CBT: TERAPI PSIKOLOGI BAGI REMAJA UNTUK MENINGKATKAN SELF-AWARENESS, SELF-REGULATION, DAN MOTIVASI BELAJAR

Melani Arnaldi dan sessi konseling (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melani Arnaldi dan sessi konseling serta CBT (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Masa  remaja merupakan masa  “kritis dan badai”, karena  adanya perubahan fisik  yang  tidak  diikuti dengan  perkembangan emosi. Hal tersebut menyebabkan remaja mudah terjeremus ke perilaku negatif (FKUI, 2000).  Secara biologis  perkembangan otak mereka belum berkembang sempurna, yang berakibat pada psikologis emosional remaja, yang kadang  bersikap seperti  anak-anak dan kadang  bersikap dewasa (Lewis, 2002). Remaja belum mempunyai kemampuan dalam  membaca dan memahami emosi dari dalam dirinya ataupun orang lain. Perubahan biologis  dan psikologis remaja  berpengaruh pada  kontrol diri, penilaian, emosi, dan pengaturan diri yang disebut dengan  fungsi eksekutif (American Bar Association, 2004). Dalam hal ini pengaruh biologis hormonal, yaitu  kortisol dikaitkan dengan sistem limbik khususnya  respon amygdala dapat merangsang impulsivitas yang menyebabkan perilaku agresivitas remaja laki-laki.

Hal ini sering kali menimbulkan masalah pada individu remaja dimana terjadi konflik antara orang tua, atau pun lingkungannya seperti sekolah.  Perilaku buruk dan pembangkangan dapat muncul sebagai akibat kurangnya kontrol diri dari remaja.  Perilaku ini muncul dapat berupa manifestasi seperti hilangnya motivasi belajar, tidak pedulii terhadap lingkungan di rumah atau sekolah, bahkan hingga tindakan kriminalitas.  Oleh karena itu pada remaja yang memiliki masalah di atas perlu dilakukan penanganan secara intensif.

Salah satu cara intervensi atau terapi psikologi untuk remaja yang sesuai untuk permasalahan ini adalah dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT).  CBT adalah pendekatan yang intensif, sesi yang pendek, dan berorientasi kepada masalah.  CBT dirancang untuk menjadi cepat, praktis, dan beorientasi kepada tujuan serta menghasilkan individu dengan keterampilan jangka panjang untuk membuat mereka tetap sehat. (Rector, 2007).   Fokus dari CBT adalah di  sini dan saat ini, dimana permasalahan terjadi pada individu dalam kehidupan sehari-hari.  CBT membantu individu untuk melihat bagaimana mereka menginterpretasikan dan mengevaluasi apa yang terjadi  disekitar mereka serta efek dari persepsi pada pengalaman emosional mereka.  (Rector, 2007).

Cognitive behavioral therapy atau CBT adalah tipe konseling umum (psychoterapy).  Melalui CBT, pasien akan berinteraksi dengan konselor (Psychotherapsit atau therapis) dalam sesi yang terstruktur, dimana menghadiri sejumlah sesi terapi yang terbatas.  CBT membantu dapat membantu remaja menjadi aware (peduli) terhadap pemikiran yang negatif atau tidak sesuai dengan diri dan lingkungan.  Hal ini membuat kita lebih berani dalam menghadapi situasi dan meresponnya dengan cara yang efisien.  CBT dapat menjadi alat yang sangat membantu dalam menangangi gangguan mental atau penyakit mental, seperti kecemasan dan depsresi.  CBT dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu setiap orang belajar bagaimana menangani situasi dari kehidupan yang membuat diri kita stress. (Mayoclinic.org).

Keadaan hipnosis untuk memperbaiki gangguan emosional, seperti trauma yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan juga strategy coping bagi individu

Sesi CBT dilakukan dalam keadaan relaks dan nyaman bagi remaja dan keluarga (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Remaja yang sehat secara mental adalah ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik.  Seiring pertumbuhan usia, maka pertumbuhan mental juga harus tumbuh kembang dengan baik.  Hal ini dapat dilihat dari adanya self-awareness,  dan self-regulation yang baik dari remaja.  Dimana mereka peduli terhadap diri dan tuntutan dari lingkungannya baik orang tua dan sekolah. Perwujudan ini nampak dari adanya motivasi belajar yang baik serta mampu mengendalikan diri dan mematuhi aturan yang ada di dalam keluarga ataupun masyarakat, misalnya sekolah.

Melalui sesi terapi CBT yang dilakukan di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mampu meningkatkan self-awareness, motivasi belajar, dan self-regulation pada remaja yang mengalami masalah psikologis.  Sesi CBT yang dilakukan oleh terapis dalam arahan Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., dilakukan dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan.  Remaja dan orang tua disatukan dalam sesi sehingga permasalahan dalam keluarga maupun anggota keluarga dapat dipecahkan dan hubungan menjadi harmonis kembali.  Komunikasi yang tadinya tertutup dan tersendat, dapat menjadi lancar di dalam keluarga.  Keharmonisan ini adalah sebagai fondasi bagi remaja karena sudah meningkatnya self-awareness, dan self-regulation dalam diri mereka sehingga motivasi belajarnya pun meningkat.

Informasi seputar CBT untuk remaja, dapat menghubungi Sdr. Agus (08561785391).

Daftar Pustaka

American Bar Association. (2004). Adolescent Brain Development And Legal Culpability. Washington DC

Mayoclinic. http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/basics/definition/prc-20013594

Lewis, M. (2002). Child and Adolescent Psychiatry: A Comprehensive Textbook.  Lippincott Williams and Wilkins.

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Bagian Psikiatri FKUI / RSUPN-CM, “UP DATE” Psikiatri Anak.(2000). Universitas Indonesia: Jakarta

Rector, N.A., (2010).  Cognitive behavioral therapy: an information guide. Center of Addiction and Mental Health: Canada.

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: