process  berperan dalam kemampuan seleksi, memelihara kosentrasi dan kemampuan switching dengan bagian otak lainnya. Kontrol inhibition di bagian prefrontal korteks berawal di bagian amigdala, sehingga erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang (Carter, 1009).  Dijelaskan dalam scan MRI  bagaimana Executive Function terlihat seperti sinyal (difuse order) yang sifatnya murni sebagai psychological sense dan berfungsi untuk mengholding informasi dalam mind (Stuss dan Aleksander, 2011). Oleh sebab itu kondisi psikologis seperti depresi terbukti dapat mempengaruhi  proses kontrol inhibition dalam working memory (Joorman & Gotlib 2010).

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.   Terapi Anak Kesulitan Belajar, salah satunya yang mengalami hambatan matematika (Diskalkulia)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.
Terapi Anak Kesulitan Belajar, salah satunya yang mengalami hambatan matematika (Diskalkulia)

Depresi dapat diterjemahkan sebagai  suatu kondisi yang terjadi akibat stress yang berlangsung secara terus menerus. Dapat dilihat bagaimana kondisi anak yang mengalami kesulitan belajar matematika akan mengalami depresi jika tidak segera ditangani. Keadaan depresi jelas akan mengganggu proses inhibition (Joorman & Gotlib, 2010). Masalah inhibition akan mempengaruhi  kemampuan attention dan comprehension (Anderson Damasio Dan Tranell dalam Stuss & Aleksander, 2000). Anak yang mengalami masalah inhibition akan menjadi lemah dalam fungsi consciousness awareness. Padahal fungsi consciousness awareness sangat penting didalam proses retrieval dalam memori (Baddeley,2000). Proses retrieval dalam memori  merupakan bagian explicit didalam membentuk  strategi procedural (Ashcraft dalam Price et al, 2013). Oleh sebab itu masalah kesulitan belajar matematika tipe inhibition dapat merujuk pada ketidakmatangan strategi procedural yang dimiliki anak sehingga kemampuan matematika terlihat buruk secara performance (Mazzocco etal, dalam price etal, 2013).

Sebenarnya banyak sekali strategi prosedural yang diperkenalkan pada anak  yang mengalami Diskalkulia, seperti program computer “Number world” yang diperkenalkan Griffins (2004) atau program “Big Math for Little Kids” yang diperkenalkan oleh Greenes, Ginsburg, Balfanz (2004). Program ini hadir dalam bentuk aktivitas bermain, cerita, bentuk, pola, logika reasoning, pengukuran, operasi angka, ruang. Masalahnya program tersebut kurang efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan numeriositiy pada anak yang mengalami kesulitan belajar matematika tipe inhibition.

Secara mekanisme kesulitan belajar matematika dengan tipe inhibition  menunjukan kelemahan dalam kemampuan attention. Dalam kenyataanya kemampuan attention diproses didalam dua bagian yang berbeda di dalam otak. Bagian pertama kemampuan attention yang berada di bagian lobus frontalis dan Bagian kedua kemampuan attention yang berada di bagian girus angularis. Kedua proses  bagian ini menghasilkan fungsi yang berbeda, kemampuan inhibition di bagian lobus frontalis berkaitan dengan proses inhibition pada executive function yang dikaitkan dengan kondisi psikologis, sedangkan bagian girus angularis berkaitan dengan kemampuan strategi asosiasi secara visual dan tidak berkaitan dengan kondisi psikologis. Dalam kenyataannya fungsi di dibagian girus angularis memiliki peran yang sama pentingnya dengan bagian lobus frontalis, seperti fungsi perkembangan bahasa, number processing, spatial cognition, memory retrieval, attention dan theory of mind (Ramachandran & Hubbard, 2003).

Proses kognitif yang terjadi di bagian girus angularis merupakan proses scripting (asosiasi visual) yang penting  digunakan untuk membantu proses retrieval dalam memori. Kemampuan ini  erat kaitannya dengan tugas consciousness awareness. Consciousness awareness merupakan  bentuk dari Self awareness yang digunakan untuk memilh strategi saat dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan Self awareness berperan penting dalam membentuk strategi rumination pada anak yang mengalami kesulitan belajar matematika. Rumination disebut juga sebagai “recycling thought” yaitu gaya dari proses berpikir yang digunakan untuk membantu inhibition bila dihadapkan pada  hal yang sulit (Nolen-Hoeksema dalam Joorman & Gotlib, 2010). Anak yang terbiasa di ajarkan strategi belajar secara otomatis akan memiliki self awareness dalam menghadapi berbagai soal. Hanya saja anak yang mengalami gangguan inhibition jelas akan menggunakan strategi yang berbeda. Masalah inhibition membuat anak lemah dalam kemampuan attention di bagian lobus frontalis sehingga fungsi attention di bagian penglihatan. Fungsi attention dibagian penglihatan dikenal dengan sebutan proses scripting.

Dijelaskan bahwa ketika anak kesulitan belajar matematika mengalami  depresi, secara otomatis dia akan melakukan proses rumintation. Pada saat ini anak akan menggunakan tehnik scripting sebagai tehnik procedural dalam berhitung. Anak yang sering dilatih kemampuan tehnik procedural akan memiliki self awareness yang baik jika dihadapkan pada soal matematika yang sulit. Self awareness dalam hal ini merupakan bagian intergal dari directive esecutive Function, yang memiliki peran kendali psikologis seperti passion yang menimbulkan perasaan senang (mood positif) saat berhasil menggunakan tehnik scripting tersebut secara berulang. Terdapat dua macam tehnik prosedural scripting (asosiasi visual) yang dapat dilatih pada anak kesulitan belajar matematika antara lain  adalah tehnik asosiasi visual (mnemonic) dan tehnik visual spasial (sketch-pad). Kedua tehnik ini terbukti dapat membantu kemampuan visual semantik dalam memori jangka panjang (Baddeley, 2012 hal 11).

 

Daftar Pustaka

Ardilla, A. Roselli. M (2002) Acalculia and Discalculia.Neuropsycholoogi review vol. 12 no.4

Arnaldi, Melani. (2011). Cognitive process to parameter assessment learning disability of children. Procedia Social and Behavioral Science. 29, 170-178.

Baddeley,A.(2000).The Episodic buffer: a new component of working memory. Trends in cognitive science vol.4,No.11, November 2000.

Carter, Rita (2009) Human Brain . Dorling Kindersley limited, China

Dehaene. S.(2011) The Number sense.Oxford University press

Douglas, V.I. (2005). Cognitive deficit in children with attention deficit hyperactivity disorder: a long term follow-up. Canadian Psychology/Psychologie cannadienne. 46:1, 23-31

Griffin S (2004). Building Number sense with number world: a Mathematics progam for young children. Early childhood research Quarterly 19 173-180

Joorman.J & Golib.I.H (2010). Emotion regulation in Depression:Relation to cognitive inhibition.Cognition and Emotion 281-298

Price G.R, Mazzoco M.M, Ansar D. (2013) Why Mental Arithmatic counts: Brain Activation during single digit Arithmatic Predicts High School Math Scores. DOI:10.1523/JNEUROSCI.2936-12.2013

Ramachandran, VS. Hubbard, EM,(2003) The phenomenology of synaesthesia, journal of consciousness studies, 10, No.8,.pp 49-57

Stuss,D. & M.P.Alexander (2000).Executive Functions & Frontal Lobus : a conceptual view. Psychological research.63,289-298

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

2 Responses to TEKNIK SCRIPTING SEBAGAI RUMINATION PADA ANAK DISKALKULIA DENGAN TIPE INHIBITION

  1. Muhamad Adi Nugraha mengatakan:

    Hal itu yang saya alami ketika kecil dok, cuma saya sendiri tidak pernah mengalami penanganan khusus untuk mengatasi diskalkulia ini. Seiring berjalan waktu saya masih bisa menjalani kehidupan saya secara normal hingga usia saya sekarang 20 tahun, tapi disatu sisi saya selalu saja masih kesulitan dalam berhitung dok bahkan saya selalu sulit mengatur waktu, hampir setiap hari dari mulai SD hingga sekarang saya kuliah, saya sering terlambat, saya juga mengalami kesulitan dalam menghitung uang kembalian, tapi disatu sisi saya memang bisa berhitung hanya saja membutuhkan waktu yang lumayan lama dari orang-orang pada umumnya, bahkan saya selalu sangat kesulitan dalam pelajaran berhitung. bisakah saya sharing mengenai hal ini dok ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: