PERAN PENTING ORANG TUA MERAMAIKAN PERPUSTAKAAN DI INDONESIA

Literasi dan berkunjung ke perpustakaan di Indonesia bukanlah menjadi hal yang penting.  Hal ini menjadi miris dikarenakan juga tingkat literasi di Indonesia masih rendah.  Literasi atau keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca.  Sedangkan budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya.

IMG-20160525-WA0001.jpg

Sesi Foto Bersama

Wacana ini menjadi topik pada acara Seminar Pendidkan Nasional  “Peran Penting Pendidikan Anak dan Literasi dari Rumah, Sekolah dan Masyarakat” yang bertempat di  Perpustakaan Nasional RI, Salemba Minggu, 21 Mei 2016.  Pada acara tersebut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi menjadi salah satu pembicara sebagai psikolog anak, keluarga, dan praktisi pendidikan.

Acara tersebut membahas bagaimana membangkitkan literasi anak dan peran penting orang tua atau parenting dalam mendorong anak untuk berkunjung ke perpustakaan.  Pembicara lain pada acara tersebut yaitu Prof. Dr. dr. H. Fasli Jalal, Prof. Dr. Netty, MA dan Kepala Perpusnas RI.

Acara ini merupakan rangkain acara Pekan Buku Nasional 2016, 16 – 22 Mei 2016, yang bertema  “Literasi Keluarga, Literasi Sekolah, dan Literasi Masyarakat”.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh  Titian Insan Cemerlang (TIC)  dan Komunitas Belajar Bengkel Kreasi dalam rangka Hari Buku dan Hari Pendidikan Nasional.

Dalam acara tersebut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi,.  menekankan peran penting orang tua untuk memperkenalkan buku dan mengajak buah hati mereka ke perpustakaan.  Selain itu juga penting untuk menunjukkan rasa bangga orang tua kepada anaknya yang memiliki ketertarikan tinggi kepada buku bahkan sering mengunjungi perpustakaan.  Tak heran jika perpustakaan di Indonesia sepi karena orang tua di Indonesia tidak merasa bangga anaknya untuk mengunjungi perpustakaan dibandingkan ke tempat objek wisata.

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. memberikan analogi mengapa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  begitu ramai dan meriah, khususnya untuk baca tulis Quran dibandingkan perpustakaan.  Hal ini dikarenakan orang tua merasa bangga jika putra dan putri mereka mampu baca tulis Quran dan mengupayakan segala cara agar mereka mampu, yaitu salah satunya dengan memasukkan ke PAUD.  Jika hal serupa juga diterapkan orang tua kepada buah hati mereka, yaitu mereka bangga anaknya mampu membaca beragam buku dan berkunjung ke perpustakaan, tentu perpustakaan akan semarak di semua wilayah Indonesia.  Sehingga persputakaan tidak sepi pengunjung.

Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan minat dan bakat anak, khsususnya dalam literasi.  Sudah saatnya para orang tua untuk sejak dini mengajak buah hati mereka untuk berkunjung ke perpustakaan, selain ke mall ataupun objek wisata lainnya.  Sehingga mereka menjadi dekat dengan buku dan mencintai buku sejak kecil (ags/juni 2016).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: