Intervensi Anak Slow Learner Dengan Parameter Melani Metacognitive Intervention

IMG_5516.JPG

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., bersama peserta Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 30 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke III, Sabtu, 30 Januari 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa program pasca sarjana atau profesi psikologi dari Universitas Persada Indonesia YAI, alumnus program studi psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, mahasiswa fakultas psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta Syarif Hidayatullah, orang tua siswa, dosen program studi psikologi Fakultas Ilmu Kependidikan Universitas Negeri Jakarta, dan mahasiswi program pascasarjana dan profesi psikologi Universitas Tarumanagara.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

IMG_5493.JPG

Sesi pengenalan teori dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 30 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Dalam sesi penayangan video kasus, bedah kasus dan pengenalan intervensi, dijelaskan bagaimana tahapan proses kognitif berguna dalam mendeteksi dan intervensi anak slow learner.  Terdapat delapan tahapan kognitif yang dapat dijadikan parameter yaitu konsentrasi, memori, pemahaman (comprehension), application behavior, analisa, sintesa, evaluasi, dan kreativitas berpikir.  Melani Arnaldi, M.Psi., Psi, menjelaskan dengan menggunakan skala psikologis beserta item-item dari variabel yang ada untuk mendeteksi dan mengintervensi anak slow learner.  Skala ini dapat digunakan untuk melihat proses berpikir apakah ada masalah atau tidak, khususnya pada ana dengan slow learner.  Pada tingkatan TK- SD kelas 2 hingga pada tingkatan pemahaman.  Pada tingkatan sekolah dasar kelas empat dilihat hingga application behavior. Pada tingkatan hingga kelas enam sekolah dasar hingga analisa dan sintesa. Namun untuk tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) baru hingga tingkatan kreativitas berpikir.

Lebih lanjut untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dijelaskan tahapan dalam mengintervensinya.  Terdapat  lima tahapan proses dalam berbicara yaitu attachment and social interaction, attention and listening, understanding, talking, dan speech sound. Secara umum pada tahapan awal adalah bagaimana awareness anak dibangun terhadap lingkungan sekitarnya sehingga ia dapat memahami konteks.

IMG_5509.JPG

Sesi bedah kasus, penayangan video, pengenalan skala, serta intervensi untuk anak Slow Learner & Keterlambatan Bisara dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, 30 Januari 2016

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Selly, alumnus program studi psikologi Universitas Persada Indonesia YAI mengatakan pelatihan yang sangat informatif disertai dengan video kasus dan acuan untuk mengukur sejauh mana perilaku anak mengalami slow learner dan keterlambatan bicara.  Baskoro, mahasiswa program studi psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta mengatakan bahwa pelatihan yang cukup penting untuk mendiagnosa seorang anak itu slow learner atau tidak, dimana ternyataa banyak yang harus dilakukan. (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: