Aktivitas Otak dan Pemberian Obat pada Pasien ADHD

Penelitian Rubia et al (2005) yang berjudul Abnormal Brain Activation During Inhibition and Error Detection in Medication-Naive Adolescents With ADHDmenggambarkan dengan rinci bagaimana aktivasi otak terkait dengan kemampuan inhibisi pada anak dan dewasa dengan ADHD dengan pemberian obat.  Secara implisit, penelitian ini menyinggung bahwa permasalahan inhibisi atau kemampuan untuk menahan respon dapat diperbaiki dengan intervensi psikologis.

Rubia et al (2005) menggambarkan bahwa pasien dengan ADHD dalam sejarah medis menunjukkan aktifasi otak yang tidak normal dibagian prefontal dan striatal  selama proses kognitif berlangsung. Penelitian sebelumnya menunjukkan pemberian  obat dalam jangka panjang masih menunjukkan aktivasi yang tidak normal terutama didalam memberikan respon inhibition pada kelompok anak dengan ADHD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian obat secara signifikan hanya dapat menekan aktivasi otak dibagian kanan yaitu bagian  prefontal cortex yang berkaitan dengan proses inhibition pada motorik. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivasi yang tidak normal pada bagian otak saat proses inhibition terjadi hanya merupakan  gangguan, jadi sifatnya bukan kerusakan yang permanen. Hasil penelitian ini menunjukan, besar kemungkinan gangguan tersebut diperbaiki dengan memberikan intervensi tapi tidak menggunakan obat.

Keberhasilan inhibisi atau menahan perilaku yang tidak diinginkan dapat dilihat dari penemuan penelitian yang memfokuskan bahwa proses penurunan aktivasi di bagian prefontal mencapai bagian dalam insula (substansia nigra untuk gerakan motorik) dan membatasi kerja di bagian lobus temporalis (bagian wernicke pedengaran). Analisa bahwa adanya masalah keterbatasan dibagian temporalis ini menunjukan kelemahan dalam fungsi pendengaran pada anak dengan ADHD.

Diantara bagian inferior prefontal dan anterior temporal ditemukan dismorpik bilateral pada anak ADHD yang diberikan pengobatan dan tanpa pengobatan. Foto emission tomography menunjukkan adanya reduksi aliran darah di bagian cerebral yang menekan di bagian inferior prefontal dan lobus temporal. Study dengan petscan pada pasien ADHD dewasa menunjukkan penurunan aktivasi di bagian lobus temporalis hemister kiri dan insula substansia nigra selama dalam proses working memory dan pengambilan keputusan (hal. 1071).  Kondisi ini menunjukkan bahwa dibagian insula substansia nigra, inferior prefontal dan anterior lobus temporalis sebagai bagian struktur otak dan fungsi yang tidak normal pada anak ADHD.

Hal ini menarik ketika pengamatan pada bagian otak yang tidak normal dapat diamati sebagai bagian proses inhibition pada anak ADHD. Bagaimanapun anak dengan ADHD masih menunjukkan masalah pada konsentrasi hingga dewasa, terutama saat di berikan pengetesan stop signal reaction times. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi untuk menekan aktivasi (inhibisi) dibagian tersebut.

Penelitian lain yang bertentangan dengan penelitian ini adalah reaksi yang ditunjukan bahwa dibagian kecil dari sub kortikal otak seperti basal ganglia sulit untuk diamati dengan MRI. Penjelasan pertama yang sebenarnya dapat dilihat dalam test blok desain ini adalah pengukuran kecepatan yang secara hipotesis menggambarkan adanya proses reduksi atau kelemahan pada bagian putramen dan caudate activation pada pasien ADHD. Penjelasan kedua menunjukkan bahwa aktivasi di bagian caudate tidak langsung berhubungan dengan respon motorik tapi lebih kepada fungsi kognitif lain yang tidak terkontrol di dalam tugas melakukan tes blok desain. Ada kemungkinan bahwa bagian basal ganglia pada anak ADHD tidaklah normal sehingga dibutuhkan pengobatan walaupun efek simulasi pada gambar MRI tidak begitu dapat terlihat.

Kegagalan proses inhibisi dapat dilihat dari proses aktivasi di bagian medial prefontal kortek dan anterior gyrus cingulated menunjukkan hubungan gagalnya inhibition saat diberikan tugas tes in go/no-go pada orang dewasa. Pada anak ADHD masalah inhibition terlihat pada bagian  tengah dari sistem attention. Dimana bagian prosterior cingulate adalah bagian yang berhubungan secara dinamis di bagian attention visual spasial. Bagian cingulate cortex juga menunjukkan adanya hubungan dengan attention dan motivasi, yang berhubungan dengan kesalahan dalam pengerjaan tugas.

Pada alat elektro fisiological menunjukkan adanya reduksi positif kesalahan pada bagian parietal dan oksipitalis pada anak ADHD sesudah membuat kesalahan di dalam sebuah stop task yang menginterpretasikan defisiensi evaluasi kesalahan respon karena adanya ketidak normalan aktivasi di bagian posterior dari otak. Dapat disimpulkan bahwa bagian anterior dan posterior cingulate mengalami reduksi pada pasien ADHD selama proses keterlambatan Motorik Terjadi.

Ditemukan adanya hubungan yang bertentangan, dimana reaksi negative terjadi pada bagian APC  saat proses pengambilan keputusan dan sebaliknya reaksi positif terjadi dibagian prefontal dan posterior cingulate dalam hubungannya dengan usia. Kondisi ini menunjukkan adanya keterlambatan kematangan pada anak dengan ADHD. Walaupun keterlambatan kematangan tidak dapat dikonfirmasikan sebagai masalah dalam studi ini karena tidak adanya hubungan positif yang berhubungan dengan pengaruh usia.

Pada anak dengan ADHD terlihat hubungan negatif dengan perilaku inpulsif dan ketidaknormalan syaraf  pada proses inhibition saat diberikan tugas mendeteksi kesalahan. Ditunjukan bagian otak yang tidak normal dan membutuhkan pengobatan medik pada pasien ADHD. Dapat disimpulkan bahwa abnormalitas pada bagian otak dapat diidentifikasikan dengan melihat performance  saat anak melaksanakan tugas. Anak ADHD dapat dianggap menjadi suatu hal yang patologis dan membutuhkan obat di dalam proses inhibition.

 Referensi 

Rubia, K., A. B. Smith, M.J. Brammer, B. Toone, , E. Taylor. (2005). Abnormal Brain Activation During Inhibition and Error Detection in Medication-Naive Adolescents With ADHD. The American Journal of Psychiatry: Jun 2005; 162(6):1067-75

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: