MENGAJARKAN ANAK TERAMPIL MENGHADAPI KONFLIK SEBAGAI PENCEGAHAN PENGARUH NARKOBA

Penyalahgunaan narkoba sudah menjadi momok bagi keluarga.  Menjadi tantangan yang berat bagi orang tua untuk melindungi anak dan komponen keluarga dari pengaruh narkoba.  Terlebih orang tua di perkotaan seperti JABODETABEK adalah pekerja penuh.  Sudah menjadi pertanyaan umum dari orang tua, hal apa yang perlu ditekankan dan diajarkan kepada anak agar mereka menjauhi narkoba.  Trik dan tips jitu apa bagi orang tua mampu menjauhkan anaknya dari narkoba.

img-20160918-wa0001

Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. menjadi pembicara pada workshop P4GN yang diadakan BNN, 14 September 2016 di Hotel Salak Heritage, Bogor, Jawa Barat.

Inilah materi yang disampaikan Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. pada acara workshop Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk ibu Darmawanita Pusat yang diselenggarakan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional), Rabu, 14 September 2016, di Hotel Salak The Heritage, Bogor.  Kegiatan tersebut mengangkat tema besar Pemanfaatan Media Konvensional Melalui Workshop Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pada acara tersebut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. membawakan materi bertema “Parenting skill: Upaya Membesarkan Anak Secara Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba.”  Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pembekalan kepada peserta Dharma Wanita Persatuan Pusat agar dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan narkoba baik di lingkungan terdekat (keluarga), masyarakat maupun secara organisatorial.

Menurut Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. penyalahgunaan narkoba dapat terjadi pada individu karena mereka tidak mampu mengelola konflik dengan baik.  Sejauh mana individu anak terkait dengan narkoba adalah bagaimana kendali emosi dirinya mampu menyelesaikan konflik yang dihadapi.  Pecandu narkoba sering kali relaps.  Relapse adalah masa pengguna kembali memakai narkoba. Itu berupa respons kegagalan beradaptasi (maladaptive) terhadap stressor atau stimuli internal dan eksternal.  Hal ini terjadi karena mereka tidak mampu menghadapi dan menyelesaikan konflik yang dialami.

Di sisi lain, kepribadian terbentuk sebagai hasil pembelajaran di lingkungan. Dalam hal ini lingkungan yang terdekat dan menjadi fondasi ke masyarakat adalah keluarga. Kepribadian diibaratkan berbentuk Gunung Es, dipengaruhi faktor genetik, temperament, tekanan terhadap pressure, dan kepribadian itu sendiri.  Proses pembelajaran di lingkungan tersebut dapat melalui proses pembiasaan, mencontoh, dan mentauladani.  Oleh karena itu orang tua harus pintar-pintar melakukan pembelajaran tersebut agar hasilnya optimal dalam mencegah pengaruh narkoba.

Peran penting keterampilan anak yang perlu ditanamkan oleh orang tua dalam menjauhi narkoba adalah pertama, sejauh mana anak mampu melihat masalah.  Yaitu berupa mekanisme pencerahan dimana anak: 1) Dapat dengan cepat melihat permasalahan dengan sudut pandang berbeda atau yang baru, 2) Menghubungkan permasalahan dengan masalah lain yang relevant (solution pair), 3) Melepaskan pengalaman masa lalu yang menghalangi solusi, 4) Atau melihat permasalahan secara luas, serta kontek yang koheren. Kedua, sejauh mana kemampuan anak terhadap problem solving, yaitu kemampuan anak dalam mencapai “tujuan” dari kondisi saat ini dimana tidak bergerak kepada tujuan; jauh dari tujuan;  atau membutuhkan logika komplek dalam menemukan penggambaran kondisi yang hilang, ataupun tahapan menuju tujuan.  Secara umum dalam psikologi, problem solving adalah bagian dari proses besar yang didalamnya terdapat problem finding dan problem shaping

Oleh karena itu cara mengkombinasikan antara model pengasuhan dan pola asuh pada anak adalah seperti  bermain layang layang. Ada saatnya orang tua harus menarik, mengulur dan menjaganya agar  layang layang tidak sampai putus.  Orang tua harus pintar menarik dan mengulur proses pembiasaan, mencontoh, dan mentauladani dalam pengasuhan. Bagaimana orang tua berperan penting dalam membentuk karakter atau kepribadian anak melalui teknik bermain layang-layang ini (Ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: