Pelatihan Terapis ADHD: Deteksi Dan Intervensi ADHD Sejak Dini Di Sekolah Formal

Berdasarkan penelitian Saputro di tahun 2004, kasus anak kesulitan belajar khususnya Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) dapat mencapai 10% dari populasi siswa.   Sudah tentu, hal ini akan merepotkan bagi guru ataupun praktisi pendidikan formal.  Karena anak dengan ADHD memerlukan penanganan khusus agar mampu mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas serta tidak mengganggu temannya.

Pemaparan materi oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi dalam Pelatihan Terapis ADHD, 14 November 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pemaparan materi oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi dalam Pelatihan Terapis ADHD, 14 November 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Menyikapi permasalahan di masyarakat mengenai maraknya anak dengan ADHD khususnya di sekolah formal, Klinik Psikoneruologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan terapi/intervensi ADHD.  Adapun pelatihan ini diselenggarakan pada Sabtu, 14 November 2015.  Pelatihan ini dihadiri dari perwakilan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pelita Harapan, guru RA Az Zahra Kids Homeschool, PKBM Kramat Pela, dan PKBM Pelita.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya dan terkait dengan kasus kesulitan belajar antara lain ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain. Pelatihan tersebut diadakan dua kali dalam sebulan yaitu minggu kedua dan keempat dengan kapasitas peserta adalah sepuluh orang per pelatihan.  Untuk bulan November 2015, tema yang diangkat adalah kasus Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).

Pelatihan satu hari tentang ADHD ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screening ADHD, dan pengenalan intervensi ADHD dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, Mpsi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

IMG_4822.JPG

Sesi penayangan video kasus dan penjelasan cara pengisian screening  alat test ADHD di ruang audio visual Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Lebih lanjut dalam pelatihan dijelaskan tentang bagaimana karakteristik anak ADHD, dan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya neuropsikologi terkait dengan ADHD.  Selain itu juga dilakukan latihan screening anak dengan ADHD dengan alat test sederhana yang telah divalidasi oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu serta dapat diterapkan dalam seleksi siswa baru dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) serta tingkatan lanjut. Alat ini selain digunakan oleh psikolog juga dapat digunakan oleh guru, orang tua, dan manajamen sekolah.

Pelatihan ini diperdalam dengan screening dan intervensi yang dilakukan melalui penayangan video kasus terapi anak dengan ADHD.  Peserta melihat bagaimana perilaku anak dengan ADHD, khususnya yang komorbid dengan mood disorder atau manic depressive dan intervensi yang dilakukan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.  Selanjutnya peserta melakukan latihan untuk mengisi alat tes screening ADHD yang diberikan.

IMG_4820.JPG

Peserta melakukan simulasi pengisian screening ADHD dari penayangan Video Kasus anak dengan ADHD (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., memaparkan bahwa dalam penanganan masalah ADHD di sekolah formal langkah pertama yang dilakukan adalah bagaimana menyeleksi atau screening siswa baru apakah ada yang mengalami ADHD atau tidak.  Jika ada yang mengalami ADHD, maka akan dikembalikan kepada pihak sekolah, apakah diterima dengan menerapkan kelas sosialisasi untuk tingkat PAUD dan TK atau disarankan untuk melakukan terapi dengan psikolog.  Peran dan kerja sama psikolog, guru kelas, ataupun konselor di sekolah, dan manajemen sekolah sangat penting dalam mengelola anak dengan ADHD di sekolah formal.  Peran guru dan manajemen sekolah adalah terkait bagaimana mengelola anak ADHD di kelas dan sekolah, sedangkan psikolog bagaimana deteksi dini yang lebih akurat serta intervensi yang diberikan sehingga anak ADHD mampu mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Kegiatan ini sangat informatif, aplikatif, serta memperluas wawasan dan menjadi referensi ke depan menurut Keizia dan Diandra, mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Pelita Harapan.  Sedangkan menurut Aktif Suhartini, Kepala RA Az Zahra Kids Homeschool, pelatihan ini sangat menarik dan menginsipirasi praktisi pendidikan anak usia dini (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: