Pelatihan Terapis ADHD Angkatan III: Deteksi dan Intervensi ADHD bagi Orang Tua dan Profesi Psikolog

IMG_4906.JPG

Sesi Foto bersama Melani Arnaldi, M.Psi, Psi dengan peserta Pelatihan Terapis ADHD angkatan III (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan terapis ADHD untuk angkatan ke III, Sabtu, 28 November 2015.  Pelatihan ini dihadiri dari mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, lulusan atau sarjana psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan orang tua anak dengan ADHD.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain. Pelatihan tersebut diadakan dua kali dalam sebulan yaitu minggu kedua dan keempat dengan kapasitas peserta adalah sepuluh orang per pelatihan.  Untuk bulan November 2015, tema yang diangkat adalah kasus Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).

Pelatihan satu hari tentang ADHD ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screening ADHD, dan pengenalan intervensi ADHD dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Pelatihan ini diperdalam dengan screening dan intervensi yang dilakukan melalui penayangan video kasus terapi anak dengan ADHD.  Peserta melihat bagaimana perilaku anak dengan ADHD, khususnya yang komorbid dengan mood disorder atau manic depresive dan intervensi yang dilakukan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.,  beserta terapis lain dari Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Selanjutnya peserta melakukan latihan untuk mengisi alat test screening ADHD yang diberikan.

IMG_4876

Melani Arnaldi, M.Psi., menjelaskan perkembangan anak dengan ADHD dari sudut pandang psikologi (Klinik Psikoneurologi Hang lekiu)

Pada pelatihan ini dijelaskan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., bagaimana menangani anak dengan ADHD di sekolah formal dan juga di rumah.  Pesan bagi orang tua terhadap anak ADHD adalah bagaimana penanganan anak dengan ADHD dilakukan tanpa menekankan kepada reward atau penghargaan, tapi lebih kepada pemberian pengharapan atau expektasi dimana hal ini lebih efektif.  Misalnya bagaimana anak dididik untuk bersikap baik dan belajar dengan baik di sekolah agar dia bisa naik kelas.  Naik kelas inilah yang dinamakan ekpektasi. Dan sebisa mungkin digambarkan dengan ekspresif oleh orang tua, misalnya bagaimana orang tua menjadi bangga dan bahagia jika anaknya naik kelas, khususnya dengan nilai yang bagus.  Pemberian pesan kepada anak ADHD agar dilakukan abstraksi yang sedetail-detailnya bahkan lebih ekspresif agar mereka dapat memaknai lebih mudah.

Dijelaskan juga bagaimana dengan alat atau skala screening ADHD ini dapat membantu orang tua dan profesi psikolog.  Melalui skala atau alat screening ADHD yang diisi oleh orang tua dapat digunakan orang tua anak dengan ADHD jika perilaku anaknya sudah mengganggu.  Pengisian ini dapat dijadikan landasan saat melakukan konsultasi baik kepada dokter terlebih jika perlu diberikan obat agar dosis yang diberikan tepat sasaran.  Bagi psikolog, screening tersebut berguna untuk menentukan jenis terapi apa yang akan dilakukan, misalnya apakah perlu ditekankan bagaimana mengembangkan self-awareness, apa pola pikir atau kognitifnya yang bermasalah atau perlu diperbaiki, atau perilakunya yang perlu diperbaiki.

IMG_4868

Sesi coffee break dan diskusi Melani Arnaldi, M.Psi.Psi., bersama peserta pelatihan dari mahasiswa psikologi dan lulusan psikologi tentang ADHD dan kekinian ilmu psikologi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Menurut Hanif A. Reksoprodjo, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidatullah Jakarta, pelatihan ini keren, seru, interaktif, dan bagus banget materinya bagi yang ingin mendalami bagian ini.  Sheila Dwi I. Sugiharto, S.Psi, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mengatakan bahwa pelatihan ini menarik, informatif, dan memperkaya pengetahuan tentang ADHD.  Perwakilan dari orang tua anak dengan ADHD, Ibu K. Tuntung W, mengatakan bahwa dari pelatihan ini banyak informasi baru tentang ADHD dengan penanganan yang lebih jelas dan terukur.  (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: