Bingung Pilih Program Studi Atau Jurusan Saat Kuliah Nanti? Tes Penjurusan Dulu Yuk!

WISNU ARTIKEL 3

Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, salah satu fakultas dengan berbagai program studi favorit di Indonesia (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pemilihan jurusan atau program studi saat kuliah adalah hal penting dan menentukan karir ke depan.  Amatlah elok jika jurusan yang dipilih atau ditekuni sesuai dengan minat dan bakat. Diharapkan hal ini tidak terjadi penolakan dalam belajar ataupun mengundurkan diri dari jurusan yang telah didaftarkan di universitas.

Akibat kurangnya informasi dan memahami minat, bakat, dan potensi akademik yang dimiliki siswa, sering kali saat pemilihan jurusan di universitas tidak sesuai dengan passion yang dimiliki. Hal ini sering terjadi dan amat disayangkan karena telah membuang waktu, biaya, ataupun kesempatan yang diperoleh.

Sebagi contoh di Universitas Gadjah Mada, banyak mahasiswa baru yang mengundurkan diri karena jurusan atau program studi yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Universitas Gadjah Mada (UGM) setiap tahunnya menerima pengunduran diri siswa yang telah lolos SNMPTN. Mereka mundur karena merasa salah mengambil program studi. Untuk itu panitia menghimbau agar sekolah memberikan pendampingan bagi siswa saat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) (Nugroho, 25 Januari 2016).

Direktur Akademik UGM, Sri Peni Wastutiningsih berharap kerjasama dari pihak sekolah untuk mengarahkan para siswanya memilih PTN bahkan program studi (prodi) yang benar-benar sesuai dengan peminatan masing-masing siswa. Hal ini untuk menghindari banyaknya pengunduran diri siswa setelah lolos SNMPTN (Nugroho, 25 Januari 2016).

Setiap tahun di UGM menerima 100 siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN namun memilih mundur. Hal ini tentu merugikan kami dan juga siswa yang seharusnya bisa menempati kursi-kursi kosong tersebut. Maka kami berharap sekolah menyampaikan pada siswanya agar tidak memilih PTN dan prodi yang kurang mereka minati,” kata Sri Peni Wastutiningsih. (Nugroho, 25 Januari 2016).

Sri menambahkan pada SNMPTN 2014 pernah terjadi hampir 50 calon mahasiswa di Fakultas Teknik UGM pergi dan memilih kuliah di tempat lain. Kenyataan ini sangat disayangkan karena banyak juga siswa lain yang ingin kuliah di FT UGM namun tidak lolos SNMPTN (Nugroho, 25 Januari 2016).

Ketika memilih jurusan pada saat masuk kuliah, tentu saja ada banyak poin yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai salah jurusan yang yang berakibat fatal pada dunia kerja (Harahap, 25 Februari 2014).

Menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan (Harahap, 25 Februari 2014).

“Salah jurusan bisa memicu pada pengangguran. Supaya tidak ada pengangguran lagi ya jangan sampai ketika kuliah salah jurusan,” (Harahap, 25 Februari 2014).

Untuk mencegah hal di atas, ada baiknya siswa yang akan memilih program studi atau jurusan di universitas melakukan tes prikologi, yaitu tes penjurusan.  Melalui tes ini, siswa dan orang tua akan mengetahui potensi akademik, minat, dan bakat  dan menentukan program studi yang disesuaikan dengan cita-cita serta potensi yang dimiliki.

Pengetesan Psikologi

Tes Penjurusan membantu orang tua dan siswa dalam memilih program studi di universitas

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu melakukan pelayan tes penjurusan untuk membantu siswa SMA dalam menentukan jurusan di perkuliahan nanti.  Melalui test penjurusan ini siswa dan orang tua dibantu dalam menentukan program studi atau jurusan yang akan diambil saat diperkuliahan nanti.

Melalui hasil tes penjurusan ini, psikolog di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu membantu mengarahkan jurusan disesuaikan dengan potensi akademik, minat, dan bakat siswa serta cita-cita dari siswa ataupun pengharapan dari orang tua.  Melalui sesi konseling hasil tes, siswa dan orang tua dengan dijembatani psikolog untuk menentukan program studi di perkuliahan dengan berlandaskan potensi akademik, minat, dan bakat. Sehingga siswa diharapkan mampu menyelesaikan studi di universitas dengan penuh semangat serta passion yang dimiliki.

Selanjutnya diharapkan setelah lulus universitas, siswa juga akan menekuni bidang pekerjaan yang tepat dan sesuai bakat, minat, dan jenjang pendidikannya.  Sehingga tidak muncul kesalahan penjurusan yang akan memicu pengangguran karena bekerja tidak sesuai dengan minat dan bakat.

Yuk tes penjurusan dulu, sebelum ambil keputusan pemilihan program studi atau jurusan di perkuliahan nanti!  (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

 

Daftar Pustaka

Nugroho, Joko.(Januari 25, 2016). SNMPTN 2016 : Salah ambil prodi, 100 siswa yang lolos di UGM mundur. HarianJogja.Com. Januari 26, 2016.http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/25/snmptn-2016-salah-ambil-prodi-100-siswa-yang-lolos-di-ugm-mundur-684187

Harahap, Rahmat Faisal. (Februari 25, 2014). Duh, 87% Mahasiswa Indonesia Salah Jurusan!.Okezine.com. Januari, 26, 2016. http://news.okezone.com/read/2014/02/24/373/945961/duh-87-mahasiswa-indonesia-salah-jurusan

 

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: