Peran Psikolog Dalam Deteksi Dini Dan Intervensi Anak Keterlambatan Bicara Serta Slow Learner

2016123160431.jpg

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi bersama peserta Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu mengadakan pelatihan atau workshops terapis “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” untuk angkatan ke II, Sabtu, 23 Januari 2015.  Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa program pasca sarjana atau profesi psikologi dari Universitas Tarumanagara, dosen Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kependidikan Universitas Negeri Jakarta, dan praktisi psikologi di sekolah serta klinik di Jakarta.

Kegiatan pelatihan ini merupakan acara berkesinambungan tentang pelatihan intervensi kesulitan belajar yang setiap bulannya diadakan oleh Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Tema yang diangkat berbeda-beda tiap bulannya serta terkait dengan kasus kesulitan belajar, yaitu ADHD, ADD, Keterlambatan Bicara, Slow Learner, Gangguan Emosional, Gangguan Perilaku, Ekspresi Bahasa, dan lain-lain.  Untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016, tema yang diangkat adalah kasus “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara”.

Pelatihan satu hari tentang “Slow Learner dan Keterlambatan Bicara” ini terdiri atas tahapan studi kasus, pengenalan teori, video kasus, pengenalan screeningSlow Learner dan Keterlambatan Bicara”, dan pengenalan intervensi slow learner dan keterlambatan bicara dengan pembicara tunggal Melani Arnaldi, M.Psi., Psi sebagai Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

2016123111549.jpg

Sesi Pengenalan Teori dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, Sabtu, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Pada presentasi kali ini, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., menekankan peran penting psikolog di masyarakat dan dunia pendidikan. Bagaimana psikolog harus dapat menjembatani antara anak, orang tua dan guru.  Psikolog perlu menjaga perasaan mereka, karena ketika orang tua datang ke psikolog sudah menyerah dengan permasalahan yang dihadapi, oleh karena itu sebaiknya para psikolog memberikan solusi atas permasalahan dibawa oleh orang tua ataupun siswa saat berkonsultasi.

Selain itu terkait dengan Slow Learner dan Keterlambatan Bicara, Melani Arnaldi, M.Psi., Psi juga berbicara tentan kehati-hatian psikolog dalam memberikan vonis terkait IQ seperti border line atau lambat belajar pada usia dini.  Saat pengetesan tidak hanya kemampuan yang dilihat tapi juga perlu menekankan penilaian secara psikologis.  Misalnya dalam pengetesan tidak bersifat kaku dan terbatas time limit agar potensi anak dapat terlihat, dengan memancing dan memberikan kesempatan yang lebih kepada anak saat test sehingga terkuak sisi psikologisnya.

Pengembangan terapi keterlambatan bicara dan Slow Learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu menekankan kepada terapi metakognitif.  Terapi metakognitif ini efektif untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan ketiadaan cacat pada organ bicaranya atau otak, namun fungsi otaknya belum optimal.  Cirinya adalah anak sudah mampu mengucapkan kata dengan jelas namun belum mampu membuat kalimat.  Berbeda dengan anak autis yang menerapkan terapi ABA, terapi pada anak keterlambatan bicara dan lambat belajar menggunakan terapi metakognitif, yaitu bagaimana mengfungsikan otak untuk berpikir.  Selain itu juga dijelaskan bagaimana terapi metakognitif yang dikombinasi dengan fisioterapi listrik ataupun pemberian obat dapat membantu pemulihan fungsi bicara dan belajar pada anak.  Namun pemberian obat ini hanya sementara, yaitu maksimum 6 bulan yang kemudian dievaluasi atau dihentikan.

2016123143701.jpg

Sesi bedah kasus dan penayangan video kasus serta intervensi dalam Workshops Slow Learner & Keterlambatan Bicara, 23 Januari 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

 

Digambarkan oleh Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. bahwa pelatihan pada terapi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu kepada anak dengan slow learner dapat meningkatkan nilai akademis di sekolah formal dilihat dari pencapaian nilai akademis mereka. Melalui pelatihan yang tepat, anak dengan slow learner dapat bertahan dan sukses di sekolah formal.  Hal ini terbukti dengan nilai akademis yang diperoleh peserta terapi anak dengan slow learner di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu yang dapat memenuhi nilai Ketuntasan Kriteria Minumum (KKM) dari sekolah formal setelah menjalani terapi 1 – 3 bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Melalui teknik pelatihan prosedural terhadap fluid intelligence, yaitu humor, self-awareness, memory, verbal fluency, dan attention maka anak dengan slow learner dapat meningkatkan kecepatan pemerosesan informasi di otaknya.  Penjelasan lebih lanjut dari Melani Arnaldi, M.Psi., Psi mencontohkan teknik tersebut saat terapi dilakukan dengan membacakan buku cerita bergambar  untuk meningkatkan rasa humor, self-awarenes, dan verbal fluency mereka.  Teknik membaca meniru dan menyalin kalimat atau merangkum sebagai latihan memory yang pada akhirnya juga meningkatkan fluid intelligence.

Peserta merespon positif dan antusias dalam pelatihan ini. Fransiska Fenny, M.Psi., Psi., alumnus Program Profesi Psikologi Universitas Tarumanagara mengatakan pelatihan ini sucah cukup baik, apalagi ditambah dengan penayangan video.  Iriani Indri Hapsari, M.Psi., Psi., dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta mengatakan  pelatihannya seru dan banyak menambah wawasan. Dr. Lily Mayawati merespon bahwa pemateri tulus dan loyal dalam menyampaikan ilmu dan pengalamannya (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: