TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI DARI KACAMATA NEUROPSIKOLOGI

Otak anak usia dini memiliki potensi tak terhingga, khususnya pada tahun-tahun pertama masa hidupnya.  Bagaimana agar orangtua dan pendidik tidak salah menangani? Adakah cara untuk memaksimalkan potensi tersebut?

Tema ini diangkat dalam acara Komunitas Bengkel Kreasi yang diselenggarakan oleh Titian Insan Cemerlang pada Minggu, 7 Agustus 2016 di Kampus Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Cilandak, Jakarta Selatan.  Adapun pembicara tunggal adalah Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., Kepala Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu. Peserta dari kegiatan ini adalah orang tua, pendidik, guru PAUD, dan pemerhati pendidikan dari wilayah JABODETABEK.

20160807_123619

Peserta acara Komunitas Bengkel Kreasi, Minggu, 7 Agutustu 2016 di Kampus Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Cilandak, Jakarta Selatan (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).  

 

Pada anak usia dini menurut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., secara neuropsikologis adalah adanya proses tumbuhnya self awareness yang mencakup theory of mind dan self concept.  Oleh karena itu penting untuk ditumbuhkan self awareness, yaitu suatu bentuk dari konvergensi perasaan  yang memiliki tingkatan berupa pengetahuan abstrak di dalam mempengaruhi lingkungan.

Kemampuan anak untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain, atau yang dikenal dengan sebutan “theory of mind” merupakan suatu konsep berpikir berdasarkan pikiran dan perasaan orang lain.

Dalam hal ini pengetahuan abstrak tumbuh sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan terutama orang penting yang berepran dalam kehidupannya.  Setelah anak merasakan adanya suatu pengalaman, barulah pengalaman tersebut direkam dan kemudian dihubungkan menjadi suatu konsep tentang suatu hal.

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. menekankan bahwa self awareness berkembang secara bertahap seiring usia. Kondisi ini menunjukan bahwa kemampuan inhibition pada executive function juga mengalami perkembangan dan memiliki tingkatan seiring usia. Proses perubahan itu berjalan sesuai dengan bertambahnya pengalaman dan proses pembelajaran di lingkungan .

kawinan Arie 216

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. sebagai pembicara tunggal pada acara Bengkel Kreasi Mandiri, TIC, Minggu, 7 Agustus 2016 (Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Jika self awareness  ini tidak dirangsang dan ditumbuhkan, maka akan timbul keterlambatan perkembangan.  Dan jika tidak diterapi atau diberikan intervensi maka akan menumpuk di masa depan serta menimbulkan masalah, salah satunya adalah kesulitan belajar.  Oleh karena itu, peran guru PAUD penting dalam memberikan stimulus kepada peserta didik yang mampu menumbuhkan self awareness anak jauh lebih penting dibandingkan ketuntasan materi semata.

Melani Arnaldi, menyampaikan pentingnya stimulasi yang bervariasi diberikan kepada anak usia dini berkaitan dengan self awareness.  Hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan berupa kunjungan atau outing.  Indonesia kaya akan variasi dan budaya, sehingga variasi stimulasi yang diberikan dapat beranekaragam dan dekat dengan peserta didik PAUD.  Beliau mencotohkan dapat dilakukan kegiatan dalam kurikulum sekolah berupa aktivitas kunjungan ke pasar tradisional, berkebun, memelihara binatang, atau kunjungan aktivitas budaya.

Di sisi lain, anak yang bermain di lingkungan atau yang distimulasi dengan berbagai aktivitas jika dilihat dari sudut pandang neurologi, pertumbuhan dan percabangan syarafnya lebih banyak dibandingkan dengan dengan anak yang hanya belajar di kelas. Oleh karena itu penting untuk melakukan variasi stimulasi bagi anak usia dini dari lingkungan.

Diharapkan anak dengan self awareness yang tumbuh dengan baik karena stimulus dari guru PAUD, akan memiliki modal yang kuat bagi proses pendidikan di tingkatan atas atau berikutnya.  Serta mereka juga mampu menjawab tantangan jaman (ags/kphl).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: