Slow Learner? Siapa takut!

 

20151219135125.jpg

Sesi foto bersama Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., dan peserta pelatihan “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, Sabtu, 19 Desember 2015 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke I, Sabtu, 19 Desember 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh orang tua anak dengan slow learner dan keterlambatan bicara yang melakukan terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan guru pendamping.

 

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

20151219102837.jpg

Sesi perkenalan dan testimoni “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” sebelum masuk sesi pengenalan teori (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Presentasi pengenalan teori berjalan dinamis dan juga mengangkat pengalaman orang tua dalam mengasuh serta mendidik anak mereka dengan slow learner.  Bahwa ditemukan fakta bahwa putra dan putri mereka mengalami keterlambatan bicara pada usia bawah tiga tahun (batita) serta mengalami masalah slow learner atau lambat belajar di usia sekolah.  Slow learner diketahui dengan skor IQ yang berkisar antara 70-90. Namun hal ini bukanlah vonis mati dalam kesuksesan di sekolah formal, khususnya ditingkatan sekolah dasar (SD).

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

20151219103924.jpg

Peserta pelatihan “Kupas Tuntas Masalah Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” menyimak saat bedah buku pelatihan dan pemaparan materi (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

 

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Ibu Dwi Yulianti mengatakan bahwa dengan pelatihan atau workshops ini, beliau menjadi lebih tahu bagaimana menangani putranya yang mengalami slow learner. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: