MEMORI DAN KERJA OTAK

Sering kali kita teringat peristiwa masa lalu saat duduk santai.  Kenangan atau informasi tersebut dapat dengan mudah kita ingat kembali, namun ada juga yang mudah kita lupakan sehingga sulit untuk dipanggil kembali.  Begitu pula dengan anak saat melakukan ujian.  Ada yang mudah mengingat dan ada juga yang sulit meski sudah di latih berulang-ulang.  Bagaimana ini terjadi?  Inilah kerja dari memori yang berproses di otak.

Memori harus dianggap sebagai kumpulan kemampuan yang didukung oleh seperangkat otak dan sistem kognitif yang beroperasi secara kooperatif.  Setiap sistem dari bagian otak membuat kontribusi fungsional yang berbeda.

Memori adalah kelompok mekanisme atau proses yang pengalaman membentuk kita, mengubah otak kita dan perilaku kita. Ada pepatah dimana “Hidup adalah memori kecuali untuk saat ini yang berlalu begitu cepat sehingga kita tidak dapat menangkapnya ketika berlalu.”

Oleh karena itu memori bertujuan untuk memegang rincian kehidupan sehari-hari, seperti mengingat untuk mengambil kunci yang kita miliki, baju atau mantel, atau makan siang, mengingat di mana kami parkir mobil, mengingat dijadwalkan janji, juga untuk menyimpan informasi dalam pikiran untuk hanya dalam waktu singkat.

Kerja Memori

Secara umum informasi dalam memori dilakukan proses encoding, consolidation dan storage, serta retrieval.  Untuk memahami memori, dengan tahapan proses yang berbeda yang terlibat dalam memori  yaitu kenangan harus diciptakan, kenangan harus disimpan / dipertahankan lebih lama, kenangan dapat dipanggil kembali.

Defisit dalam memori terlihat di beberapa penundaan yang panjang setelah belajar dan dapat mencerminkan penurunan dalam tahap memori ini. Penurunan encoding awal kenangan bisa mencegah informasi  untuk diproses pada tahapan awal.  Penurunan dalam storage (penyimpanan), maintainance (pemeliharaan), atau consolidation (konsolidasi) kenangan dapat menyebabkan informasi meluruh secara abnormal dan cepat seiring waktu.

memory

Diagram Memori dan Kerja Otak. Diolah dari Banich & Compton (2011)

Bagian Otak Terkait Kerja Memori

Kerja memori tidak spesifik hanya di satu bagian otak saja.  Seperti tampak pada gambar di atas, beberapa bagian otak bekerja sama dalam pemerosesan informasi ataupun memori.  Terkait pemerosesan memori, bagian otak tersebut adalah Parietal kotek bagian kiri, Basal ganglia, amigdala, anterior temporal, prefrontal cortex, dan hippocampus.  Bagian-bagian tersebut saling bekerja sama dan dalam waktu yang bersamaan saat mengolah informasi.  Kerja mereka tidak terpisahkan dan saling melengkapi.

Kerja otak terkait memori dapat dipelajari ketika otak mengalami kerusakan atau lesi.  Salah satu bagian otak terkait fungsi utama memori adalah hippocampus.  Kerusakan unilateral pada sistem hippocampus dapat menghasilkan gangguan memori pada materi khusus. Kerusakan kiri belahan, memori selektif terganggu untuk materi verbal, sedangkan setelah kerusakan belahan kanan, memori terganggu untuk materi nonverbal.

Kerja Memori, Otak, dan Terapi Kesulitan Belajar

Dari uraian di atas jelas bahwa kerja memori tidak terjadi dengan sendirinya.  Perlu adanya pelatihan sehingga proses pengolahan informasi dalam memori di otak menjadi lebih baik.  Terlebih kepada individu yang mengalami hambatan dalam pemerosesan informasi seperti pada anak kesulitan belajar.

Pemahaman kerja otak terkait memori penting dalam proses pembelajaran, pelatihan, dan juga terapi yang dilakukan pada anak kesulitan belajar.  Berdasarkan informasi tersebut psikolog, atau terapis akan melihat fungsi apa yang terganggu dalam memori dan dihubungkan dengan fungsi kerja pada bagian otak terkait.

Pemahaman neuropsikologi ini akan melihat sisi fungsi psikologis dan fungsi faal organ otak terkait dengan perilaku yang ditampilkan sehingga dapat memecahan permasalahan yang terjadi.  Dari data tersebut akan dirancang proses pembelajaran, pelatihan, ataupun proses terapi sehingga masalah yang dialami individu menjadi terselesaikan (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu).

Daftar Pustaka

Banich, M.T. & R.J. Compton.(2011). Cognitive neuroscience. 3rd eds. Wadsworth: cengage learning

 

Perihal Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu
Dunia anak dan pendidikan adalah menjadi perhatian utama saya sejak tahun 2000. Sejak saat itu saya mulai melakukan penelitian dan mengembangkan terapi untuk mengatasi anak kesulitan belajar yang mencapai 10% dari populasi siswa di setiap sekolah. Hingga saat ini saya merasa beruntung telah mampu mempublikasikan penelitian ilmiah saya di jurnal internasional. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: