GANGGUAN NEUROPSIKOLOGI AKIBAT GADGET

Teknologi informasi dan komunikasi ternyata dapat mengakibatkan gangguan neuropsikologis.  Hal ini dapat terjadi jika kita tidak menyikapi bijaksana penggunaan teknologi tersebut, salah satunya gadget.  Terlebih bagi mahasiswa ataupun siswa sebagai pelajar yang sering menggunakan gadget dapat mengganggu karakter dan kepribadian.

Inilah sekilas informasi yang diberikan Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. saat menjadi pembicara tamu di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta.  Acara ini bertemakan Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembentukan Karakter Siswa.  Acara yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada Kamis, 15 September 2016 di Aula Pasca Sarjana, Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cireunde, Tangerang Selatan, Banten.

img-20160915-wa0022

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. dan Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd saat penerimaan kenanga-kenangan dari Panitia Acara Seminar Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembentukan Karakter Siswa, Kamis, 15 September 2016, di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Banten.

 

Acara tersebut juga dihadari oleh Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd sebagai pembicara.  Beliau adalah staf pengajar di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta.  Saat menjadi mahasiswa strata satu, beliau telah menjadi kepala sekolah dan termuda di Indonesia.

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. menjelaskan bahwa secara umum karakter individu berdasarkan Big Five Personality ada yang menunjukkan Openness, Extraversion, Neurotic, Consientiousness, dan Agreeableness.  Secara umum setiap orang memiliki ciri-ciri tersebut namun, di setiap individu yang membedakan adalah adanya salah satu dari karakter tersebut yang lebih dominan.  Individu yang sehat adalah indvidu yang mampu memunculkan karakter tersebut sesuai kontek situasi.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, individu sering mengalami gangguan karena tidak siap menerima informasi.  Menurut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. gangguan yang terjadi dari sudut pandang psikologi antara lain adalah gangguan neuropsikologi dan gangguan karakter serta kepribadian.  Hal ini terjadi karena individu tidak mampu mengelola konflik yang terjadi baik di dalam diri maupun dengan lingkungannya akibat adanya informasi baru. Akibatnya dapat mengganggu kepribadian individu, misalnya bersifat kaku terhadap terhadap suatu situasi.

Hal ini terlihat dari perubahan emosi  yang terjadi saat menerima berita atau informasi dari aplikasi teknologi misalnya sosial media ataupun messenger.  Bila hal ini berulang dengan frekuensi yang tinggi dapat berpengaruh terhadap neurotransmiter dan mekanisme kerja otak.  Sistem kerja hormon seperti  dopamine, serotonin, acetil kolin, dan norephinephrine terganggu.  Oleh karena itu kesiapan individu dalam menerima dan mengolah informasi dari gadget misalnya HP sangat menentukan kesehatan mental.  Sebaiknya individu memiliki jadwal yang teratur dalam menggunakan alat komunikasi dan informasi sehingga tidak setiap saat terganggu.

Selanjutnya Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd. menambahkan bahwa sudah selayaknya mahasiswa menjadikan teknologi sebagai alat bukan tujuan.  Bagaimana teknologi informasi dan komunikasi tersebut dapat membantu dalam pendidikan mereka seperti mengerjakan tugas serta memperluas wawasan.   Dan yang lebih utama adalah tidak tergantung kepada gadget sehingga mereka tidak malas dan siap menghadapi tantangan.

Baik Melani Arnaldi, M.Psi., Psi., dan Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd. sepakat bahwa sudah saatnya pelajar, khususnya mahasiswa mampu menampilkan karakter yang baik dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.  Mereka diharapkan untuk tidak menjadi sebagai pengguna saja namun juga dapat menjadi pencipta atau pemain yang mampu mengambil manfaat terhadap teknologi yang digunakan tersebut.  (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: